Apa yang Paling Ditakuti Sherly Tjoanda? Dengan Suara Bergetar, Gubernur Malut Ungkap Hal Ini
- Kolase tvOnenews.com / tangkapan layar Youtube Merry Riana / ChatGPT AI
"Dengan berhasil, bagi saya, masuk di dunia politik ini bukan karena saya mau masuk ke dunia politik ya, karena ini ada kecelakaan 12 Oktober, kemudian ada suatu perjuangan yang harus dilanjutkan, karena saya, anak-anak, relawan, para partai politik yang saat itu sedang berjuang tinggal 42 hari lagi,"
Menurutnya, dorongan utama adalah untuk melanjutkan perjuangan yang telah dirintis oleh Benny Laos:
"Kita menolak untuk kalah, kita menolak bahwa mimpi besar seorang Benny Laos, yang kita kenal semua, selesai begitu saja,"
Selain itu, dukungan keluarga—terutama anak-anaknya—menjadi faktor penting dalam memperkuat tekadnya. Ia ingin memastikan bahwa nilai, harapan, dan cita-cita yang diperjuangkan suaminya tetap berlanjut.
"Untuk itu saya melanjutkannya, dan waktu itu targetnya pendek untuk menang, ketika sudah menang, saya harus mewujudkan janji politiknya,"
Dalam menjalankan perannya sebagai gubernur, Sherly mengaku banyak mengadaptasi program-program yang sebelumnya berhasil diterapkan saat Benny Laos menjabat sebagai Bupati Morotai periode 2017–2022.
- Kolase tvOnenews.com/Instagram @s_tjo
Program-program tersebut mencakup pendidikan gratis, layanan kesehatan gratis, renovasi rumah, serta pembangunan infrastruktur.
"Janji politik itu kita racik bersama, sebenarnya hanya me-mirroring apa yang sudah berhasil dilakukan di Morotai, dari pendidikan gratis, kesehatan gratis, bagi-bagi renov rumah, infrastruktur, intinya dengan APBS seadanya, tetapi kebutuhan dasar manusia itu negara hadir. Itu dilakukan berhasil di Morotai selama lima tahun,"
Kini, ia memandang tugas utamanya adalah memastikan implementasi program tersebut dapat berjalan di seluruh wilayah Maluku Utara:
"Itu almarhum mau mengimplementasikannya di sembilan kabupaten/kota, tugas saya sekarang bagaimana itu bisa berhasil,"
Load more