Sikap Centil Gubernur Sherly Tjoanda saat Lewati Hutan Bikin Gemas: Gak Tahu Jalan tapi Jalan terus, Menghilang
- Tangkapan layar YouTube GubSherly
Tidore, tvOnenews.com - Momen gemas Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda tak habis-habisnya mencuri perhatian publik. Kali ini, ia membagikan momen dirinya menyusuri hutan viral di media sosial.
Saat itu Sherly Tjoanda mengunjungi lokasi kediaman masyarakat adat Suku Togutil pada Rabu (6/5/2026). Letak komunitas terpencil ini berada di Desa Koli, Oba, Kota Tidore Kepulauan.
Sherly Tjoanda langsung mendapat sambutan hangat dari warga sekitar. Ia juga diajak berbincang oleh seorang warga Suku Togutil alias Suku Tobelo Dalam berpenampilan sederhana bernama Doko.
Sherly Tjoanda langsung diminta untuk membangun rumah layak huni (RLH). Doko mengaku senang jika pemerintah memberikan rumah atau pembangunan perumahan tanpa menghilangkan identitas budaya.
"Mereka mau tinggal menetap?," tanya Sherly Tjoanda dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube GubSherly, Rabu (13/5/2026).
- Instagram/@s_tjo
Doko menegaskan, masyarakat Suku Tobelo Dalam tetap menetap di hutan meski nanti adanya hunian yang layak. Sherly Tjoanda menerima permintaan tersebut dan memberikan jaminan kesejahteraan bagi mereka.
"Mau belajar berkebun? Kalau di pemukiman nanti dikasih bulanan berasnya. Nanti melihara ayam ya," ucap Sherly.
Di momen ini, Sherly coba meminta diajarkan bahasa Tobelo. Pasalnya, masyarakat adat tersebut masih banyak yang berbahasa Tobelo, sebagian sudah mengerti Bahasa Indonesia.
"Bilangnya gimana saya senang bisa jumpa? Bapak kasih tahu ke saya," minta dia.
Sherly pun diajarkan oleh perwakilannya yang bisa menggunakan bahasa komunitas adat terpencil tersebut. Ia langsung coba memperagakan bahasa Tobelo "Saya senang bisa jumpa".
"Rohi make make dengini," ucap Sherly sambil berbahasa Tobelo.
Momen tersebut pun berlangsung hangat. Tak sedikit warga memperlihatkan antusias dan kebahagiaannya dikunjungi oleh Sherly Tjoanda, Pemprov Malut, dan perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos).
Kemudian, seorang Kepala Suku bagi warga setempat mendatangi Sherly Tjoanda. Ia mengaku memiliki gangguan penglihatan sehingga membutuhkan biaya operasi.
Sherly menyempatkan untuk menyapa anak-anak kecil warga Suku Togutil. Wanita berusia 43 tahun ini memperlihatkan keseruannya saat berbincang dengan anak-anak.
Sikap Centil Sherly Tjoanda Melewati Hutan
- Tangkapan layar YouTube GubSherly
Sherly pun melanjutkan perjalanan ke area lain sebagai tempat warga Suku Togutil. Ia harus melewati pohon-pohon yang rimbun di tengah hutan tersebut.
Sherly mengaku bisa mendapat pengalaman baru, terutama dari segi pemahaman masyarakat Suku Togutil yang tinggal di pedalaman dan di area depan terhadap Bahasa Indonesia.
"Mereka biasanya sudah bisa bahasa kita, tapi kalau yang masih tinggal di dalam, dia enggak bisa bahasa kita dan dia pakai bahasa Tobelo," jelasnya sambil jalan melewati hutan.
Selain itu, Sherly juga masih heran banyak warga memiliki nama yang sulit dimengerti. Bahkan, tak sedikit anak-anak yang belum mempunyai nama.
Di momen inilah, istri mendiang Benny Laos itu coba mengajak admin media sosialnya, Nur berbincang. Ia menunjukkan sikapnya yang bikin gemas.
Momen ini kebetulan direkam oleh tim kameramen. Sambil berseloroh, Sherly mengajak bercanda yang menyebutkan agar mereka tidak mendahuluinya.
"Hey sok tahu kalian, nggak tahu jalan tapi jalan terus nanti di hutan sendiri," canda Sherly.
Sherly menunjukkan sikap centilnya. Ia coba memperagakan bagaimana bisa menyulap agar dirinya menghilang.
"Menghilang. Bagaimana mau menghilang segini banyaknya (orang-orang di belakang saya," ucapnya dengan gaya centil.
Di tengah perjalanan itu, Sherly kembali bertemu seorang anak kecil. Ia coba menggandeng anak gadis tersebut untuk menuju kediaman warga lainnya.
Ia dan jajaran Pemprov Malut dan Kemensos tiba di lokasi berikutnya. Ia kembali melihat kehidupan sederhana dilakukan warga sehari-hari.
Sherly Tjoanda Ungkap Program selain Pembangunan Rumah Layak Huni
Sherly kemudian menyampaikan program yang segera direalisasikan oleh Pemprov Jabar. Dari kunjungan itu, ia ingin meningkatkan kualitas gizi bagi masyarakat Suku Togutil terutama terhadap anak-anak.
Selain perbaikan gizi, Gubernur Malut itu menginginkan adanya perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP). Nantinya, setiap keluarga masyarakat Suku Togutil tercatat secara resmi di Kantor Disdukcapil.
Kata Sherly, perekaman KTP terhadap setiap KK memudahkan pemerintah menyalurkan akses bantuan sosial. Rencana pembangunan perumahan seluas 5 hektare juga diharapkan berjalan dengan baik.
(hap)
Load more