Seusai Dinasihati Dedi Mulyadi, Kades Hoho Makin Tegas Akan Lantik Perangkat Desa Purwasaba
- tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
tvOnenews.com - Sikap Hoho Alkaf kini terlihat semakin tegas di tengah polemik seleksi perangkat desa Purwasaba, Banjarnegara. Setelah sempat mengaku tertekan dan curhat langsung kepada Dedi Mulyadi, Kades Hoho kini justru menegaskan dirinya tetap akan melantik peserta seleksi yang dinilai lolos secara sah.
Pernyataan tegas itu muncul setelah sebelumnya Hoho Alkaf menjadi sorotan karena mengaku mendapat tekanan terkait proses seleksi perangkat desa. Bahkan, ia sempat datang ke Lembur Pakuan, Subang, pada 16 Maret 2026 untuk berbincang langsung dengan Dedi Mulyadi usai menjadi korban pengeroyokan oleh oknum LSM.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi terlihat memberikan nasihat agar persoalan tersebut ditempuh melalui jalur hukum dan prosedur birokrasi yang berlaku.
“Bapak mah tempuh saja jalur prosedur hukum karena bapak adalah kepala desa, kekuatannya adalah kekuatan di birokrasi. Standarnya ya standar birokrasi saja. Jangan ada standar pengerahan masalah lagi,” ujar Dedi Mulyadi.
Dedi juga mengingatkan bahwa setiap keputusan harus berdiri di atas prosedur yang benar dan tidak boleh diubah hanya karena tekanan dari pihak tertentu.
“Karena kepala desa ya kita gunakan saja aturan hukum, dan setiap orang enggak boleh tertekan apa pun untuk merubah sebuah keputusan. Kalau keputusan itu diyakini oleh sebuah kebenaran, tapi kalau tidak diyakini oleh kebenarannya, ada keraguan, merasa salah dalam prosedur, ya setiap orang boleh mengoreksi,” lanjutnya.
Menurut Dedi, jika proses seleksi perangkat desa memang sudah berjalan secara adil dan transparan, maka keputusan tersebut harus dijalankan.
“Kalau misalnya seleksi itu diyakini memang sudah sesuai prosedur, kemudian adil, transparan, terbuka, akuntabel, ya putuskan.”
Namun Dedi juga menegaskan, perubahan tetap bisa dilakukan jika ditemukan bukti kecurangan yang jelas.
“Tetapi kalau merasa seleksi itu tidak terbuka, kemudian terindikasi tindak kecurangan, ya orang boleh dong melakukan perubahan, tetapi perubahannya dilakukan setelah ada fakta-fakta dan bukti-bukti yang akurat. Gitu ya pak.”
Di akhir percakapan, Dedi sempat melontarkan kalimat yang kemudian ramai diperbincangkan publik.
Load more