Warga Malut Terdiam Usai Sherly Tjoanda Beri Pesan Menohok untuk yang Terlilit Pinjol, Pemprov Tegas Tak Bisa Bantu
- Instagram @s_tjo
tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, memberikan respons tegas saat menerima keluhan warga terkait utang pinjaman online (pinjol).
Pernyataan itu disampai dalam acara penyerahan bantuan mesin kapal bagi nelayan di Dufa-Dufa, Ternate, belum lama ini.
Dalam dialog tersebut, perwakilan nelayan menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat pesisir.
- YouTube/GubSherly
Beberapa masalah mendapat respons cepat dari Sherly, mulai dari persoalan administrasi kependudukan hingga pernikahan siri yang masih banyak ditemukan di kalangan nelayan.
Untuk warga yang tinggal di Ternate namun masih menggunakan KTP daerah lain, Sherly meminta agar segera mengurus perpindahan domisili supaya dapat mengakses berbagai program bantuan pemerintah daerah.
Sementara itu, terkait banyaknya pasangan yang menikah secara siri, Sherly bahkan berencana memfasilitasi pernikahan massal dengan biaya yang ditanggung Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Namun respons berbeda muncul ketika pembahasan beralih ke persoalan utang warga di bank, leasing, hingga pinjaman online.
- YouTube/GubSherly
"Terus yang kedua ini terkait masalah utang piutang, utang di bank BRI maupun di bank-bank yang lain, di leasing maupun di kredit plus atau apa bahkan di pinjol," lanjut warga tersebut.
Sherly secara terbuka menyatakan pemerintah daerah tidak dapat membantu menyelesaikan kewajiban pribadi berupa utang yang sudah terlanjur dibuat oleh masing-masing individu.
“Bentar, yang kedua itu tidak bisa saya bantu, itu belajar bagi yang masih bersih namanya. Pertama, jangan pernah pinjamkan KTP kepada siapapun yang nanti memanfaatkannya untuk pinjol,” tegas Sherly.
Meski demikian, ia menjadikan persoalan tersebut sebagai pelajaran penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan fasilitas pinjaman, terutama pinjaman online.
- Instagram @s_tjo
Sherly mengingatkan warga agar tidak sembarangan meminjamkan identitas pribadi kepada orang lain karena dapat disalahgunakan untuk mengajukan pinjaman tanpa sepengetahuan pemilik KTP.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan nama baik dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kepercayaan merupakan aset yang sangat berharga sehingga setiap pinjaman yang diterima harus dipertanggungjawabkan dengan baik.
"Yang kedua, dalam hidup itu yang termahal adalah integritas nama baik, jadi kita diberikan kepercayaan, buat yang sudah diberikan kepercayaan yang sudah cairnya juga KUR-nya hari ini 35-30 juta dijaga nama baik," tegas Sherly Tjoanda.
Load more