Dedi Mulyadi Dikerubungi Ibu-ibu PKL yang Menangis Kiosnya Digusur, KDM: Saya Bangunkan Rumah, Enggak Dzolim Bu Saya Hidupnya
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
tvOnenews.com - Dedi Mulyadi langsung menghampiri ibu-ibu pedagang yang menangis saat kios mereka dibongkar di kawasan Ciloto, Puncak, Cianjur.
Di tengah proses penertiban itu, Gubernur Jawa Barat itu turun langsung menemui warga yang terdampak.
Percakapan antara KDM dan para pedagang pun menjadi sorotan karena berlangsung penuh emosi.
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Awalnya, Dedi Mulyadi menghampiri seorang ibu yang terlihat menangis gegara kiosnya mau dibongkar alat berat.
“Kenapa?” tanya Dedi Mulyadi kepada ibu tersebut.
“Mau lebaran bapak, kok buru-buru gini,” ucap ibu itu sambil menahan tangis.
Mendengar keluhan tersebut, Dedi Mulyadi langsung memastikan bantuan dari pemerintah sudah diterima atau belum oleh para pedagang terdampak.
Namun ibu tersebut mengaku belum menerima bantuan yang dijanjikan pemerintah daerah.
Bupati Cianjur kemudian menjelaskan bahwa dana kompensasi sebenarnya sudah diterima dari pemerintah provinsi, namun belum dibagikan karena terkendala libur.
- youtube
Meski demikian, ibu pedagang itu menegaskan bahwa yang membuatnya sedih bukan semata soal uang, melainkan waktu pembongkaran yang dianggap terlalu mendadak dan dilakukan saat suasana hari Raya Idul Adha.
"Iya tapi kita belum menerima, tapi bukan masalah uangnya bapak, ini karena mau Hari Raya (Idul Adha) nya, kok meni tega (kok tega banget)," ucap ibu itu lagi.
Dedi Mulyadi kemudian mencoba menenangkan warga. Ia menjelaskan bahwa pemerintah datang bukan sekadar menggusur, tetapi juga membawa solusi bagi masyarakat terdampak.
"Nggak, gini-gini, saya datang pasti memberi solusi, bukan enggak mengagetkan, laporan yang masuk ke saya itu uangnya sudah masuk setelah itu kita juga mau ngasih alternatif pekerjaan yang upahnya di atas 4 juta, rencana kita gitu," jelas KDM.
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Namun ibu-ibu pedagang tetap mengaku syok karena merasa tidak mendapat waktu cukup untuk bersiap sebelum pembongkaran dilakukan.
"Kita menyadari ini punya pemerintah, kita hanya bangunannya aja, kita punya bangunannya, cuma mestinya dikasih tempo hari, kalau ngedadak gini kan jadi syok pak, mana pas lebaran," ucap ibu-ibu.
Di tengah percakapan itu, suasana mendadak semakin haru ketika seorang ibu mengaku tidak memiliki rumah selain kios yang kini dibongkar.
Load more