Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari
- kolase Facebook/I Love Pati - YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo
tvOnenews.com - Kasus dugaan pelecehan seksual di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus menjadi perhatian publik.
Sosok pengasuh ponpes, Ashari, kini telah ditangkap polisi setelah sempat buron lintas provinsi.
Di tengah proses hukum yang berjalan, muncul pengakuan dari ayah salah satu korban yang menyebut gerak-gerik Kiai Ashari sebenarnya sudah lama dianggap janggal oleh orang-orang di sekitar pondok pesantren.
Pria tersebut mengaku sudah mengenal Ashari sejak sebelum pesantren berdiri.
Ia bahkan ikut membantu membangun pondok dan mencari santri sejak tahun 2015 hingga 2016.
“Saya di situ mulai 2015/2016, mulanya jadi teman ngaji sebelum berdiri pondok pesantren,” ujarnya dalam tayangan YouTube Denny Sumargo.
- YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo
Meski awalnya tidak menaruh curiga besar, ia mengaku lambat laun melihat sejumlah perilaku yang menurutnya tidak wajar.
Salah satu hal yang paling disorot adalah kebiasaan Ashari mengajak santriwati pergi pada malam hari, baik untuk kegiatan shalawatan maupun ziarah.
“Gerak-gerik Pak Kiai menurut saya kurang pas. Yang diajak pergi malam kebanyakan santriwati atau wanita yang sudah berkeluarga,” ungkapnya.
Tak hanya itu, ia juga mempertanyakan alasan Ashari yang disebut sering meminta dipijat oleh santriwati, padahal di pesantren tersebut juga banyak santri laki-laki.
“Kenapa yang disuruh memijat selalu santriwati, padahal di situ juga banyak anak santri laki-laki,” katanya.
- kolase Facebook/I Love Pati - YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo
Menurut pengakuannya, Ashari bahkan kerap berganti-ganti santriwati dengan alasan pijatan sebelumnya dianggap kurang enak.
Kasus ini sendiri terungkap setelah adanya laporan dugaan pencabulan dan kekerasan seksual sejak 2024.
Polisi kemudian menetapkan Ashari sebagai tersangka pada 28 April 2026 setelah menemukan bukti permulaan yang cukup.
Saat hendak diperiksa, Ashari justru mangkir dan melarikan diri.
Pihak kepolisian menyebut ia sempat berpindah-pindah tempat persembunyian mulai dari Kudus, Solo, Bogor hingga Jakarta.
Load more