Niat Tinjau Taman di Sukajadi, Dedi Mulyadi Malah Dibuat Kaget Usai Temukan Warung Miras Tersembunyi
- TikTok @dedimulyadiofficial
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menjadi sorotan publik usai melakukan penataan kawasan Jalan Sukajadi–Setiabudi, Kota Bandung.
Dalam sidak terbarunya pada Selasa, 12 Mei 2026, Dedi dibuat terkejut setelah menemukan warung yang diduga menjual minuman keras di area yang sebelumnya hendak ditata menjadi ruang publik yang lebih rapi.
Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah Dedi Mulyadi melalui akun TikTok pribadinya dan langsung ramai diperbincangkan netizen.
- Antara
Awalnya, Dedi datang ke kawasan Jalan Eyckman-Sukajadi untuk memimpin pembongkaran sejumlah kios Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dianggap menyerobot fasilitas umum dan membuat kawasan terlihat semrawut.
Menurut Dedi, penataan dilakukan karena kondisi kawasan Sukajadi dinilai sudah sangat kumuh, padahal wilayah tersebut berada di jalur strategis menuju pusat perbelanjaan dan area Rumah Sakit Hasan Sadikin.
“Lagi melakukan penataan untuk wilayah Jalur Sukajadi-Setiabudi,” ujar Dedi dalam videonya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa awalnya dirinya hanya ingin melihat kondisi taman yang berubah fungsi menjadi tempat berjualan liar.
Namun tanpa diduga, ia justru menemukan warung yang diduga menjual minuman keras.
- TikTok @dedimulyadiofficial
"Ini jualan miras, tuh, yang jualannya kabur, lari, ini satpol PP nih kewenangannya, mana satpolnya?" tutur KDM.
Dalam video itu, Dedi memperlihatkan sebuah kulkas dan lemari kayu yang berisi berbagai jenis minuman.
Pada bagian bawah kulkas terlihat beberapa botol bening berisi cairan kekuningan yang diduga merupakan minuman tradisional beralkohol seperti ciu.
Tak hanya itu, terdapat pula rak kayu yang dipenuhi berbagai merek minuman keras.
"Satpol PP Kota suruh kesini, disita aja, sok suruh kumpulin, diangkut, (kalau) barangnya hilang nanti kita dimasalahin orang," tegas KDM.
- Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Saat hendak mencari pemilik warung, Dedi mengaku penjualnya sudah lebih dulu melarikan diri.
“Orangnya kan lari kan. Orangnya lari, berarti takut kalau lari, disita aja, sok disita, dihitung jumlah barangnya,” ucapnya sambil menunjukkan salah satu botol dari dalam kulkas.
Dedi kemudian sempat berbincang dengan seorang warga yang berada di sekitar lokasi. Namun warga tersebut mengaku tidak mengetahui siapa pemilik warung maupun orang yang biasa berjualan di tempat itu.
Load more