GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kekhawatiran Besar Dedi Mulyadi soal Masa Depan Petani Indonesia: Nanti Tak Ada Lagi yang Mau Turun ke Sawah

Dedi Mulyadi ungkap kekhawatiran besar soal masa depan petani Indonesia. Ia takut 20 tahun lagi tak ada generasi muda mau turun sawah. Simak pernyataannya!
Rabu, 13 Mei 2026 - 12:39 WIB
Dedi Mulyadi dan Para Petani
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / Instagram Dedi Mulyadi

tvOnenews.com - Dedi Mulyadi kembali mencuri perhatian publik usai menyampaikan keresahan mendalam soal masa depan petani Indonesia. Dalam unggahan terbarunya, Dedi secara blak-blakan mengaku khawatir suatu hari nanti tak ada lagi generasi muda yang mau turun ke sawah.

Pernyataan itu langsung ramai dibahas warganet karena menyentuh persoalan besar yang selama ini jarang disorot, yakni krisis regenerasi petani di Indonesia. Dedi bahkan menyinggung kondisi para petani saat ini yang mayoritas sudah berusia lanjut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui unggahan Instagram pada 13 Mei 2026, Dedi Mulyadi membagikan video aktivitas para petani di sawah. Dalam unggahan tersebut, ia menuliskan pesan singkat:

“Swasembada pangan dan regenerasi petani Indonesia,” tulis Dedi Mulyadi.

Video itu memperlihatkan para petani yang masih bekerja di tengah lumpur sawah dan panas matahari. 

Dalam narasinya, Dedi menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia saat ini masih bisa menikmati nasi setiap hari berkat kerja keras generasi petani yang sudah tidak muda lagi.

“Kita hari ini masih bisa menikmati nasi yang tersedia di atas piring karena orang tua kita yang usianya rata-rata di atas 50 tahun masih mau turun ke sawah,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia kemudian menggambarkan beratnya pekerjaan petani yang selama ini dijalani masyarakat desa.

“Untuk menjadi kuli babut, kuli tandur, kuli derep, kuli nyangkul, kuli ngagaruk, kuli babat,” lanjutnya.

Menurut Dedi, persoalan terbesar yang mengancam Indonesia saat ini bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga hilangnya generasi penerus petani dalam beberapa dekade mendatang.

Ia mengaku khawatir 20 tahun ke depan para petani yang sekarang masih aktif sudah tidak lagi memiliki tenaga untuk bekerja di sawah, sementara generasi muda enggan melanjutkan profesi tersebut.

“Mungkin 20 tahun ke depan usia mereka sudah sangat tua yang memungkinkan lagi mereka turun ke sawah, dan generasi berikutnya tak ada lagi yang mau turun ke sawah,” kata Dedi Mulyadi.

Dedi juga menyinggung alasan mengapa banyak anak muda kini enggan menjadi petani.

Menurutnya, pekerjaan di sawah dianggap terlalu berat karena harus bergelut dengan lumpur dan panas matahari.

“Karena harus bergelut dengan lumpur, bercengkrama dengan matahari sehingga merusak kecantikan yang dimilikinya. Untuk itu mari kita pikirkan ke depan negeri ini harus swasembada pangan, tetapi negeri ini harus meregenerasi kaum petani,” tutup Dedi Mulyadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

dedi mulyadi
Unggahan Dedi Mulyadi soal Regenerasi Petani. (Sumber: Instagram @dedimulyadi71)

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Iseng Ngeprank Tukang Sol di Bandung sampai Ketawa Ngakak, Gubernur Jabar: Mau Ngesol Dua Ratus Ribuan?

Dedi Mulyadi Iseng Ngeprank Tukang Sol di Bandung sampai Ketawa Ngakak, Gubernur Jabar: Mau Ngesol Dua Ratus Ribuan?

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ngerjain tukang sol di Bandung sampai tertawa ngakak. Momen ini terjadi saat Dedi Mulyadi tertibkan pedagang liar di Bandung.
12 Lagu Tradisional Banyuwangi Tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal

12 Lagu Tradisional Banyuwangi Tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal

12 lagu dan musik tradisi asli Kabupaten Banyuwangi resmi dipagari hukum setelah mengantongi Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kementerian Hukum RI.
Prabowo Mau Pakai Uang Sitaan Korupsi untuk Perbaiki 10.000 Puskesmas, Dari Zaman Soeharto Tak Tersentuh

Prabowo Mau Pakai Uang Sitaan Korupsi untuk Perbaiki 10.000 Puskesmas, Dari Zaman Soeharto Tak Tersentuh

Ribuan Puskesmas dalam kondisi memprihatinkan karena tidak pernah direnovasi sejak era Presiden Soeharto. Sehingga, Prabowo menegaskan akan memakai uang hasil sitaan korupsi untuk perbaikan.
Detik-detik Juri Indri Bungkam Josepha dan Guru Pendamping di Lomba Cerdas Cermat MPR: Guru Tidak Berhak

Detik-detik Juri Indri Bungkam Josepha dan Guru Pendamping di Lomba Cerdas Cermat MPR: Guru Tidak Berhak

Baru-baru ini mencuat terkait kabar detik-detik juri Indri Wahyuni bungkam Josepha Alexandra sebagai peserta Lomba Cerdas Cermat dan guru pendampingnya juga
Viral Juri LCC MPR RI Singgung Endorse dan LHKPN, Harta Rp3,9 Miliar Indri Wahyuni Ikut Dikuliti Netizen

Viral Juri LCC MPR RI Singgung Endorse dan LHKPN, Harta Rp3,9 Miliar Indri Wahyuni Ikut Dikuliti Netizen

Indri Wahyuni viral usai polemik LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar. Story soal endorse dan LHKPN Rp3,9 miliar ramai dibahas netizen.
Kemenkes Perketat Bandara dan Pelabuhan, 51 Balai Karantina Disiagakan Cegah Hantavirus Masuk Indonesia

Kemenkes Perketat Bandara dan Pelabuhan, 51 Balai Karantina Disiagakan Cegah Hantavirus Masuk Indonesia

Kemenkes memperketat pengawasan di bandara dan pelabuhan dengan menyiagakan 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan guna mencegah Hantavirus masuk Indonesia.

Trending

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Shindy Lutfiana curhat usai dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, mengaku kehilangan pekerjaan dan kecewa rekan sejawat rayakan kejatuhannya. Simak pengakuannya!
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Tak Lagi Dipanggil Megatron, Megawati Hangestri Punya Julukan Baru dari Korea Usai Gabung Hyundai Hillstate

Tak Lagi Dipanggil Megatron, Megawati Hangestri Punya Julukan Baru dari Korea Usai Gabung Hyundai Hillstate

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea kembali menjadi sorotan besar media Korea Selatan. Kini, ia tak dipanggil Megatron, melainkan Veteran V-League.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT