4 Tujuan Utama Sherly Tjoanda Bangun Jalan di Maluku Utara, Saling Terhubung ada Keuntungan untuk Semua Warga
- Instagram/@s_tjo
Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda memiliki ambisi dalam memajukan Malut. Terutama dalam kesejahteraan warganya dalam sektor ekonomi.Â
Dalam mewujudkan ekonomi di Maluku Utara, Sherly Tjoanda pun mengeluarkan sebuah kebijakan. Kebijakan itu mencakup efisiensi.Â
Gubernur Malut itu mengatakan efisiensi yang diusung disebut bukan sekadar penghematan anggaran, tetapi bagaimana mempercepat pemerataan pembangunan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
- Kolase tvOnenews.com/Instagram t_jo/Gemini AI
Dalam akun Instagramnya, Sherly Tjoanda menjelaskan dalam mewujudkan mimpinya itu. Dibutuhkan langkah besar berupa pembangunan infrastruktur.Â
Bangun infrastruktur yang berfokus seperti membangun akses atau jalan. Tujuannya bukan sekadar jalan yang saling terhubung.
"Melalui skema Kontrak Payung bersama @lkpp_ri, pembangunan jalan kini bisa berjalan lebih cepat, lebih hemat, dan lebih pasti tanpa proses tender berulang," ucapnya, dikutip dari Instagramnya, Selasa (12/5).
Lebih lanjut, kata Sherly Tjoanda Laos hasil kerjasama dengan Lembaga Kebijakan Penggadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP RI) menghasilkan kontrak payung bersama.Â
Diharapkan bisa menghasilkan 7 ruas jalan sepanjang 75 km, yang disebutkan sudah dikontrak dan segera mulai dikerjakan.
Sebab setiap pembangunan atau rupiah yang dihemat harus kembali menjadi manfaat bagi rakyat, kata Sherly Tjoanda.
- YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo
Dengan demikian, kata Sherly kerjasama ini untuk memajukan Maluku Utara. Ternyata terselipkan tujuan utama Gubernur Malut ini, diantaranya:
Pertama, Petani lebih mudah distribusi hasil panen
Kedua, Nelayan mendapat akses pasar yang lebih baik
Ketiga, Anak-anak lebih dekat ke sekolah
Keempat, Layanan kesehatan lebih mudah dijangkau
Sehingga pembangunan jalan atau infrastruktur di Maluku Utara, disebut Sherly Tjoanda bukan hanya soal membangun jalan, tetapi membuka akses kehidupan warganya.
"Terima kasih kepada @kejati.malut dan Polda Malut (@humas_polda_malut_) yang turut mengawal proses ini agar tetap berjalan sesuai koridor hukum dan tata kelola yang akuntabel," sambung Sherly.
"Apresiasi khusus kepada @lkpp_ri, terutama Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah, Bapak Setya Budi Arijanta, yang turut mendorong Maluku Utara menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mengimplementasikan skema Kontrak Payung untuk pembangunan jalan daerah," ucapnya lagi.(klw)
Â
Load more