Bantah Isu Jawa Barat Ganti Nama Jadi 'Tatar Sunda', Dedi Mulyadi Tegaskan Pemprov Hanya Fokus Kerja
- jabarprov.go.id
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya memberikan klarifikasi terkait isu yang ramai beredar di media sosial mengenai pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda.
Belakangan, kabar tersebut memicu perdebatan di kalangan masyarakat setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar rangkaian peringatan Milangkala Tatar Sunda yang berpuncak pada 18 Mei 2026.
Tak sedikit warganet yang mengaitkan kegiatan budaya tersebut dengan rencana perubahan nama administratif provinsi.
- Humas Pemprov Jabar - Antara
Menanggapi isu yang terus berkembang, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa tidak pernah ada pembahasan ataupun rencana dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengganti nama daerah yang dipimpinnya.
Menurut Dedi, peringatan Milangkala Tatar Sunda semata-mata bertujuan menguatkan identitas budaya dan sejarah masyarakat Sunda, bukan untuk mengubah nama resmi Provinsi Jawa Barat.
"Terima kasih pada seluruh warga Jabar yang memberikan dukungan yang penuh terhadap kegiatan Milangkala Tatar Sunda yang berpuncak pada tanggal 18 Mei 2026, ini adalah spirit bagi kita semua untuk terus mengingat kembali siapa diri kita berasal dari mana, dan hendak kemana pembangunan yang dilakukan," kata Dedi Mulyadi, melalui unggahan Instagram pribadinya.
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Mantan Bupati Purwakarta itu kemudian membantah tegas berbagai narasi yang menyebut Jawa Barat akan berganti nama menjadi Tatar Sunda.
Ia menyebut informasi tersebut hanyalah spekulasi yang dibuat pihak lain dan tidak memiliki dasar.
"Kami tegaskan bahwa ada yang melempar wacana membuat cerita-cerita di media sosial akan ada perubahan nama Jawa Barat jadi Tatar Sunda, saya katakan seluruh rangkaian itu adalah karangan orang lain," tegasnya.
Dedi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini lebih fokus menjalankan program pembangunan dan pelayanan masyarakat dibanding membahas perubahan nama daerah.
- YouTube biroadpimjabar
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya dan tidak menyebarkan kabar yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan fokus terus bekerja, tidak akan mengurusi perubahan nama, namanya tetap Jawa Barat," kata Dedi.
Sebagai informasi, Pemprov Jawa Barat memang telah menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda.
Namun, peringatan tersebut bersifat kultural dan berbeda dengan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat yang diperingati setiap 19 Agustus.
Hari Tatar Sunda ditujukan untuk memperkuat nilai sejarah, budaya, dan jati diri masyarakat Sunda, bukan sebagai dasar perubahan identitas administratif provinsi.
Dengan klarifikasi tersebut, Dedi berharap polemik mengenai isu pergantian nama Jawa Barat dapat berakhir sehingga masyarakat dapat kembali fokus mendukung pembangunan dan pelestarian budaya daerah. (asl)
Load more