Tak Habis Pikir, PKL Cicadas Tolak Rp10 Juta, Malah Tuntut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Ganti Rugi Miliaran
- Kolase tim tvOnenews
tvOnenews.com - Di tengah upaya penataan Kota Bandung, Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, Gubernur Jawa Barat itu menghadapi gelombang protes dari para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Cicadas, Jalan Ahmad Yani, Bandung, yang lapaknya dibongkar dalam program penertiban trotoar.
Bukan hanya kecewa, sebagian pedagang bahkan menuntut kompensasi hingga miliaran rupiah kepada pemerintah.
Tuntutan tersebut langsung memicu perhatian masyarakat setelah video protes para PKL viral di media sosial. Dalam unggahan akun TikTok @spirit.id, terlihat sejumlah pedagang menyampaikan kemarahan mereka terhadap kebijakan penertiban yang dilakukan pemerintah daerah.
Para PKL menganggap kompensasi Rp10 juta yang ditawarkan tidak sebanding dengan kerugian ekonomi yang mereka alami setelah kehilangan tempat berjualan.
Situasi ini pun menjadi perdebatan publik. Di satu sisi, pemerintah ingin mengembalikan fungsi trotoar bagi pejalan kaki dan mendukung proyek transportasi modern.
Namun di sisi lain, para pedagang merasa kehilangan sumber penghidupan yang selama bertahun-tahun menjadi sandaran ekonomi keluarga mereka.
Polemik tersebut akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu, 21 Mei 2026.
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
PKL Cicadas Tolak Kompensasi Rp10 Juta
Penertiban lapak PKL di trotoar Cicadas dilakukan sebagai bagian dari program penataan ruang publik dan mendukung pengembangan Bus Rapid Transit di Kota Bandung. Pemerintah ingin mengembalikan fungsi trotoar agar nyaman digunakan pejalan kaki dan memperbaiki wajah kota.
Namun kebijakan itu mendapat penolakan keras dari para pedagang. Mereka merasa kehilangan mata pencaharian dan menilai kompensasi Rp10 juta yang disiapkan pemerintah tidak cukup untuk memulai usaha baru.
Video kemarahan para PKL pun viral dan menuai berbagai reaksi warganet. Banyak yang bersimpati kepada pedagang kecil, tetapi tak sedikit pula yang mendukung langkah pemerintah demi ketertiban kota.
Menanggapi polemik tersebut, Dedi Mulyadi justru memberikan respons yang cukup mengejutkan. Ia tidak membalas protes dengan nada keras, melainkan menyampaikan apresiasi atas kemarahan para pedagang.
“Dan saya sampaikan buat bapak dan ibu, saya mengucapkan terima kasih atas kemarahannya,” ujar Dedi Mulyadi.
Load more