News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Senin, 11 Mei 2026 - 02:56 WIB
Terduga pelaku pencabulan santriwati Kiai Ashari
Sumber :
  • Youtube FHI Multimedia

tvOnenews.com - Kasus dugaan pelecehan seksual kembali terjadi di lingkungan pondok pesantren, oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari telah ditetapkan sebagai tersangka.

Para korban merupakan santriwati dari Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah yang telah melaporkan kejadian ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

TRIGGER WARNING: Artikel ini mengandung konten eksplisit pelecehan seksual yang dapat memicu kondisi emosi dan mental pembaca. Kami menyarankan Anda tidak meneruskan membacanya jika mengalami kecemasan dan meminta bantuan profesional.

Perlahan kasus dugaan pelecehan seksual ini mulai terbongkar, aksi bejat Kiai cabul ini diungkapkan oleh para korban.

Salah satu ayah korban dengan nama samaran Pak Di mengaku ia sebagai seorang jamaah yang kerap membantu kegiatan majelis, salah satunya dalam kegiatan pondok pesantren (Ponpes).

Pak Di sudah mengikuti kegiatan majelis sejak tahun 2015. Seiring berjalannya waktu, majelis tersebut semakin besar dan mendirikan sebuah pondok pesantren serta sekolah tingkat SD atau Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Pada awal dibangunnya ponpes, ia membantu untuk mencarikan santri hingga terkumpul beberapa orang.

Lambat laun, gerak-gerik oknum Kiai tersebut mulai terbaca oleh Pak Di. Melalui tayangan YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, dirinya mengetahui bahwa santriwati kerap diajak pergi pada malam hari untuk menemaninya ke berbagai kegiatan.

“Contohnya dia yang selalu diajak pergi malam, entah kegiatan shalawat entah ziarah itu kebanyakan santriwati atau wanita,” ungkap Pak Di pada tayangan YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo.

Ayah korban/santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati
Ayah korban/santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati
Sumber :
  • YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo

Tak hanya itu, kini santri laki-laki di ponpes tersebut sudah semakin banyak. Namun oknum Kiai itu hanya meminta santriwati untuk pijatkan tubuhnya.

“Yang disuruh mijit ketika sudah banyak santri itu kok nggak pernah suruh anak laki-laki untuk pijat. Padahal disitu banyak santri laki-laki, tapi seringnya perempuan,” ujarnya.

Pak Di sempat bertanya pada Ashari mengapa dirinya kerap berganti-ganti santri untuk memijatnya.

Tersangka mengaku beralasan karena tangan santriwati tersebut tidak enak cara pijatnya.

“Kan sering Jagong (ngobrol) dengan saya. Kadang malam saya ikut jagong di situ (ponpes). Ketika dia nggak cocok sama yang satu (santri) alasannya ‘wah tangannya gatal’ dalam arti kurang enak pijatnya,” jelas Pak Di.

Selain pada santriwati yang masih bersekolah, tak sedikit pula santriwati yang sudah dewasa masih tinggal di dalam pondok pesantren tersebut, bahkan sudah berkeluarga.

Namun, menurut Pak Di, santriwati tersebut kerap diajak oknum untuk menemaninya di kamar.

“Disitu banyak santriwati yang sudah berumah tangga tapi diakui anak angkatnya dari oknum Kiai itu,” terang orangtua korban itu.

“Di situ keakraban sama santriwati yang sudah berkeluarga banyak. Kesannya terlalu akrab, jadi dilihat negatif. Disitu punya suami, kadang dipanggil ke kamarnya untuk nemenin di kamar,” sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tetapi, tidak semua santriwati dipilih olehnya untuk menemani tidur. Hanya santriwati yang berparas ayu yang diminta saat akan melakukan aksinya.

(kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ganggu Pasokan Minyak RI, Bahlil Sebut Ketidakpastian Geopolitik Global Ibarat Malaria

Ganggu Pasokan Minyak RI, Bahlil Sebut Ketidakpastian Geopolitik Global Ibarat Malaria

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengakui, kondisi geopolitik global hari ini masih sangat diliputi berbagai ketidakpastian, yang dinamika perubahannya sangat cepat.
Halte Bus TransJakarta Tebet Eco Park Hancur Usai Ditabrak Truk, Polisi: Pengemudi Kabur

Halte Bus TransJakarta Tebet Eco Park Hancur Usai Ditabrak Truk, Polisi: Pengemudi Kabur

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan Halte Bus TransJakarta Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, mengalami rusak parah diduga akibat ditabrak truk. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (25/6/2026) pagi.
Festival Literasi Parlemen 2026: Literasi Budaya, Perkuat Demokrasi

Festival Literasi Parlemen 2026: Literasi Budaya, Perkuat Demokrasi

Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI kembali menggelar Festival Literasi Parlemen 2026 dengan mengusung tema “Literasi Budaya untuk Demokrasi” di Perpustakaan DPR RI.
DPR: Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG Sony Sonjaya Tak Layak Dapat Perlindungan LPSK

DPR: Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG Sony Sonjaya Tak Layak Dapat Perlindungan LPSK

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai tersangka kasus dugaan korupsi program MBG Sony Sonjaya tidak layak mendapat perlindungan LPSK
Cerita Detik-detik YTR Hilang dari Keluarga, Izin Nonton Konser Bareng Taufik Hidayat hingga Berujung Ditemukan Kritis

Cerita Detik-detik YTR Hilang dari Keluarga, Izin Nonton Konser Bareng Taufik Hidayat hingga Berujung Ditemukan Kritis

Kisah pilu yang dialami YTR (29), perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, mulai terkuak satu per satu setelah kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan yang dilakukan Taufik Hidayat (30), terungkap.
Polda Jabar Buka Ruang untuk Korban Taufik Hidayat Melapor ke Nomor Darurat 110

Polda Jabar Buka Ruang untuk Korban Taufik Hidayat Melapor ke Nomor Darurat 110

Polda Jawa Barat masih menelusuri akun-akun yang diduga mengaku jadi korban Taufik Hidayat di Media Sosial. Pihaknya pun membuka ruang aduan 110.

Trending

Awal Mula Kasus Penyekapan Wanita di Bandung Mencuat, Berujung Terduga Pelaku Taufik Hidayat Kena Pasal Berlapis

Awal Mula Kasus Penyekapan Wanita di Bandung Mencuat, Berujung Terduga Pelaku Taufik Hidayat Kena Pasal Berlapis

Simak penjelasan lengkap, mengapa kasus penyekapan dilakukan terduga pelaku Taufik Hidayat muncul dan viral di media sosial. Kini korbannya dirawat di RSHS
Ramalan Keuangan Zodiak 26 Juni 2026: Scorpio Paling Untung, Gemini Manfaatkan Kondisi

Ramalan Keuangan Zodiak 26 Juni 2026: Scorpio Paling Untung, Gemini Manfaatkan Kondisi

Ramalan keuangan zodiak 26 Juni 2026 hadir lengkap dengan angka keberuntungan 12 zodiak. Jumat berkah ini, siapa yang paling untung dan siapa yang harus hati-hati?
Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 26 Juni 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget

Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 26 Juni 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget

Tanggal 26 Juni 2026 diprediksi membawa energi positif dalam sektor keuangan bagi sejumlah zodiak. Berikut 6 zodiak yang paling bercuan deras di hari tersebut.
Legenda Hyundai Hillstate Blak-blakan soal Megawati Hangestri, Sudah Yakin 'Wajah' Tim Bakal Berubah Total

Legenda Hyundai Hillstate Blak-blakan soal Megawati Hangestri, Sudah Yakin 'Wajah' Tim Bakal Berubah Total

Kehadiran Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate ternyata sudah menciptakan dampak besar meski sang pemain belum main satu laga pun. Legenda klub beri reaksi.
Pernah Kabulkan Jadi Tahanan Rumah, Kini KPK Bantarkan Penahanan Eks Menag Yaqut Cholil

Pernah Kabulkan Jadi Tahanan Rumah, Kini KPK Bantarkan Penahanan Eks Menag Yaqut Cholil

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tangguhkan penahanan tersangka korupsi kuota haji sekaligus mantan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas.
Jumat Berkah, 4 Shio Paling Hoki pada 26 Juni 2026: Naga dan Ular Paling Untung

Jumat Berkah, 4 Shio Paling Hoki pada 26 Juni 2026: Naga dan Ular Paling Untung

Ramalan keuangan shio 26 Juni 2026 untuk 12 shio sudah hadir. Cek shiomu sekarang, siapa yang dapat rezeki di penghujung pekan dan siapa yang harus tahan diri dulu!
Bicara soal Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Wanita di Bandung, Dedi Mulyadi: Akan Peka Ketika Viral, Itu Cermin Lingkungan Abai terhadap Peristiwa

Bicara soal Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Wanita di Bandung, Dedi Mulyadi: Akan Peka Ketika Viral, Itu Cermin Lingkungan Abai terhadap Peristiwa

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kasus penyekapan dan penganiayaan wanita di salah satu tempat kos-kosan di Kabupaten Bandung selama tiga tahun lamanya. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT