Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat
- Youtube Gub Sherly
tvOnenews.com - Sikap Sherly Tjoanda yang merakyat sebagai Gubernur Malut membuat warganya merasa nyaman ketika mengadukan sesuatu langsung kepadanya.
Salah satunya adalah siswa-siswi dari kelas 11 SMA Negeri 1 Morotai yang curhat kepada Sherly Tjoanda kalau ada satu gurunya yang jarang masuk kelas.
Mendengar hal itu, Sherly Tjoanda tampak kesal. Istri dari mendiang Benny Laos itu lantas meminta sang siswa untuk memberi tahu kepadanya siapa guru yang dimaksud.
Kunjungan Gubernur Malut Sherly Tjoanda ke masyarakat kerap menjadi sorotan. Bagaimana tidak, tidak jarang berbagai fenomena unik terjadi.
Salah satunya ketika ibu tiga anak ini melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pulau Morotai pada Kamis (11/12/2025) silam untuk beberapa agenda penting.
Hal yang pertama kali dikerjakan Sherly Tjoanda setelah mendarat di Pulau Morotai adalah tatap muka dengan siswa-siswi SMAN 1 Morotai.
Pada kesempatan itu, Sherly Tjoanda menyampaikan besaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta kampanye Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (HAKTPA).
Siswa Adukan Guru yang Jarang Masuk Kelas ke Sherly Tjoanda
- Youtube Gub Sherly
Namun bukan soal dana BOS yang ditanyakan siswa kepadanya, melainkan aduan datang kepada Gubernur Malut terkait kinerja guru-guru di SMAN 1 Morotai.
Seorang siswa mengambil kesempatan itu untuk mengadu kepada Sherly Tjoanda karena ada seorang guru yang jarang sekali masuk kelas untuk mengajar.
“Di sini juga masih banyak guru-guru yang jarang masuk ke kelas,“ kata seorang siswa melansir dari YouTube Gub Sherly.
“Ohhh, guru apa saja mari. Kamu bercurhat ke orang yang tepat “ jawab Sherly Tjoanda sambil bersiap mencatat nama gurunya.
Tanpa mau bertele-tele, Sherly Tjoanda langsung mengambil gawainya untuk mencatat siapa saja guru yang jarang datang ke sekolah untuk mengajar.
“Banyak ibu, kayak ada guru yang sering tak masuk di kelas, jadi jam kosong di kelas-kelas,“ jelas sang siswa.
“Langsung sebut mata pelajaran,” tegas Sherly dengan wajah serius.
“Kalau di kelas 11 sih jarang ibu, yang paling banyak itu di kelas 10,” beber murid itu.
Setelah sempat ragu, siswa-siswi SMAN 1 Morotai itu kemudian menyebut satu persatu nama guru yang diketahui jarang datang untuk memberikan pengajaran.
“Berapa? Guru apa?,“ tanya Gubernur lulusan kampus di Surabaya tersebut.
“Kalau di kelas 10 itu ada beberapa pelajaran mungkin, kadang (guru) informatika. Informatika paling jarang masuk (kelas),” ungkap siswa.
“Siapa nama gurunya?,“ tanyanya lagi.
“(Guru) informatika (namanya) pak jaya,“ paparnya.
“Hmm terus apa lagi kemarin?,“ lanjutnya.
“Kemarin sama Pak Ui, cuma karena Pak Ui ada kegiatan. Pak Ui bilang ada kegiatan jadi jarang masuk,” bebernya.
“Apa lagi?,“ kata Sherly menegaskan.
“Lain-lainnya jarang,” pungkasnya.
Sherly Tjoanda Pasang Badan untuk Siswa SMA Jika Dimarahi Sang Guru
- Ilustrasi AI ChatGPT - Instagram @malutprov
Tampak jelas bahwa ada kekhawatiran ketika siswa-siswi SMAN 1 Morotai disuruh Sherly Tjoanda menyebut satu per satu guru yang jarang mengajar.
Ini karena ada kepala sekolah SMAN 1 Morotai yang mendampingi Sherly Tjoanda. Gubernur Malut bahkan sempat marah karena sang kepsek juga buat kesalahan.
Melihat gelagat siswa-siswi tersebut, Sherly Tjoanda pun langsung pasang badan dan mengimbau kepala sekolah agar anak murid tadi tidak dimarahi.
“Nggak boleh dimarah ya anaknya, dia berkata jujur,“ ucap Ibu Gub.
“Kalau ada yang marah kamu DM saya. Dadahh,” pungkasnya.
(han)
Load more