News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Ajak Warga Tinggalkan Rumah Beton, Sebut Rumah Bambu dan Kayu Lebih Cocok untuk Tanah Sunda

Gubernur Dedi Mulyadi kembali menyuarakan pentingnya menjaga budaya lokal Sunda di tengah pesatnya pembangunan modern. KDM ajak warga tinggalkan rumah beton.
Kamis, 28 Mei 2026 - 22:32 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tak Segan Berhentikan Kepala Sekolah Jika Terlibat Titip Menitip Siswa di Sekolah Maung
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menyuarakan pentingnya menjaga budaya lokal Sunda di tengah pesatnya pembangunan modern.

Kali ini, pria yang akrab disapa KDM itu mengajak masyarakat Sumedang untuk mempertahankan rumah tradisional berbahan bambu dan kayu yang dinilai lebih selaras dengan alam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam keterangannya, Dedi Mulyadi menilai rumah berbahan alami memiliki banyak keunggulan dibanding bangunan beton, terutama untuk wilayah pedesaan dan daerah perbukitan di Jawa Barat.

Kang Dedi Mulyadi (KDM), Gubernur Jawa Barat
Kang Dedi Mulyadi (KDM), Gubernur Jawa Barat
Sumber :
  • YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL

Menurutnya, rumah bambu dan kayu bukan sekadar tempat tinggal, melainkan bagian dari filosofi hidup masyarakat Sunda yang sejak dahulu hidup berdampingan dengan alam.

“Rumah kayu itu sesuai dengan keinginan air, keinginan angin, dan keinginan tanah. Itu bagian dari budaya Sunda yang harus kita jaga,” ujar Dedi Mulyadi, dilansir dari Antara News.

KDM menjelaskan, karakter bambu dan kayu yang lentur membuat rumah tradisional lebih mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan sekitar.

Saat diterpa angin kencang maupun ketika terjadi pergerakan tanah, rumah berbahan alami dinilai lebih fleksibel dibanding bangunan beton yang kaku.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Antara

Ia menyebut konsep rumah tradisional Sunda sebenarnya lahir dari pengalaman panjang masyarakat dalam memahami kondisi alam di wilayahnya.

“Kalau rumah bambu terkena angin dia mengikuti, kalau tanah bergerak dia lebih lentur. Itu sebabnya rumah tradisional punya filosofi menyatu dengan alam,” katanya lagi.

Dedi Mulyadi juga mengingatkan bahwa pembangunan modern tidak selalu cocok diterapkan di semua wilayah.

Menurutnya, penggunaan beton secara masif justru bisa menghilangkan identitas budaya daerah jika tidak dibarengi dengan pelestarian arsitektur tradisional.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) pada Puncak perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-80 Kodam III/Siliwangi di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, Jumat (22/5) malam.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) pada Puncak perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-80 Kodam III/Siliwangi di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, Jumat (22/5) malam.
Sumber :
  • jabarprov.go.id

Karena itu, ia meminta masyarakat desa tetap mempertahankan pola hunian berbasis kayu dan bambu sebagai bentuk menjaga warisan leluhur Sunda.

Selain bernilai budaya, rumah tradisional juga dianggap lebih nyaman untuk ditempati karena memiliki sirkulasi udara yang baik dan suhu ruangan yang lebih sejuk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kesempatan tersebut, KDM turut menyoroti wilayah Situraja, Kabupaten Sumedang, yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk mempertahankan rumah berbasis kearifan lokal Sunda.

Ia berharap pemerintah daerah dapat ikut mendorong pembangunan yang tidak menghilangkan ciri khas budaya setempat.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kronologi Bentrokan Maut di Menteng, Bermula dari Aksi Geber Motor hingga Berujung Amuk Massa dan Hilangnya Nyawa

Kronologi Bentrokan Maut di Menteng, Bermula dari Aksi Geber Motor hingga Berujung Amuk Massa dan Hilangnya Nyawa

Polisi mengungkap kronologi bentrokan di Menteng yang diduga dipicu aksi geber motor di dekat gerobak nasi uduk. Tiga orang diamankan, satu korban meninggal dunia diamuk massa.
Setahun Berlalu, Massa Gelar Aksi 'Melwan Lupa' Tragedi di Garut

Setahun Berlalu, Massa Gelar Aksi 'Melwan Lupa' Tragedi di Garut

Massa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Garut menggelar aksi bertajuk 'Melawan Lupa' di kawasan Pendopo Garut, Jawa Barat.
Viral! Beredar Tampang Diduga Para Pelaku Pengeroyokan Maling Ayam hingga Tewas di Bali, Benarkah?

