Sherly Tjoanda Berambisi Permudah Petani dan Nelayan, Gubernur Malut: Prioritaskan Konektivitas
- Instagram @t_jo
Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda pernah menyampaikan punya tekad untuk mempermudah warganya, yang banyak berprofesi sebagai petani dan nelayan.
Dalam keterangannya, Sherly Tjoanda Laos bertekad akan memprioritaskan untuk membangun infrastruktur yang bertujuan membangun konektivitas.
Hal ini bertujuan untuk mempermudah seluruh aktivitas warganya, yang disebutkan mayoritas bekerja sebagai petani dan sisanya nelayan.
- Tangkapan layar Youtube Gubsherly
"60% warga Maluku Utara adalah petani kopra, cengkeh, dan pala. 20% lainnya adalah nelayan," katanya dikutip Rabu (20/5).
Dengan tegas, Gubernur Malut itu menyampaikan dalam pertemuan Musrenbang waktu lalu. Warganya memiliki mata pencarian yang jelas dengan hasil berlimpah.
Namun dibalik berlimpahnya hasil sumber daya alam (SDA) menjadi mata pencarian rezeki warganya, ada kendala besar yaitu keterbatasan akses.
Akses ini menyangkut dengan konvektifitas antar jalan utama, sampai tempat vital seperti Pasar, Pelabuhan lainnya bisa menahan hasil panen.
"Mereka tidak kekurangan hasil. Mereka hanya kekurangan akses. Hasil panen ada. Ikan ada.
Tapi tanpa jalan yang layak, tanpa konektivitas yang kuat," jelas Gubernur Sherly.
- Instagram @t_jo
"hasil itu tertahan di desa, harga jatuh di petani - Nelayan, mahal di pasar," bebernya.
Apabila dirangkum dari hasil Musrenbang, Sherly Tjoanda menjelaskan 3 hal utama yaitu:
-Jalan produksi
-konektivitas antar pulau
-rantai dingin & distribusi
"pemerataan bukan dimulai dari bantuan, tapi dari membuka akses. Karena sederhana: tanpa konektivitas, tidak ada pemerataan ekonomi," tegas Gubernur yang hobi menyelam tersebut.
Perlu diketahui, dalam waktu dekat Sherly Tjoanda akan membagikan 100 ekor sapi ke berbagai wilayah di momen hari raya Idul Adha 2026.
Langkah ini ternyata masuk dalam program Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi Maluku. Diformulasikamln menjadi 4 langkah.
Seperti kita tahu, hari raya Idul Adha identiknya dengam potong hewan kurban. Warga Maluku pun diharap bisa merasakan bantuan tersebut.
"Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha, Pemprov Maluku Utara telah menyiapkan beberapa langkah taktis," ucapnya dikutip dari malutprov, Rabu (20/5).
Secara umum dipahami berkurban menjadi media menambah amal kebaikan untuk bekal kehidupan di akhirat.
Selain dari langkah pemberian 100 ekor sapi, fakta mengejutkan disampaikan Gubernur Maluku Utara itu, jima ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan luar daerah, di mana 80% beras masih didatangkan dari luar.
Pasalnya, belum adanya produksi mandiri untuk ayam potong dan telur. Kini Pemerintah Provinsi Maluku Utara tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa investor untuk pengembangan lahan peternakan seluas 5-10 hektar.(klw)
Load more