Setia Pada Benny Laos, Sherly Tjoanda Ceritakan Momen Pertama Kali Jatuh Cinta dengan Mendiang Suami: Se-Simpel itu
- Kolase tvOnenews.com/Instagram @s_tjo
tvOnenews.com - Sesuatu yang tak pernah dipikirkan sebelumnya oleh Sherly Tjoanda untuk menjadi seorang Gubernur Maluku Utara.
Pasalnya, menurutnya menjadi seorang pejabat publik merupakan hal yang sangat patriarki.
Awalnya, menjadi seorang Gubernur Maluku Utara merupakan mimpi mendiang suaminya, Benny Laos.
Namun semua berubah setelah insiden kecelakaan kapal saat Benny Laos sedang masa kampanye, pada 12 Oktober 2024 di pelabuhan Bobong, Kecamatan Taliabu Barat.
Dibalik kesetiaan Sherly Tjoanda terhadap suaminya, banyak publik yang bertanya-tanya mengapa orang nomor satu di Maluku Utara saat ini memilih Benny Laos sebagai suaminya.
Sherly dapat menjelaskan awal mula pertemuannya dengan sosok Benny Laos dan mengapa ia jatuh cinta terhadapnya.
Melalui podcast di kanal YouTube Merry Riana, Sherly menjelaskan awal mula pertemuannya dengan Benny Laos.
Pertemuan mereka pertama kali dikenalkan oleh tantenya di Bali. Perkenalan mereka cukup singkat, hanya satu bulan Sherly dan Benny akhirnya bertunangan.
“Di Bali, jadi dikenalkan oleh Tante, lalu almarhum suami datang ke rumah. Singkat sih kita kenalan cuma satu bulan terus kita tunangan,” ungkap Sherly Tjoanda pada tayangan YouTube Merry Riana.
- Instagram @s_tjo
Menurutnya jatuh cinta pada seorang Benny Laos begitu mudah. Saat itu Sherly hanya melihat Benny saat memindahkan mobilnya ke dalam garasi.
“Ada kejadian, kejadiannya sih receh banget. Waktu itu hujan, mobil saya di luar terus banjir selutut. Pak Benny keluar buat masukin mobil saya ke garasi,” jelas Sherly.
“Entah lah kenapa pada malam itu saya merasa bahwa dia punya fighting spirit yang baik,” sambungnya.
Dirinya percaya akan rezeki bisa mengalir kapan saja. Namun saat berada di bawah, ia memiliki semangat untuk mengatasi masalah tersebut.
“Kita nggak pernah tahu. Secara ekonomi, papa saya pernah di atas, pernah di bawah. Terus balik lagi ke atas,” ujar istri mendiang Benny Laos.
“Saya merasa saya harus menikah dengan seseorang yang ketika ada zona tidak nyaman, dia bisa fight back. Lalu iya sukanya karena itu,” sambungnya.
Saat berkenalan dengan orang tuanya, Benny seketika diterima ayah Sherly.
Meski begitu, Sherly tetap tidak menyukai sisi lain dari almarhum suaminya, yaitu sisi yang sangat dominan.
Akan tetapi, ia bisa belajar banyak hal dari mantan Bupati Kepulauan Morotai itu.
“Tetap nggak suka, selama pernikahan tetap nggak suka karena dia sangat dominan. Tapi kemudian dari almarhum lah saya belajar banyak,” pungkasnya.
(Kmr)
Load more