Viral! Beredar Tampang Diduga Para Pelaku Pengeroyokan Maling Ayam hingga Tewas di Bali, Benarkah?

Kasus tewasnya seorang pria yang diduga mencuri ayam di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, terus menjadi sorotan publik.
Tak Ada Komunikasi dengan John Herdman, Igor Tolic Beri Pesan Khusus pada Pemain Persib di Timnas Indonesia Jelang Piala AFF

Tak Ada Komunikasi dengan John Herdman, Igor Tolic Beri Pesan Khusus pada Pemain Persib di Timnas Indonesia Jelang Piala AFF

Sebagai pemberi kontribusi terbanyak bagi skuad Piala AFF, Persib terpaksa tak memainkan tujuh pemain Timnas Indonesia di Piala Presiden 2026. 
Rieke Diah Pitaloka Minta Diusut Tewasnya Terduga Maling Ayam: Jangan Ada Kesan Kasus Bule Cepat, Kasus Rakyat Sendiri Lambat

Rieke Diah Pitaloka Minta Diusut Tewasnya Terduga Maling Ayam: Jangan Ada Kesan Kasus Bule Cepat, Kasus Rakyat Sendiri Lambat

Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, angkat bicara terkait tewasnya pria yang diduga mencuri ayam setelah menjadi korban pengeroyokan massa di Bali.
Bukan Cuma SDN Kebayoran Lama, Pramono Bakal Revitalisasi 11 Sekolah Tahun Ini

Bukan Cuma SDN Kebayoran Lama, Pramono Bakal Revitalisasi 11 Sekolah Tahun Ini

Bukan cuma SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga bakal revitalisasi 11 sekolah lainnya tahun ini. 

Trending

Viral! Beredar Tampang Diduga Para Pelaku Pengeroyokan Maling Ayam hingga Tewas di Bali, Benarkah?

Viral! Beredar Tampang Diduga Para Pelaku Pengeroyokan Maling Ayam hingga Tewas di Bali, Benarkah?

Kasus tewasnya seorang pria yang diduga mencuri ayam di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, terus menjadi sorotan publik.
Rieke Diah Pitaloka Minta Diusut Tewasnya Terduga Maling Ayam: Jangan Ada Kesan Kasus Bule Cepat, Kasus Rakyat Sendiri Lambat

Rieke Diah Pitaloka Minta Diusut Tewasnya Terduga Maling Ayam: Jangan Ada Kesan Kasus Bule Cepat, Kasus Rakyat Sendiri Lambat

Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, angkat bicara terkait tewasnya pria yang diduga mencuri ayam setelah menjadi korban pengeroyokan massa di Bali.
Ada Laga Timnas Indonesia Vs Kamboja di Stadion Pakansari, Polres Bogor Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Ada Laga Timnas Indonesia Vs Kamboja di Stadion Pakansari, Polres Bogor Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Ada laga Timnas Indonesia Vs Kamboja di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Polres Bogor menyiapkan rekayasa lalu lintas. 
Tak Ada Komunikasi dengan John Herdman, Igor Tolic Beri Pesan Khusus pada Pemain Persib di Timnas Indonesia Jelang Piala AFF

Tak Ada Komunikasi dengan John Herdman, Igor Tolic Beri Pesan Khusus pada Pemain Persib di Timnas Indonesia Jelang Piala AFF

Sebagai pemberi kontribusi terbanyak bagi skuad Piala AFF, Persib terpaksa tak memainkan tujuh pemain Timnas Indonesia di Piala Presiden 2026. 
Bukan Cuma SDN Kebayoran Lama, Pramono Bakal Revitalisasi 11 Sekolah Tahun Ini

Bukan Cuma SDN Kebayoran Lama, Pramono Bakal Revitalisasi 11 Sekolah Tahun Ini

Bukan cuma SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga bakal revitalisasi 11 sekolah lainnya tahun ini. 
Kronologi Bentrokan Maut di Menteng, Bermula dari Aksi Geber Motor hingga Berujung Amuk Massa dan Hilangnya Nyawa

Kronologi Bentrokan Maut di Menteng, Bermula dari Aksi Geber Motor hingga Berujung Amuk Massa dan Hilangnya Nyawa

Polisi mengungkap kronologi bentrokan di Menteng yang diduga dipicu aksi geber motor di dekat gerobak nasi uduk. Tiga orang diamankan, satu korban meninggal dunia diamuk massa.
Setahun Berlalu, Massa Gelar Aksi 'Melwan Lupa' Tragedi di Garut

Setahun Berlalu, Massa Gelar Aksi 'Melwan Lupa' Tragedi di Garut

Massa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Garut menggelar aksi bertajuk 'Melawan Lupa' di kawasan Pendopo Garut, Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT