Meski Kena Sentil, Bupati Cianjur Puji Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Buat Warganya Semakin Jaga Lingkungan
- Kolase Instagram/@dr.mohammadwahyu & Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Cianjur, tvOnenews.com - Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian memberikan pujian kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Apresiasi itu terjadi dalam gelaran karnaval di Hari Tatar Sunda.
Wahyu dan Dedi Mulyadi turut menyemarakkan pagelaran dan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda. Acara ini berlangsung di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (6/5/2026) malam hari WIB.
Di gelaran ini, Wahyu sempat mendapat sindiran halus. Sentilan dari Dedi Mulyadi tak lepas dari kondisi penerangan di beberapa ruas jalan kabupaten di Cianjur karena masih gelap.
Namun begitu, sindiran itu tak menutup dirinya memuji komitmen dari Gubernur Jabar. Wahyu mengungkapkan sosok KDM berhasil membuat warga Cianjur menjaga kelestarian lingkungan.
"Sekarang semakin banyak warga Cianjur yang menjaga lingkungannya," ujar Wahyu di hadapan Dedi Mulyadi seusai Kirab Milangkala Tatar Sunda dikutip, Sabtu (9/5/2026).
- ANTARA/Ahmad Fikri
Selain itu, Wahyu kembali memberikan apresiasinya. Bagi Bupati Cianjur itu, sosok KDM berhasil membuat warga Cianjur bersikeras menjaga hutan.
Pasalnya, Dedi Mulyadi selalu menekankan betapa pentingnya menjaga alam. Gubernur Jabar itu pun membentuk berbagai kebijakan hingga terobosannya yang menyangkut pada konservasi alam.
Program kebijakan dan terobosan dari KDM membuat kepedulian masyarakat semakin meningkat, terutama dalam urusan menjaga hutan.
Ia selaku Bupati Cianjur tentu bahagia mendengar hal itu. Menurutnya, hutan sebagai aspek penting dalam menjaga keseimbangan ekologis.
Selain itu, kehadiran hutan juga mencegah bencana alam. Bahkan, alam yang terjaga mampu mendukung perekonomian bagi warga Cianjur.
"Banyak juga yang menjaga alam," ucapnya.
Di kesempatan itu, Wahyu mengapresiasi warga Cianjur. Masyarakat kerap kali aktif dan inisiatif untuk selalu menjaga kebersihan.
Bahkan, kata dia, tak sedikit masyarakat di Cianjur turut mengikuti gerakan penghijauan. Hal ini menjadi keuntungan utama bagi Pemkab Cianjur untuk melakukan mitigasi bencana.
Selain tentang kelestarian lingkungan dan alam, Wahyu membagikan kabar baik. Ia mengungkapkan berkat sosok KDM membuat warga Cianjur semakin bangga menjadi orang Sunda.
Ia menegaskan alasan tersebut tidak semata pendapat semata. Wahyu melihat pancaran bahagia ribuan warga Cianjur yang antusias menyemarakkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda.
"Sejak Pak Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jabar, banyak warga Cianjur malah semakin bangga menjadi urang Sunda," terangnya.
Ia menyampaikan harapannya agar masyarakat Jabar sejahtera. Melalui karnaval ini, KDM diharapkan untuk menghidupkan kembali betapa pentingnya Tatar Sunda.
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Sementara, Dedi Mulyadi menyampaikan pesan utama dari momentum Milangkala Tatar Sunda. Ia menginginkan seluruh elemen kembali menata alam.
Ia menyampaikan ancaman terbesar saat ini. Kata dia, tidak selarasnya alam dengan manusia menjadi tantangan berat yang harus diubah mulai dari sekarang.
"Kita paham, misalnya di Cianjur, banyak hal aneh yang tidak logis terjadi. Misalnya banjir kok di Puncak, di mana-mana banjir itu di dataran rendah, tapi ini banjir terjadi di dataran tinggi," ujar Dedi Mulyadi.
KDM menegaskan bahwa, Pemprov Jabar siap melawan pihak yang berupaya mengeksploitasi alam. Maka dari itu, pemerintah akan kembali menata tata ruang.
"Nanti pemerintah kota dan kabupaten mengikuti apa yang sudah ditetapkan provinsi. Ini sudah kita sepakati dengan Dirjen Tata Ruang. Kita sudah ada pertemuan dengan Kementerian ATR/BPN," terangnya.
Mantan Bupati Purwakarta ini memahami pertumbuhan ekonomi sangat penting. Namun demikian, pelaksanaan melakukan hal tersebut tentu harus dibarengi dengan keselarasan kondisi alam dan lingkungan.
KDM akan mendorong anggaran dari APBD perubahan. Nantinya, dana ini akan dialokasikan agar masyarakat terus menanam pohon, terutama di kawasan tebing yang rentan terjadinya bencana alam.
"Nanti kebun-kebun sayur secara bertahap akan diubah menjadi tanaman keras, kopi, dan tanaman lainnya yang mempunyai fungsi-fungsi ekologinya," tukasnya.
(hap)
Load more