Dedi Mulyadi Pastikan Proses Pemulangan PMI Asal Karawang di Libya Berjalan Aman, KBRI Diminta Turun Tangan
- TikTok @dedimulyadiofficial
tvOnenews.com - Dedi Mulyadi kembali jadi sorotan publik usai merespons video viral Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mengaku terlantar dan mengalami penyiksaan di Libya.
Dalam video yang ramai beredar di media sosial itu, para pekerja migran tampak memohon bantuan secara langsung kepada Dedi Mulyadi. Dua di antaranya diduga berasal dari Karawang, Jawa Barat.
Salah satu perempuan dalam video tersebut mengaku kondisi mereka semakin memprihatinkan karena mengalami perlakuan kasar selama berada di Libya.
- TikTok @dedimulyadiofficial
- Istimewa
Tak hanya itu, mereka juga mengaku menjadi korban penipuan agen penyalur tenaga kerja. Awalnya dijanjikan berangkat ke Turki, namun justru dibawa ke Libya dan disebut mengalami perlakuan kasar.
“Kami juga disiksa sama agen pak, disini kita ditipu diberangkatkan ke Turki nyatanya diberangkatkan ke Libya,” ungkap perempuan lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi langsung buka suara melalui unggahan di akun TikTok pribadinya. Ia memastikan Pemprov Jawa Barat akan berupaya membantu proses penanganan kasus tersebut.
- Cepi Kurnia/tvOne
“Terima kasih ya atas informasinya, ada ketidakberuntungan yang dialami oleh saudara kita khususnya warga dari Kabupaten Karawang, yang hari ini ingin kembali ke Indonesia karena mengalami masalah di Libya,” ujar Dedi Mulyadi.
Menurutnya, kasus PMI bermasalah seperti ini sering kali berkaitan dengan proses keberangkatan yang tidak sesuai prosedur resmi.
Meski begitu, KDM menegaskan pihaknya tetap akan melakukan koordinasi dengan KBRI Libya untuk memastikan kondisi dan keberadaan para PMI tersebut.
“Biasanya kalau yang bermasalah seperti ini proses pemberangkatannya bermasalah, tetapi kami tetap akan melakukan komunikasi dengan KBRI Libya untuk memastikan keberadaan Warga Jabar tersebut, dan memastikan pengembaliannya kembali ke kampung halamannya,” tegas Gubernur Jawa Barat itu.
![]()
Ia juga meminta keluarga dan masyarakat untuk bersabar karena pemerintah akan menindaklanjuti laporan tersebut.
“Untuk itu, saya ucapkan terima kasih mohon bersabar, kami akan menindaklanjuti apa yang disampaikan,” tambahnya.
Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang mengaku masih mengalami kesulitan melacak identitas para pekerja migran dalam video karena minimnya data yang tersedia.
Pihak dinas pun mengimbau keluarga yang merasa memiliki hubungan dengan para PMI tersebut agar segera melapor supaya proses identifikasi dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat. (asl)
Load more