Hercules Dituduh Lepaskan Tembakan, GRIB Jaya Tak Habis Pikir dengan Pernyataan Putri Ahmad Bahar: Saksinya Banyak
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Kabid Humas dan Publikasi DPP ormas GRIB Jaya, Marselinus Gual menanggapi tuduhan menyasar kepada pimpinannya, Hercules Rosario Marshal.
Pasalnya, Hercules mendapat tuduhan melepaskan dua kali tembakan. Hal itu terjadi saat putri penulis buku Ahmad Bahar, F (33) berada di markas GRIB Jaya, Minggu (17/5/2026).
Marselinus Gual menepis keras tuduhan Hercules melepaskan tembakan. Ormas GRIB Jaya juga membantah pimpinannya mengintimidasi putri penulis buku Ahmad Bahar.
Dalam keterangan resminya pada Kamis (21/5/2026), ia menyampaikan kepribadian Hercules. Ketua Umumnya merupakan orang baik sehingga tidak melakukan pelepasan dua kali tembakan menggunakan pistol.
"Pak Hercules itu orang baik!," ujar Marselinus dikutip, Sabtu (23/5/2026).
Ormas GRIB Jaya Heran atas Pernyataan Putri Ahmad Bahar
- Istimewa
Marselinus tidak habis pikir pernyataan tersebut dilontarkan di ruang publik. Spekulasi mengenai ancaman Hercules kepada putri penulis buku itu justru menimbulkan kegaduhan.
Ia kembali menyinggung awal mula perseteruan ini. Sebab, Hercules disinggung oleh pihak Ahmad Bahar melalui konten hingga dugaan pengancaman.
Ia cukup terkejut setelah kontroversi dengan Ahmad Bahar selesai justru menimbulkan polemik baru. Padahal hasil mediasi awal menunjukkan hubungan kedua pihak semakin baik.
"Jangan playing victim seolah semua kegaduhan ini bermula dari pihak GRIB Jaya. Padahal mereka itu yang provokator, mencari pembenaran sana sini, menyudutkan GRIB Jaya dengan kalimat penculikan," terangnya.
Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya itu kembali mengingat saat Hercules menemui F. Menurutnya, pimpinannya justru memberikan jamuan kepada putri Ahmad Bahar.
"Ingat, anaknya Bahar itu diperlakukan dengan baik, saksinya juga banyak, bahkan diajak makan dan minum," tegasnya.
Tepis Tuduhan Penculikan dan Penyanderaan
- Dokumentasi keluarga Ahmad Bahar
Lebih lanjut, Marselinus menyoroti tuduhan mengenai pihaknya melakukan penculikan dan penyanderaan. Spekulasi itu tak lepas anggotanya mendatangi rumah Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok.
Lagi pula, aksi tersebut bertujuan untuk meminta penjelasan dari Ahmad Bahar. Pada saat itu, Ketua RW setempat dan aparat kepolisian turut mengawal penjemputan sang penulis.
Karena tidak ada, alhasil putri Ahmad Bahar yang dibawa dengan tujuan agar penulis buku tersebut datang untuk menyelesaikan polemik ini.
"Anak Ahmad Bahar ditanyakan secara langsung di ruang publik atau terbuka, disaksikan oleh banyak orang," ucapnya.
Respons soal Hercules Dilaporkan atas Dugaan Penyekapan
- Dokumentasi tvOnenews.com
Aksi membawa F berbuntut laporan polisi. Hercules dilaporkan atas dugaan penyekapan dan anggota ormas GRIB Jaya dilaporkan atas peristiwa penjemputan paksa.
Laporan polisi tersebut teregister dengan nomor STTLP/B/3678/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA & Nomor STTLP/B/3679/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA pada tanggal 22 Mei 2026.
Marselinus menyayangkan adanya laporan tersebut. Ia menyoroti laporan mengenai dugaan penyekapan sebagai upaya memutarbalikkan fakta dengan narasi penyanderaan atau penculikan.
"Bagaimana mungkin ada penyanderaan? Publik kan tahu betul siapa Pak Hercules," kata Marselinus kepada awak media, Jumat (22/5/2026).
Bagi dia, Hercules sebagai sosok humanis sehingga tidak mungkin tega melakukan penyekapan, khususnya kepada perempuan.
"Beliau itu figur yang sangat sosial, humanis, dan selama ini dikenal sangat dekat serta menyayangi anak-anak yatim piatu. Karakter beliau jauh sekali dari tuduhan keji seperti itu," bebernya.
Lanjut Marselinus, Hercules justru menasihati Ilma. Pimpinannya mengingatkan agar Ahmad Bahar bertanggung jawab atas perbuatan yang menyinggung lewat konten hingga mengancam lewat pesan misterius.
"Tindakan ini sudah keterlaluan karena menyerang ranah domestik dan merusak ketenangan keluarga orang lain. Jadi, janganlah mereka sekarang sengaja menggiring opini liar dan playing victim untuk mencari simpati publik," imbau dia.
Sebelumnya, F mendatangi kantor Komnas HAM dan Komnas Perempuan pada Kamis, 21 Mei 2026. Ia didampingi oleh tim hukum dari LBH APP Muhammadiyah, Gufroni.
F memberikan kesaksian yang menurutnya diduga telah mengalami tindakan di luar batas kemanusiaan. Ia menjelaskan mulanya rumahnya didatangi belasan orang mengaku anggota GRIB Jaya.
Kebetulan momen itu terjadi saat orang tuanya tidak ada di rumah. Hal ini membuat F dibawa paksa walaupun sebelumnya sempat menolak karena tidak ada urusan dengan GRIB Jaya.
F kemudian tiba di markas GRIB Jaya. Ia juga diminta menunggu sebelum membahas polemik tentang konten hingga pengancaman kepada orang di sekitar Hercules.
Di momen ini, ia kembali mengulas bahwa pria bernama Rosario de Marshall melepaskan dua kali tembakan pistol di hadapannya. Ia pun menirukan momen tersebut.
"(Hercules bilang) 'Lagian kamu ngapain sih berani-beraninya ancam saya', sambil dia mengeluarkan pistol itu. Terus dia bilang, 'kamu kalau berani nih kamu lihat nih ya', sambil tunjuk-tunjuk," terangnya.
"Saya pikir nggak bakal sampai menembakkan. Tapi setelah itu, 'Nih saya tembakkan, dor dor'. Dia dua kali menembakkan," sambungnya.
Sementara, LBH AP PP Muhammadiyah, Gufroni menyampaikan, berbagai dugaan tindakan tersebut mendorong kliennya melaporkan kejadian ini ke polisi.
"Ini sudah masuk kepada tindak pidana. Tindak pidana termasuk penyanderaan, penculikan, ancaman verbal, kemudian penggunaan senjata api dan segala macam," kata Gufroni kepada  awak media, Jumat (22/5/2026).
(hap)
Load more