Presiden Prabowo: Jangan Kagum ke Negara yang Kaya dari Hasil Merampas
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan ekonomi pemerintah akan berlandaskan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 dalam pidato pembahasan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal 2027 di hadapan sidang paripurna DPR RI.
Dalam pidatonya, Prabowo mengajak seluruh pemimpin negara untuk berani menghadapi berbagai tantangan ekonomi nasional secara terbuka. Ia menilai para pendiri bangsa telah merumuskan sistem ekonomi Indonesia melalui Pasal 33 UUD 1945 sebagai fondasi untuk menjaga kekayaan alam agar dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.
Prabowo juga menyinggung sejarah kolonialisme yang menurutnya menyebabkan kekayaan Nusantara selama ratusan tahun diambil bangsa asing. Ia mengingatkan agar Indonesia tidak terus-menerus merasa inferior terhadap negara maju.
“Janganlah kita selalu mengagumi apa yang mereka ajarkan kepada kita, padahal mereka sendiri tidak menjalankan apa yang mereka ajarkan kepada kita. Saya tidak mengajak kita untuk membenci siapapun. Saya tidak mengajak kita membenci bangsa-bangsa lain. Tidak. Bahkan saya mengajak kita belajar, tapi juga kita harus belajar dari sejarah,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Menurut Prabowo, pengalaman penjajahan menjadi pelajaran penting agar Indonesia tidak kembali lemah dalam mengelola sumber daya alam dan ekonomi nasional. Ia menilai kekayaan Indonesia harus dikelola untuk kepentingan rakyat luas, bukan hanya segelintir pihak.
Dalam sektor kelautan, pemerintah berencana membangun 5.000 desa nelayan dalam tiga tahun ke depan. Tahun ini, pemerintah menargetkan peresmian 1.386 desa nelayan yang akan dilengkapi fasilitas pembuat es batu, cold storage, serta SPBU khusus nelayan untuk mendukung aktivitas melaut.
Prabowo juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan guru sebagai bagian dari pembangunan kualitas pendidikan nasional. Selain itu, pemerintah disebut akan memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah serta memperluas perlindungan sosial bagi masyarakat lanjut usia dan kelompok rentan.
Di akhir pidatonya, Prabowo menegaskan cita-cita pemerintah adalah membangun Indonesia yang makmur, adil, dan memiliki penegakan hukum yang berpihak kepada seluruh rakyat, termasuk kelompok masyarakat kecil dan tidak berdaya.