News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Kebingungan Didatangi Akademisi dan Pendeta dari Papua: Saya Gubernur Jabar, Bukan Menteri

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kebingungan saat didatangi akademisi dan pendeta Papua yang ingin membahas pembangunan berbasis budaya. Simak beritanya!
Senin, 18 Mei 2026 - 11:31 WIB
Dedi Mulyadi dan Akademisi Asal Papua
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

tvOnenews.com - Kediaman Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang, mendadak kedatangan tamu spesial dari Papua. Bukan pejabat biasa, rombongan tersebut terdiri dari akademisi hingga pendeta yang sengaja datang jauh-jauh dari Jayapura untuk berdiskusi langsung soal pembangunan berbasis budaya dan lingkungan.

Momen itu langsung mencuri perhatian karena Dedi Mulyadi sendiri terlihat kebingungan saat mengetahui dirinya didatangi oleh komunitas strategis dari Papua. Dengan gaya santainya, ia bahkan sempat melontarkan candaan yang membuat suasana pecah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Apa ini datang ke saya, saya gubernur Jabar, bukan menteri saya, apa ini?” tanya Dedi Mulyadi sambil tersenyum.

dedi mulyadi
Dedi Mulyadi Didatangi Pendeta Akademisi dari Papua. (Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

Pertemuan tersebut terekam dalam tayangan terbaru YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL pada 17 Mei 2026. Dalam video itu, hadir perwakilan komunitas Analisis Papua Strategis (APS), termasuk akademisi sekaligus dosen Fakultas Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih, Laus Rumayom.

“Saya Laus Rumayom, ketua Analisis Papua Strategis. Saya bekerja sebagai dosen di Fakultas Hubungan Internasional, Universitas Cenderawasih,” ujar Laus Rumayom.

Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi langsung menanggapi dengan gaya khasnya yang santai.

“Weh, bahasa Inggrisnya pasti aktif, saya kalah. Oh, ngajar di sana, ASN?” kata Dedi Mulyadi.

Laus Rumayom kemudian menjelaskan bahwa APS merupakan komunitas sukarela yang menghimpun para profesional untuk membantu percepatan pembangunan di Papua. Menurutnya, Papua kini telah terbagi menjadi enam provinsi dengan tantangan pembangunan yang sangat besar.

“Iya, benar. Tapi kami volunteer untuk menghimpun semua para profesional untuk bisa terlibat membantu Papua yang sangat luas. Sekarang ada enam provinsi. SDM-nya juga butuh penguatan untuk strategi pembangunan Papua,” ujar Laus Rumayom.

Ia menjelaskan, APS selama ini bergerak sebagai think tank yang fokus mencari strategi pembangunan Papua berbasis kebutuhan lokal masyarakat.

“Jadi visi kami adalah membangun Papua berbasis jembatan peradaban. Jadi kami lebih bekerja sebagai think tank. Setiap tahun kami melakukan annual conference dengan tema besar Papua Development Strategy, strategi pembangunan Papua,” katanya.

Dalam konferensi pertama, APS fokus membahas persoalan konektivitas karena distribusi barang di Papua masih menjadi tantangan besar.

“Di konferensi pertama kita fokus pada konektivitas. Karena darat, laut, udara itu menjadi tantangan terbesar untuk harga barang,” jelas Laus Rumayom.

Tak hanya itu, APS juga menyoroti persoalan infrastruktur kepelabuhanan di wilayah selatan Papua yang membuat harga barang menjadi sangat mahal.

“Kedua kita fokus pada infrastruktur kepelabuhanan karena banyak daerah yang tidak dilayani oleh kapal. Seperti wilayah selatan harus kapal masuk di sungai-sungai sehingga harga barang di kabupaten-kabupaten sangat mahal,” lanjutnya.

Pada tahun ini, APS mengusung tema pembangunan berbasis etnosains atau kearifan lokal. Mereka ingin pembangunan Papua tidak lagi hanya mengandalkan pendekatan keamanan semata.

“Kemudian di tahun ini izin Kang Dedi kita mengusung tema inovasi pembangunan Papua berbasis etnosains. Jadi kami ingin Papua tidak hanya saja dibangun dengan pendekatan keamanan, kami ingin melihat model pembangunan yang berbasis pada kearifan lokal,” ujar Laus Rumayom.

Laus Rumayom juga mengaku alasan mereka datang menemui Dedi Mulyadi karena melihat sosok pemimpin yang dianggap mampu menjaga budaya di tengah pembangunan modern.

“Dan ketika kami lihat, ikuti semua media sosial dan melihat sosok pemimpin yang memberikan inspiratif untuk bukan saja perubahan tapi mempertahankan eksistensi budaya itu kami lihat ada di Kang Dedi di Jawa Barat,” katanya.

Pujian tersebut langsung disambut serius oleh Dedi Mulyadi. Ia kemudian menjelaskan pandangannya tentang pembangunan yang menurutnya harus berjalan berdampingan dengan budaya dan alam.

“Gini memang kita ini ada salah pemahaman ya. Kalau saya, satu ideologi, dua filosofi, yang ketiga itu teknokrasi, yang keempat humanisme,” ujar Dedi Mulyadi.

Menurutnya, kearifan lokal yang selama ini dianggap kuno justru merupakan bentuk sains yang sangat tinggi.

“Nah, dalam pandangan saya kebudayaan atau culture atau kearifan lingkungan itu adalah sains. Saya ngomong tadi orang bikin rumah di pohon itu sains. Bukti sainsnya adalah dia bisa hidup, bersatu dengan alam, tidak merusak, nyaman, dan tidak kena bencana,” kata Dedi Mulyadi.

Ia kemudian membandingkan kehidupan masyarakat modern dengan masyarakat adat yang mampu hidup berdampingan dengan alam selama ratusan tahun tanpa merusak lingkungan.

“Itu kan sains. Manusia modern ada enggak yang bisa bikin rumah tanpa menebang pohon?” ujarnya.

“Nah, kemudian manusia yang oleh kita dianggap tertinggal yang punya kearifan lokal tuh justru manusia dengan tingkat sains yang sangat tinggi. Kenapa? Dia hidup berabad-abad tapi alamnya tidak dirusak dan tidak mempercepat kiamat,” lanjut Dedi Mulyadi.

Di akhir pembicaraan, Dedi Mulyadi kembali menyinggung dampak revolusi industri yang menurutnya telah membawa banyak kerusakan ekologis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita hidup sekarang ini, baru revolusi industri sampai hari ini kerusakan, korbannya sudah banyak banget,” tutup Dedi Mulyadi.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Belum Juga Tiba di Negeri Ginseng, Tapi Posisi Megawati Hangestri Sudah Terancam oleh Opposite Terbaik AVC Women's Cup 2026

Belum Juga Tiba di Negeri Ginseng, Tapi Posisi Megawati Hangestri Sudah Terancam oleh Opposite Terbaik AVC Women's Cup 2026

Megawati Hangestri dipastikan kembali meramaikan V League 2026/2027 setelah resmi bergabung dengan Hyundai Hillstate sebagai pemain kuota Asia.
ORI030 Resmi Ditawarkan, bank bjb Beri Kemudahan Akses Investasi Surat Berharga Negara

ORI030 Resmi Ditawarkan, bank bjb Beri Kemudahan Akses Investasi Surat Berharga Negara

Kehadiran ORI030 sebagai instrumen investasi yang ditawarkan bank bjb membuka kesempatan masyarakat untuk berinvestasi sekaligus berkontribusi dalam pembiayaan pembangunan nasional.
Sikap Wasit Argentina vs Mesir Bikin Legenda MU Geram: Sepertinya Semua Orang di Ruang VAR Tertidur

Sikap Wasit Argentina vs Mesir Bikin Legenda MU Geram: Sepertinya Semua Orang di Ruang VAR Tertidur

Pemain legendaris MU ikut mengomentari wasit yang memimpin pertandingan Argentina vs Mesir. Sang Legenda menyinggung soal ketidakadilan dalam laga Piala Dunia.
Igor Tolic Sebut Balsa Sekulic Jadi Solusi Lini Depan Persib Hadapi Strategi Bertahan Lawan

Igor Tolic Sebut Balsa Sekulic Jadi Solusi Lini Depan Persib Hadapi Strategi Bertahan Lawan

Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic menyambut kabar merapatnya Basla Sekulic. Dia dinilai akan menjadi sosok penting di barisan depan dengan naluri gol dan kualitasnya.
Curhatan Terbaru Ruben Onsu soal Hubungan Kakak Adik: yang Berbeda Cuma Rezeki dan Nasib

