GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Respons Datar Warga Suku Togutil Usai Dijanjikan Rumah 5 Hektare oleh Sherly Tjoanda, Gubernur Malut: Pertama Kali Aku

Kunjungan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, ke pedalaman Suku Togutil atau Suku Tobelo Dalam kembali menjadi perhatian publik. Netizen 'salfok' momen ini.
Kamis, 14 Mei 2026 - 23:13 WIB
Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos menyapa masyarakat adat dari Suku Tobelo Dalam
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube GubSherly

tvOnenews.com - Kunjungan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, ke pedalaman Suku Togutil atau Suku Tobelo Dalam kembali menjadi perhatian publik usai videonya viral di media sosial.

Momen tersebut terjadi saat Sherly bersama rombongan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Kementerian Sosial menyambangi komunitas adat terpencil yang tinggal di kawasan hutan Taman Nasional Aketajawe Lolobata pada 6 Mei 2026 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Video kunjungan itu kemudian diunggah melalui kanal YouTube pribadi Sherly Tjoanda pada Selasa, 12 Mei 2026, dan langsung menarik perhatian banyak netizen.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda mengunjungi suku Togutil
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda mengunjungi suku Togutil
Sumber :
  • Instagram @s_tjo

Tidak hanya membawa bantuan sosial, Sherly juga turun langsung melihat kondisi rumah warga hingga berdialog dengan masyarakat adat yang selama ini hidup jauh dari pusat perkotaan.

Dalam kunjungan tersebut, Sherly menawarkan program besar berupa pembangunan kawasan rumah layak huni seluas 5 hektare untuk masyarakat Suku Togutil.

Namun sebelum program itu benar-benar berjalan, Sherly menegaskan bahwa desain dan konsep perumahan nantinya tetap harus sesuai dengan persetujuan masyarakat adat setempat.

Menurutnya, pemerintah tidak ingin menghilangkan identitas budaya maupun pola hidup masyarakat Tobelo Dalam.

“Kita mau bikin mau kasih lahan 5 hektare buat mereka, mau bikin perumahan nanti modelnya mereka setuju dulu supaya mereka bisa tinggal menetap,” ujar Sherly dalam video tersebut.

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos
Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube GubSherly

Selain program perumahan, Pemprov Maluku Utara bersama Kemensos juga berencana memberikan bantuan pangan rutin setiap bulan kepada warga.

Tidak hanya itu, masyarakat juga akan diajarkan berkebun, beternak, hingga memelihara ayam agar bisa lebih mandiri memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Namun di tengah suasana hangat itu, muncul satu momen yang langsung mencuri perhatian publik.

Seorang warga bernama Doko tampak memberikan ekspresi datar saat mendengar rencana pembangunan yang disampaikan Sherly Tjoanda.

Sherly Tjoanda saat Kunjungan ke Suku Togutil
Sherly Tjoanda saat Kunjungan ke Suku Togutil
Sumber :
  • Instagram t_jo

Belakangan diketahui, sikap Doko muncul karena masyarakat adat tersebut ternyata masih menyimpan trauma akibat janji serupa dari pejabat sebelumnya yang tidak pernah direalisasikan.

Warga Suku Togutil rupanya pernah dijanjikan pembangunan rumah layak huni, namun hingga kini tidak kunjung terwujud.

Karena itu, Doko hanya berharap kali ini janji pemerintah benar-benar direalisasikan.

“Yang penting hidup tentram,” ucap Doko singkat menggunakan bahasa Tobelo.

Sherly pun mencoba meyakinkan masyarakat bahwa program tersebut akan dijalankan secara serius dan bersifat jangka panjang.

Ia bahkan menegaskan lahan 5 hektare yang nantinya digunakan untuk pemukiman dan peternakan akan menjadi tempat tinggal permanen bagi masyarakat adat.

Menurut Sherly, pembangunan itu bukan sekadar proyek biasa, melainkan upaya meningkatkan kesejahteraan tanpa menghilangkan budaya asli masyarakat pedalaman.

Tidak berhenti di situ, Sherly juga menemukan fakta bahwa masih banyak warga Suku Togutil yang belum memiliki identitas administrasi seperti nama resmi maupun KTP.

Padahal dokumen kependudukan sangat penting agar masyarakat adat bisa mendapatkan akses bantuan sosial dan program pembangunan pemerintah.

Sherly kemudian langsung meminta jajarannya melakukan perekaman KTP secepat mungkin.

“Habis ini turun ke bawah ambil sembako langsung perekaman biar rumahnya juga bisa dibangun,” kata Sherly.

Di akhir kunjungan, Sherly mengaku senang karena masyarakat Suku Togutil akhirnya mulai terbuka terhadap tawaran pemerintah untuk hidup menetap dengan fasilitas yang lebih layak.

Ia berharap suatu saat nanti kawasan tersebut juga bisa menjadi tempat penelitian budaya sehingga tradisi dan kehidupan masyarakat adat tetap terjaga sekaligus lebih mudah dipelajari oleh banyak pihak.

"Ini pertama kali aku ke Suku Togutil. Aku sering mendengar soal berencana tapi nggak kejadian. Senang banget mereka menerima penawaran kita untuk hidup menetap. Suatu hari nanti jika ada akademisi yang mau mempelajari, meneliti lebih dalam tentang budaya, kebiasaan, bisa mudah datang ke sini," kata Sherly. (asl)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Reaksi Dedi Mulyadi usai Ibu Asal Surabaya Ngadu Jadi Korban Love Scamming Rp2,1 Miliar Warga Cirebon Keturunan Kamerun

Reaksi Dedi Mulyadi usai Ibu Asal Surabaya Ngadu Jadi Korban Love Scamming Rp2,1 Miliar Warga Cirebon Keturunan Kamerun

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) merespon ibu asal Surabaya, WS (40) yang curhat menjadi korban kasus penipuan dan perampokan warga Cirebon keturunan Kamerun.
Alasan Kapolri Naikkan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komisaris Jenderal

Alasan Kapolri Naikkan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komisaris Jenderal

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo secara resmi menaikkan level kepangkatan untuk jabatan Kapolda Metro Jaya. 
Reaksi Warganet atas Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak Tolak Lomba Ulang Final LCC MPR: Respek untuk Poin 5 dan 6

Reaksi Warganet atas Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak Tolak Lomba Ulang Final LCC MPR: Respek untuk Poin 5 dan 6

SMAN 1 Pontianak resmi tolak lomba ulang final LCC Empat Pilar MPR Kalbar 2026. Warganet beri pujian, terutama untuk pernyataan poin 5 dan 6.
Kabar Gembira Bagi Warga Bogor, Dedi Mulyadi Pastikan Proyek Jalan Batutulis Segera Dieksekusi

Kabar Gembira Bagi Warga Bogor, Dedi Mulyadi Pastikan Proyek Jalan Batutulis Segera Dieksekusi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melontarkan kritik keras terkait carut-marutnya penataan ruang di kawasan Batutulis, Kota Bogor. 
Potensi Pala Ngada Jadi Harapan Baru Ekonomi Perempuan Desa

Potensi Pala Ngada Jadi Harapan Baru Ekonomi Perempuan Desa

Pemberdayaan ekonomi perempuan kini berkembang menjadi salah satu strategi penting dalam pembangunan desa di berbagai negara. Tidak lagi sekadar memberikan bantuan modal
Libur Panjang Empat Hari Bikin Jumlah Penumpang di Terminal Kampung Rambutan Melonjak Drastis

Libur Panjang Empat Hari Bikin Jumlah Penumpang di Terminal Kampung Rambutan Melonjak Drastis

Jumlah penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, meningkat drastis pada hari ini, Kamis (14/5).

Trending

Kabar Gembira Bagi Warga Bogor, Dedi Mulyadi Pastikan Proyek Jalan Batutulis Segera Dieksekusi

Kabar Gembira Bagi Warga Bogor, Dedi Mulyadi Pastikan Proyek Jalan Batutulis Segera Dieksekusi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melontarkan kritik keras terkait carut-marutnya penataan ruang di kawasan Batutulis, Kota Bogor. 
Reaksi Warganet atas Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak Tolak Lomba Ulang Final LCC MPR: Respek untuk Poin 5 dan 6

Reaksi Warganet atas Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak Tolak Lomba Ulang Final LCC MPR: Respek untuk Poin 5 dan 6

SMAN 1 Pontianak resmi tolak lomba ulang final LCC Empat Pilar MPR Kalbar 2026. Warganet beri pujian, terutama untuk pernyataan poin 5 dan 6.
Potensi Pala Ngada Jadi Harapan Baru Ekonomi Perempuan Desa

Potensi Pala Ngada Jadi Harapan Baru Ekonomi Perempuan Desa

Pemberdayaan ekonomi perempuan kini berkembang menjadi salah satu strategi penting dalam pembangunan desa di berbagai negara. Tidak lagi sekadar memberikan bantuan modal
Reaksi Dedi Mulyadi usai Ibu Asal Surabaya Ngadu Jadi Korban Love Scamming Rp2,1 Miliar Warga Cirebon Keturunan Kamerun

Reaksi Dedi Mulyadi usai Ibu Asal Surabaya Ngadu Jadi Korban Love Scamming Rp2,1 Miliar Warga Cirebon Keturunan Kamerun

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) merespon ibu asal Surabaya, WS (40) yang curhat menjadi korban kasus penipuan dan perampokan warga Cirebon keturunan Kamerun.
Alasan Kapolri Naikkan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komisaris Jenderal

Alasan Kapolri Naikkan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komisaris Jenderal

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo secara resmi menaikkan level kepangkatan untuk jabatan Kapolda Metro Jaya. 
Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

Belakangan ini media sosial diramaikan dengan berbagai isu viral. Mulai dari polemik lomba cerdas cermat di Kalimantan Barat, hingga kebijakan Dedi Mulyadi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT