News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KDM Geram Sampai ‘Semprot’ Guru BK SMKN 2 Garut Usai Siswi Menangis karena Rambut Dipotong Paksa: Anak Rajin Kok Dihukum Begitu?

Kasus potong rambut siswi langsung menarik perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Tanpa menunggu polemik semakin meluas, KDM memanggil guru BK yang bersangkutan
Jumat, 8 Mei 2026 - 16:19 WIB
KDM Geram Sampai ‘Semprot’ Guru BK SMKN 2 Garut Usai Siswi Menangis karena Rambut Dipotong Paksa: Anak Rajin Kok Dihukum Begitu?
Sumber :
  • instagram Dedimulyadi71

tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) geram soal hukuman yang diberikan guru Bimbingan Konseling (BK), paksa potong rambut siswinya cuma gegara ini.

Media sosial kembali dihebohkan dengan viralnya video sejumlah siswi SMKN 2 Garut yang menangis histeris usai rambut mereka dipotong paksa oleh oknum guru BK. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aksi pendisiplinan di lingkungan sekolah itu memicu gelombang kritik publik karena dianggap terlalu berlebihan, terlebih sebagian besar siswi yang dihukum diketahui mengenakan hijab dan tidak memiliki catatan pelanggaran berat.

Kasus tersebut langsung menarik perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Tanpa menunggu polemik semakin meluas, Dedi memanggil guru BK yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi. 

Dalam pertemuan itu, Dedi Mulyadi melontarkan sederet pertanyaan tajam terkait alasan hukuman fisik diberikan kepada murid yang justru dikenal rajin sekolah dan memiliki prestasi akademik baik. 

Respons tegas Dedi pun ramai mendapat sorotan publik dan memunculkan kembali perdebatan soal batas disiplin dalam dunia pendidikan.

Peristiwa yang disebut terjadi pada 30 April 2026 itu bermula dari razia penampilan di lingkungan sekolah. Dalam video yang beredar luas, sejumlah siswi terlihat menangis setelah rambut mereka dipotong paksa oleh guru BK dengan alasan penggunaan kosmetik berlebihan.

Dedi Mulyadi Heran: Siswi Rajin dan Berprestasi Kok Dihukum?

Dalam pertemuan klarifikasi tersebut, Dedi Mulyadi tampak heran ketika mengetahui para siswi yang dihukum sebenarnya tidak memiliki masalah kedisiplinan serius.

“Suka masuk sekolah?” tanya Dedi kepada sang guru, melansir dari Instagram Dedi Mulyadi.

“Masuk,” jawab guru tersebut.

“Tidak pernah bolos?” lanjut Dedi.

“Tidak,” jawab guru itu lagi.

KDM Geram Sampai ‘Semprot’ Guru BK SMKN 2 Garut Usai Siswi Menangis karena Rambut Dipotong Paksa: Anak Rajin Kok Dihukum Begitu?
KDM Geram Sampai ‘Semprot’ Guru BK SMKN 2 Garut Usai Siswi Menangis karena Rambut Dipotong Paksa: Anak Rajin Kok Dihukum Begitu?
Sumber :
  • instagram Dedimulyadi71

Mendengar jawaban tersebut, Dedi langsung mempertanyakan alasan mendasar pemberian hukuman fisik terhadap murid yang dinilai baik secara akademik maupun perilaku.

“Terus yang jadi problem apa? Dia kan berperilaku baik, secara akademis tidak bermasalah, rajin, terus masalahnya apa?” kata Dedi Mulyadi.

Guru BK tersebut kemudian menjelaskan bahwa pihak sekolah merasa resah terhadap penampilan para siswi. Menurutnya, para murid menggunakan kosmetik yang dianggap terlalu berlebihan meskipun memakai hijab.

“Penampilan meresahkan,” ujar guru tersebut.

Namun alasan itu justru membuat Dedi semakin heran. Ia menilai penggunaan kosmetik seharusnya cukup diselesaikan melalui teguran dan pembinaan biasa, bukan dengan tindakan memotong rambut secara paksa.

“Oke kosmetiknya berlebihan, mungkin orang tuanya kaya. Gini-gini, argumentasinya apa sih? Problem-nya apa sih? Penampilan terlalu menor, kan tinggal diingatkan,” tegas Dedi Mulyadi.

Guru BK Akui Emosi dan Tekanan Jadi Pemicu Tindakan

Dalam klarifikasi tersebut, guru BK SMKN 2 Garut bernama Ai Nursaida akhirnya mengakui bahwa kondisi psikologisnya saat kejadian sedang tidak stabil. 

Ia menyebut adanya tekanan dan banyaknya aduan terkait aturan penampilan di sekolah membuat dirinya mengambil keputusan yang keliru.

Ai juga menyadari tindakan tersebut meninggalkan luka psikologis bagi para siswi. Beberapa murid disebut merasa malu dan trauma karena potongan rambut itu membuat mereka merasa seperti laki-laki.

Kasus ini kemudian menjadi sorotan luas karena dianggap mencerminkan masih adanya pola pendisiplinan lama di lingkungan pendidikan Indonesia. 

Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan pendidikan modern lebih menekankan komunikasi, pembinaan emosional, dan keterlibatan orang tua dibanding hukuman fisik.

Menurut Dedi Mulyadi, setiap tindakan terhadap siswa yang masih di bawah umur seharusnya melibatkan wali murid. Ia mempertanyakan apakah sekolah telah memberikan teguran resmi kepada orang tua sebelum hukuman dilakukan.

“Tapi ada teguran tertulis nggak yang ditujukan kepada orangtuanya? Kan anak masih di bawah perwalian, artinya ada wali,” ujar Dedi.

Ia pun menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang sehat antara guru dan orang tua dalam proses pendidikan.

“Dibiasakan guru memberikan teguran kepada orang tua, diberitahu bahwa anak itu berpenampilan terlalu menor,” lanjutnya.

Dunia Pendidikan Kembali Disorot, Disiplin atau Hukuman Berlebihan?

Kasus guru BK di SMKN 2 Garut ini memantik diskusi luas soal cara sekolah menerapkan aturan kedisiplinan. 

Banyak pihak menilai tindakan memotong rambut secara paksa tidak lagi relevan dengan pendekatan pendidikan masa kini.

Terlebih, para siswi yang dihukum berasal dari jurusan broadcast yang erat kaitannya dengan dunia kreatif dan penampilan. Dedi Mulyadi pun meminta masyarakat melihat persoalan ini secara proporsional tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan.

Di sisi lain, para siswi akhirnya berjanji tidak akan berdandan berlebihan selama tetap bisa mengikuti kegiatan belajar dengan nyaman. Pernyataan itu menjadi penutup dari polemik yang sempat memanas di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal aturan dan disiplin, tetapi juga tentang cara guru membimbing murid tanpa melukai mental mereka. 

Di era digital saat ini, satu tindakan di sekolah bisa dengan cepat viral dan memicu penilaian publik luas. Karena itu, pendekatan yang lebih manusiawi dinilai semakin penting diterapkan dalam dunia pendidikan Indonesia. (udn)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Era Digital Mengubah Cara Institusi Bicara ke Publik, Begini Upaya Pangdam Jaya Mengelola Informasi

Era Digital Mengubah Cara Institusi Bicara ke Publik, Begini Upaya Pangdam Jaya Mengelola Informasi

Kecepatan informasi membawa konsekuensi tersendiri bagi lembaga publik. Ketika informasi resmi belum tersedia, ruang komunikasi dapat dengan cepat dipenuhi
Klaster Mewah Lapas Cibinong Disebut Rumah Dinas Jabatan, Ketua Ombudsman: Kenapa Kami Nggak Boleh Lihat?

Klaster Mewah Lapas Cibinong Disebut Rumah Dinas Jabatan, Ketua Ombudsman: Kenapa Kami Nggak Boleh Lihat?

Kemewahan fasilitas Lapas IIA Cibinong kini menjadi sorotan publik setelah Ombudsman melakukan pemeriksaan. Klaster mewah disebut merupakan rumah dinas jabatan
Revolusi Hati, Prekuel 5 cm yang Bongkar Masa Lalu Zafran dan Petualangan di Laut Sebelum Bertemu Genta

Revolusi Hati, Prekuel 5 cm yang Bongkar Masa Lalu Zafran dan Petualangan di Laut Sebelum Bertemu Genta

5cm: Revolusi Hati menjadi prekuel 5 cm yang mengungkap masa remaja Zafran sebelum bertemu Genta dan kawan-kawan, dengan petualangan hingga bawah laut.
Temuan Lapas Mewah di Cibinong, Kemen Imipas Periksa 52 Warga Binaan

Temuan Lapas Mewah di Cibinong, Kemen Imipas Periksa 52 Warga Binaan

Temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor turut menyorot perhatian publik.
Dorong Perempuan Berdaya dan Mandiri, Pertamina Patra Niaga Inisiasi CSR  Berbasis Potensi Lokal di 3 Daerah

Dorong Perempuan Berdaya dan Mandiri, Pertamina Patra Niaga Inisiasi CSR  Berbasis Potensi Lokal di 3 Daerah

Pertamina Patra Niaga mendesain program CSR berbasis potensi lokal di 3 daerah untuk mendorong perempuan lebih mandiri, produktif, dan berperan aktif di lingkungan.
Apa Itu PolyPhil? Mengenal Skin Booster Berbasis DNA Trout dan Apa Manfaatnya untuk Kulit?

Apa Itu PolyPhil? Mengenal Skin Booster Berbasis DNA Trout dan Apa Manfaatnya untuk Kulit?

PolyPhil, perawatan berbasis polynucleotide dari DNA trout. Kenali cara kerja, potensi manfaat, bukti penelitian, dan keterbatasannya. Sebagai salah satu bahan

Trending

Era Digital Mengubah Cara Institusi Bicara ke Publik, Begini Upaya Pangdam Jaya Mengelola Informasi

Era Digital Mengubah Cara Institusi Bicara ke Publik, Begini Upaya Pangdam Jaya Mengelola Informasi

Kecepatan informasi membawa konsekuensi tersendiri bagi lembaga publik. Ketika informasi resmi belum tersedia, ruang komunikasi dapat dengan cepat dipenuhi
Revolusi Hati, Prekuel 5 cm yang Bongkar Masa Lalu Zafran dan Petualangan di Laut Sebelum Bertemu Genta

Revolusi Hati, Prekuel 5 cm yang Bongkar Masa Lalu Zafran dan Petualangan di Laut Sebelum Bertemu Genta

5cm: Revolusi Hati menjadi prekuel 5 cm yang mengungkap masa remaja Zafran sebelum bertemu Genta dan kawan-kawan, dengan petualangan hingga bawah laut.
Klaster Mewah Lapas Cibinong Disebut Rumah Dinas Jabatan, Ketua Ombudsman: Kenapa Kami Nggak Boleh Lihat?

Klaster Mewah Lapas Cibinong Disebut Rumah Dinas Jabatan, Ketua Ombudsman: Kenapa Kami Nggak Boleh Lihat?

Kemewahan fasilitas Lapas IIA Cibinong kini menjadi sorotan publik setelah Ombudsman melakukan pemeriksaan. Klaster mewah disebut merupakan rumah dinas jabatan
Temuan Lapas Mewah di Cibinong, Kemen Imipas Periksa 52 Warga Binaan

Temuan Lapas Mewah di Cibinong, Kemen Imipas Periksa 52 Warga Binaan

Temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor turut menyorot perhatian publik.
Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT