GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Santriwati Korban Ponpes di Pati Blak-blakan, Sebut Kiai Ashari Pernah Panggil Dua Wanita dalam Satu Malam

Santriwati korban Ponpes di Pati blak-blakan mengungkap dugaan Kiai Ashari memanggil dua wanita dalam satu malam saat berada di kamar berbeda. Simak beritanya!
Rabu, 13 Mei 2026 - 05:13 WIB
Ilustrasi Santriwati Korban Ponpes di Pati
Sumber :
  • tvOnenews.com -Angelia Nafriana

tvOnenews.com - Kasus dugaan pelecehan seksual di sebuah Ponpes di Pati, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan publik setelah pengakuan mengejutkan dari seorang mantan santriwati. Korban blak-blakan mengungkap pengalaman yang disebutnya masih membekas hingga kini.

Bukan hanya soal dugaan perlakuan tidak senonoh, pengakuan Tari juga memunculkan dugaan aktivitas mencurigakan yang dilakukan pengasuh Ponpes tersebut pada malam hari. Ia bahkan menyebut pernah mendengar suara perempuan lain saat dirinya dikunci di kamar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini menyeret nama pendiri sekaligus pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo di Pati berinisial AS alias Ashari. Sosok yang disebut sebagai kiai itu diduga melakukan kekerasan seksual terhadap puluhan santriwati dengan modus terapi batin dan penyembuhan spiritual.

Setelah kasus viral, hadir pula seorang ayah korban dengan nama samaran Pak Di bersama anaknya, Tari, dan kuasa hukumnya, Ali Yusron, dalam podcast Curhat Bang milik Denny Sumargo yang tayang pada 7 Mei 2026.

Dalam tayangan tersebut, Tari mengaku dirinya dan sejumlah santriwati lain diduga menjadi korban manipulasi berkedok ajaran agama. Para korban disebut kerap diminta memijat, menemani tidur, hingga melakukan hal-hal yang diklaim sebagai bagian dari “kesembuhan batin”.

Salah satu pengakuan yang paling menyita perhatian publik adalah saat Tari (nama samaran) menceritakan pengalaman ketika diminta menemani tidur oleh sosok kiai tersebut.

“Ada yang ini nggak, yang kayak diajak berdua gitu atau cuma satu-satu?” tanya Denny Sumargo.

“Menurut keterangannya ada,” jawab Ali Yusron.

Tari kemudian mencoba menjelaskan situasi yang pernah dialaminya di dalam kamar Ponpes tersebut.

“Pernah kejadian itu, saya kan nemenin tidur itu, saya dikunci dari luar. Saya tuh kan kalau pura-pura tidur kan enggak tidur beneran, terus Pak Kiai itu pergi terus ngunci saya dari luar, terus tak batin dalam hati aja ngapain gitu kan, terus kok ada suara lagi di kamar lain gitu. Tapi aku enggak tahu sama siapa,” jelas Tari.

“Kamu enggak tahu. Ada berapa orang kira-kira suara perempuan di kamar lain itu?” tanya Denny Sumargo lagi.

“(Ada) satu (orang) sama Pak Kiai,” jawab Tari.

Ali Yusron kemudian menambahkan keterangan terkait kondisi kamar yang disebut saling terhubung.

“Menurut keterangannya kemarin, satu kamar bersebelahan, cuma kan satu kamar pak, pintunya jadi satu kok,” ujar Ali Yusron, kuasa hukum Tari.

Mendengar penjelasan tersebut, Denny Sumargo mencoba memperjelas kronologi agar tidak menimbulkan salah tafsir di kalangan penonton.

“Oh ada kemungkinan begini ya, ini di sini siapa, nanti dia pindah kamar sini siapa maksudnya begitu ya?” tanya Denny Sumargo.

“Maaf ya aku ini coba supaya penonton juga bisa nangkapnya enggak salah arah gitu. Takutnya informasinya jadi salah gitu kan ya,” lanjutnya.

Dalam podcast itu, Denny juga menegaskan bahwa seluruh keterangan yang disampaikan masih bersifat dugaan. Namun, ia mencoba menggali perasaan ayah korban yang mengaku sangat terpukul setelah mengetahui apa yang dialami anaknya di lingkungan Ponpes tersebut.

“Tapi ini kan semuanya masih sifatnya dugaan, cuman apa yang bapak alami sebagai korban dan anak, bapak meyakini bahwa orang ini memang melakukan tindakan kejahatan begitu kan,” kata Denny Sumargo.

“Nah bapak kan tahu anaknya bapak itu pada saat itu mengalami. Perasaan bapak gimana waktu itu?” tanyanya lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Wah kecewa, soalnya saya sudah percaya penuh ya sama Pak Kiai itu,” jawab Pak Di dengan nada sedih.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Salah Satu Juri LCC MPR Kalbar Indri Wahyuni Tantang Netizen Bongkar LHKPN Miliknya: Hayoo yang Iri Makin Panas

Salah Satu Juri LCC MPR Kalbar Indri Wahyuni Tantang Netizen Bongkar LHKPN Miliknya: Hayoo yang Iri Makin Panas

Jagat media sosial belakangan ini dihebohkan dengan viralnya potongan video penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat tau LCC MPR di Kalimantan Barat.
298 Calon Jemaah Haji asal Lumajang Batal Berangkat Tahun Ini, Paling Banyak Terkendala Biaya

298 Calon Jemaah Haji asal Lumajang Batal Berangkat Tahun Ini, Paling Banyak Terkendala Biaya

Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang batal menunaikan ibadah haji tahun 2026 cukup banyak.
Ledakan Misterius Gegerkan Warga Kota Probolinggo, Polisi Lakukan Penyelidikan

Ledakan Misterius Gegerkan Warga Kota Probolinggo, Polisi Lakukan Penyelidikan

Warga Jalan Panjaitan, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, dibuat panik setelah terdengar suara ledakan pada Selasa sore (12/5/2026).
Persib Bandung Ketiban Durian Runtuh, FIFA Bikin Aturan Begini soal Pemain yang Tampil di Piala Dunia 2026

Persib Bandung Ketiban Durian Runtuh, FIFA Bikin Aturan Begini soal Pemain yang Tampil di Piala Dunia 2026

Persib Bandung tampaknya akan ketiban durian runtuh jika Frans Putros bermain di Piala Dunia 2026. Sebab, FIFA akan memberikan kompensasi atas hal ini.
Ketua Umum ABKI Mediasi Pertemuan Strategis Kepala Staf Kepresidenan dengan Duta Besar Arab Saudi

Ketua Umum ABKI Mediasi Pertemuan Strategis Kepala Staf Kepresidenan dengan Duta Besar Arab Saudi

Ketua Umum ABKI Drs. Habib Mohsein Saleh Badegel, S.H., M.Sc., memediasi pertemuan strategis antara Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Republik Indonesia, H.E. Mr. Faisal Bin Abdullah H. Amodi.
Ketua DPRD Pamekasan Tak Respons saat Dikonfirmasi Pemeriksaan MNJ oleh KPK

Ketua DPRD Pamekasan Tak Respons saat Dikonfirmasi Pemeriksaan MNJ oleh KPK

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (12/5), bungkam saat dikonfirmasi terkait kebenaran anggotanya dipanggil KPK

Trending

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Al Nassr vs Al Hilal 1-1: Ronaldo Dibuat Tak Habis Pikir dengan Gol Bunuh Diri Bento di 10 Detik Terakhir Injury Time

Al Nassr vs Al Hilal 1-1: Ronaldo Dibuat Tak Habis Pikir dengan Gol Bunuh Diri Bento di 10 Detik Terakhir Injury Time

Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan harus menahan euforia kemenangan mereka atas Al Hilal usai Al Nassr dipaksa bermain imbang dalam laga sengit dan penuh drama.
Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, ungkap perbuatan tak pantas Kiai Ashari selama bertahun-tahun: Awalnya disuruh mijat hingga temani tidur.
Gara-gara 'Artikulasi' Juara Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar Jadi Polemik, DPR Minta Final Lomba Diulang

Gara-gara 'Artikulasi' Juara Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar Jadi Polemik, DPR Minta Final Lomba Diulang

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, secara tegas meminta agar babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat dilakukan pertandingan ulang. 
Usai Dihujat Warganet, Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Buka Suara, Tak Mengelak dari Kesalahan

Usai Dihujat Warganet, Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Buka Suara, Tak Mengelak dari Kesalahan

Setelah dihujat warganet, Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Provinsi Kalimantan Barat buka suara, tak mengelak dari kesalahan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT