Derai Air Mata Anak Aman Yani di Depan Dedi Mulyadi, Blak-blakan Ceritakan Awal Mula Hilangnya sang Ayah
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Subang, tvOnenews.com - Anak Aman Yani, Ega Ayu Aryani dan mantan istri sang ayah, Saminah bertemu dengan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Mereka diundang oleh Dedi Mulyadi untuk menyikapi kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu pada Kamis (28/8/2025). Sebab, nama Aman Yani diseret oleh terdakwa Ririn Rifanto.
Di hadapan Dedi Mulyadi, Ega Ayu Aryani menceritakan awal mula Aman Yani menghilang. Hal ini tak lepas dari pernyataan adik Aman Yani, Titi bahwa sang kakak hilang sejak 2016.
Air mata Ega Ayu Aryani di depan Dedi Mulyadi langsung pecah. Ia menceritakan awal mulanya saat Aman Yani mengaku dirinya dimutasi ke Bandung.
"Saat itu kan Papa pindah ke Bandung itu Ega sudah lulus SMA. Jadi, Ega sudah diterima di Fakuultas Kedokteran Gigi di universitas swasta di Jakarta," ujar Ega dilansir tvonenews.com dari kanal YouTube milik Dedi Mulyadi, Sabtu (23/5/2026).
Berawal dari Aman Yani Izin ke Bandung
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Lebih lanjut, Ega menjelaskan bahwa, Aman Yani pergi ke Bandung pada Februari 2016. Di momen itu, sosok diduga dalang pembunuhan keluarga Haji Sahroni tersebut meminta izin pergi ke kontrakannya.
"Nah kontrakannya kan cuma sama mama ya, izinnya itu bilang mau ngambil barang-barang yang di kosannya," terang Ega.
Pada saat itu, Ega dan sang ibu telah mengetahui bahwa ayahnya mengaku pensiun dini dari pekerjaannya. Di balik itu, Aman Yani telah dipecat dari perbankan pada 2015.
KDM sapaan akrabnya tidak cukup kaget mendengar cerita tersebut. Hal ini tak lepas lantaran Aman Yani memiliki masalah di tempat kerjanya sehingga harus pensiun dini.
"Dipensiun yang dipermudahkan. Kalau tidak hormat malah enggak dapat pensiun, ini dipensiun dinikan jadi masih dapat dana pensiun," kata Dedi Mulyadi.
Lanjut, Ega selaku anak cukup menerima keadaan tersebut. Ia juga setidaknya sudah mengetahui bahwa ayahnya meminta izin pergi ke Bandung untuk mengemas barang-barang di kosannya.
"Kita sebagai anak karena beliaunya bilang mau ke sana mengambil barang-barang jadi ya sudah positif aja," ucapnya.
Ega mulai curiga saat sang ayah tidak pernah pulang ke rumah. Hal itu terjadi setelah beberapa minggu berada di Bandung.
"Biasanya kalau Papa kerja itu Sabtu-Minggu kan pulang. Nah, itu sudah resign tapi kok enggak pulang-pulang, padahal bilangnya mau ngambil barang-barang," jelasnya.
Ega dan Saminah coba menghubungi Aman Yani. Namun, Ega terkejut upaya tersebut berakhir gagal lantaran nomor ponsel sang ayah sudah tidak aktif.
Keluarga cukup sulit mencari keberadaan Aman Yani. Ega mengatakan, ia dan ibunya tidak mengenal rekan-rekan di tempat kerja sebelumnya yang berada di Bandung.
Ega dan Saminah berinisiatif untuk pergi ke Bandung. Tujuannya meminta petunjuk di mana keberadaan Aman Yani.
"Itu aku yang nyetir. Aku sama mama sama dua adik aku. Kala itu keuangan benar-benar menipis," ucap Ega sambil berderai air mata.
Ia menepis tuduhan pihak keluarga menerima aliran dana tunjangan dan pencairan pensiun Aman Yani. Ega justru mengatakan, keluarga ditagih utang setelah setahun hilangnya sang ayah.
Bantah Tuduhan Adik dan Kakak Aman Yani
Dalam kesempatan itu, Ega meminta izin kepada KDM. Tujuannya untuk bersuara terkait Aman Yani yang resmi ditetapkan hilang oleh Pengadilan Negeri (PN) Indramayu pada 2 Maret 2017.
Ega dan sang ibu mengetahui beberapa pernyataan dari adik dan kakak Aman Yani. Di beberapa kesempatan, keluarga Aman Yani menuduh pihaknya tidak mencari keberadaan pensiunan perbankan itu.
Ia tidak menyangka pihak adik dan kakak Aman Yani memfitnah dirinya dan sang ibu. Ega justru membantah tuduhan tersebut karena keluarga sudah mencari sejak Aman menghilang pada 2016.
"Mereka memfitnah anak-anak tidak pernah mencari. Kata siapa? Saya saksi matanya sendiri, lima kali bolak-balik ke Bandung, dari bertanya ke kantor terakhir dia kerja, tanya ke kosan yang terakhir dia tinggal," tuturnya.
Desak Aman Yani Muncul
Sebelumnya, Ega dan sang ibu memenuhi panggilan untuk menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Indramayu. Setelah itu, anak kandung Aman Yani ini meminta sang ayah muncul ke ruang publik.
Ega mendesak Aman Yani muncul untuk bertanggung jawab atas kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu. Baginya, kehadiran sang ayah sangat penting mengungkap kotak pandora perkara ini.
"Pah, jangan pengecut, kalau misalkan kamu memang tidak terbukti bersalah, datang, ngomong, klarifikasi. Sudah itu selesai," desak Ega saat memberikan pernyataan kepada awak media.
Ega merasa kesal lantaran pihak keluarga harus terseret perkara ini. Persoalan hukum Aman Yani membuat dirinya dan sang ibu menjadi pusat perhatian publik.
"Kamu bisa meninggalkan kita, anak-anak sama keluarga, tapi untuk kasus ini, tolong datang kalau kamu bukan pengecut!," tegasnya.
Mantan istri Aman Yani, Saminah turut mendesak mantan suaminya muncul ke ruang publik. Ia tidak masalah jika Aman terlibat asalkan bertanggung jawab terhadap perkara ini.
"Jangan lempar batu sembunyi tangan, jangan dibiasakan hal-hal begitu, kita keluarga kan paham sering digituin," sentil Saminah.
Awal Mula Aman Yani Terseret Kasus Pembunuhan Satu Keluarga Indramayu
Nama Aman Yani menjadi pusat perhatian publik setelah dari pernyataan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu.
Ririn mengungkap pernyataan mengejutkan usai sidang lanjutan di PN Indramayu pada bulan lalu. Terdakwa 1 menyebut pelaku kasus pembunuhan ini setidaknya ada lima orang.
Nama orang lain yang disebut sebagai pelaku utama pembunuhan ini, antara lain Aman Yani, Joko, Hardi, dan Yoga.
Pernyataan tersebut langsung membuat satu per satu kotak pandora mulai terungkap dalam menyelesaikan kasus pembunuhan ini.
Adapun lima orang yang tewas dalam satu keluarga di kasus ini, di antaranya Haji Sahroni (75), Budi Awaludin (45), Euis (40), RK (7), dan B yang masih berusia 8 bulan.
(hap)
Load more