Curhatan Terbaru Ruben Onsu soal Hubungan Kakak Adik: yang Berbeda Cuma Rezeki dan Nasib

Ruben Onsu membagikan curhatan terbaru soal hubungan kakak adik lewat Instagram Story usai mengungkap pesan menyentuh untuk Jordi Onsu di sebuah podcast.
Freeport dan Kementerian LH Tanam 1,5 Juta Mangrove di Nusa Tenggara Barat, Ketahanan Ekosistem Pesisir Diperkuat

Freeport dan Kementerian LH Tanam 1,5 Juta Mangrove di Nusa Tenggara Barat, Ketahanan Ekosistem Pesisir Diperkuat

Kementerian Lingkungan Hidup turut mendukung program Mangrove Nasional sekaligus terlibat dalam program penanaman 1,5 juta bibit mangrove bersama PTFI di NTB.

Trending

Jadwal Timnas Voli Indonesia: Mulai Pekan Ini Ada AVC Boys' U18 Hingga SEA V Cup di Filipina

Jadwal Timnas Voli Indonesia: Mulai Pekan Ini Ada AVC Boys' U18 Hingga SEA V Cup di Filipina

Timnas Voli Indonesia baik kategori senior maupun junior akan kembali unjuk gigi di sejumlah turnamen, salah satunya SEA V Cup 2026.
Kejutan di Hasil Pertandingan Piala Dunia 2026: Sempat Tertinggal, Argentina Menang Remontada dari Mesir

Kejutan di Hasil Pertandingan Piala Dunia 2026: Sempat Tertinggal, Argentina Menang Remontada dari Mesir

Juara bertahan Argentina hampir pulang hingga akhirnya mencatatkan remontada dari Maroko. Skor akhir 3-2 atas kemenangan Argentina tercatat di Stadion Atlanta, Selasa (7/7/2026).
Prediksi 23 Pemain Skuad Final Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, John Herdman Maksimalkan Potensi Super League

Prediksi 23 Pemain Skuad Final Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, John Herdman Maksimalkan Potensi Super League

John Herdman masih memiliki kesempatan untuk menyaring pemain yang akan masuk dalam daftar mahal Timnas Indonesia. Termasuk dalam pemusatan latihan yang tengah berlangsung di Bali, 5-11 Juli 2026 ini. 
3 Shio yang Tiba-Tiba Dapat Rezeki Nomplok pada 9 Juli 2026, Siapa Saja?

3 Shio yang Tiba-Tiba Dapat Rezeki Nomplok pada 9 Juli 2026, Siapa Saja?

Shio mana yang tiba-tiba dapat rezeki nomplok pada 9 Juli 2026? Cek ramalan keuangan lengkap dengan angka hoki 12 shio besok Kamis ini dan temukan jawabannya!
Kemenangan Argentina Seperti Dipaksakan, Pelatih Mesir Murka pada Wasit dan FIFA

Kemenangan Argentina Seperti Dipaksakan, Pelatih Mesir Murka pada Wasit dan FIFA

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, melontarkan tuduhan keras kepada FIFA usai timnya kalah 2-3 dari sang juara bertahan dalam pertandingan yang berlangsung di Atlanta.
Respons Elegan Pelatih Baru Persib Usai 11 Nama Gabung Skuad Provisional Timnas Indonesia di Tengah Persiapan 5 Kompetisi yang Diikuti Maung Bandung

Respons Elegan Pelatih Baru Persib Usai 11 Nama Gabung Skuad Provisional Timnas Indonesia di Tengah Persiapan 5 Kompetisi yang Diikuti Maung Bandung

Dari kiper hingga striker, pemain muda hingga naturalisasi dari Persib Bandung mewarnai skuad yang tengah menjalani pemusatan latihan Timnas Indonesia di Bali, 5-11 Juli 2026 ini. 
Tahukah Kamu? John Herdman Bisa Buat Starting Eleven Timnas Indonesia Hanya dari Pemain Persib Bandung

Tahukah Kamu? John Herdman Bisa Buat Starting Eleven Timnas Indonesia Hanya dari Pemain Persib Bandung

John Herdman kembali merilis skuad provisional Timnas Indonesia untuk menyaring pemain yang akan tampil di Piala AFF 2026. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT