Reaksi Terbaru Doktif di Tengah Kabar Sertifikat Mualaf dr Richard Lee Dicabut, Tiba-tiba ‘Colek’ Nikita Mirzani
- tvOnenews.com Edit / YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo
tvOnenews.com - Isu pencabutan sertifikat mualaf milik Richard Lee belum juga mereda, namun kini justru makin melebar ke arah yang tak terduga. Di tengah panasnya polemik tersebut, Samira Farahnaz alias Doktif kembali membuat gebrakan. Kali ini, ia secara tiba-tiba “mencolek” Nikita Mirzani lewat unggahan media sosial yang langsung menyita perhatian publik.
Polemik bermula saat sertifikat mualaf Richard Lee dicabut oleh Mualaf Center Indonesia pada awal Mei 2026. Keputusan tersebut disebut bersifat administratif, namun berkembang menjadi perdebatan panjang setelah Doktif mempertanyakan keabsahan serta penggunaan sertifikat tersebut. Pernyataannya bahkan memicu respons keras dari pihak kuasa hukum Richard Lee yang menilai tudingan itu sebagai fitnah.
Di tengah situasi yang semakin memanas, Doktif justru mengunggah video lama yang menampilkan Nikita Mirzani. Dalam keterangannya, ia menuliskan pernyataan yang langsung menyeret sejumlah nama sekaligus.
“Siapa yg kangen ama ocehan wanita Amazon @nikitamirzanimawardi_172 yang ceplas ceplos dan apa adanya?? @poldametrojaya produk DNA salmon @dr.richard_lee sama seperti yang dijual @rezagladys tolong atuh pak koordinasi dgn cepat berapa penjualan yang sudah terjadi krn kerugian masyarakat juga diduga ratusan miliar,” tulis Doktif.
Tak berhenti di situ, Doktif juga menyinggung soal pasal hukum yang menurutnya belum diterapkan.
“Terus kenapa Pasal 55 dan Pasal TPPU juga belum dikenakan karena ada pengalihan isu ke agama utk @fs.salhuteru jangan mangkir mulu yah ntar dijemput paksa nyahook looh!” lanjutnya.
Unggahan tersebut langsung ramai dan menarik perhatian, termasuk dari Nikita Mirzani yang ikut memberikan komentar.
“Kalau sih suneo aja bisa ditahan knp sih beghemg lama amad di tahan nya yah ada apa sih sbnr nya @poldametrojaya,” tulis Nikita Mirzani di kolom komentar.
![]()
Unggahan Doktif. (Sumber: Instagram @dokterdetektifreal)
Unggahan tersebut seolah menghubungkan polemik sertifikat mualaf dengan konflik lain di dunia skincare yang melibatkan sejumlah figur publik, termasuk perseteruan antara Nikita Mirzani, Fitri Salhuteru, dan Reza Gladys.
Dalam keterangan lain yang disampaikan melalui tayangan YouTube Cumicumi pada 5 Mei 2026, Doktif menegaskan pandangannya bahwa isu ini bukan sekadar persoalan administratif.
“Kenapa kok begitu sulit untuk mengakui bahkan pengalihan isu untuk apa? Menyelamatkan aset. Ayo pintar kalian masyarakat Indonesia pintar. Pencabutan sertifikat mualaf itu bukan masalah besar. TPPU di depan mata kok. Pasal 55 di depan mata,” tegasnya.
Ia bahkan secara terbuka menyinggung pihak keluarga Richard Lee.
“Istrinya yang saat ini menikmati uang dari dugaan penipuan ratusan miliar ini. Itu tujuannya. Orang ini sangat licik, sangat licik. Dia takut sekali miskin. Takut sekali miskin,” kata Doktif.
![]()
Dokter Detektif. (Sumber: YouTube Cumicumi)
Menurutnya, ada upaya untuk mengalihkan perhatian publik dari dugaan kasus yang lebih besar.
“Jadi dia akan berupaya bagaimana caranya agar masyarakat Indonesia lupa dengan penipuan ratusan miliar itu. Itu jadi kalian ya Doktif sadarkan ini. Ini bukan masalah sertifikat mualaf, ini masalah pengalihan isu dari Pasal 55 dan pasal TPPU yang dilakukan oleh DRL, dugaannya seperti itu,” ujarnya.
Saat ditanya apakah polemik ini bisa disebut sebagai pengalihan isu, Doktif menjawab tanpa ragu.
“Betul sekali, ini hanya pengalihan itu ya. Sertifikat pengalihan, hanya pengalihan itu. 1000% Doktif yakin ya, menurut keyakinan Doktif yakin 1000% ini pengalihan itu. Kenapa tidak terdengar lagi Pasal 55 yang dilakukan oleh istrinya ikut serta menjual, ya jelas buktinya,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan dugaan lain yang memperkeruh situasi.
“Istrinya ikut menjual DNA salmon yang barangnya sama seperti barang yang dijual oleh DRG,” pungkasnya.
Dengan berbagai pernyataan tersebut, langkah Doktif yang tiba-tiba “mencolek” Nikita Mirzani membuat polemik ini semakin luas dan kompleks.
(anf)
Load more