GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Papua di Mata Dedi Mulyadi: Penyayang, Penuh Cinta, dan Lembut Mirip Orang Sunda

Dedi Mulyadi sebut orang Papua penyayang, penuh cinta, dan lembut mirip orang Sunda. Gubernur Jawa Barat itu tegaskan Papua harus dipahami dengan cinta, bukan strategi.
Minggu, 31 Mei 2026 - 08:09 WIB
Dedi Mulyadi di Papua
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan pidato yang emosional dan mendalam saat mengunjungi tanah Papua. Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan pandangannya tentang karakter asli masyarakat Papua yang menurutnya sering disalahpahami oleh banyak pihak.

Kunjungan tersebut ia dokumentasikan dan bagikan melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, dengan pesan yang langsung menyentuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Memahami Papua harus dengan cinta, bukan dengan strategi dan taktik," tulis Dedi Mulyadi.

Penyayang, Lembut, dan Mirip Orang Sunda

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa ia mengenal betul karakter masyarakat Papua, bukan dari bacaan atau laporan, melainkan dari pengalaman langsung sejak ia menjabat sebagai bupati. Ia dengan yakin menyebut orang Papua memiliki kesamaan karakter dengan orang Sunda.

"Saya tahu orang Papua itu penyayang, hidup penuh dengan cinta, lembut, mirip orang Sunda," kata Dedi Mulyadi.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat Papua memiliki nilai sosiologis yang tinggi dan sangat terbuka bagi siapa saja yang datang dengan niat baik.

"Masyarakat Papua masyarakat yang memiliki nilai sosiologis yang tinggi. Dia terbuka bagi siapapun, orang Sunda di sini bisa hidup," tegas Dedi Mulyadi.

Mengenal Sifat Pundungan yang Perlu Dipahami

Di balik kelembutan itu, Dedi Mulyadi juga menyoroti satu sisi karakter masyarakat Papua yang menurutnya penting untuk dipahami, yaitu sifat pundungan atau mudah tersinggung. Baginya, ini bukan kelemahan, melainkan sesuatu yang harus disikapi dengan bijak oleh siapa pun yang ingin membangun hubungan tulus dengan masyarakat Papua.

"Tapi ada karakter yang mungkin di era kompetitif agak berat, pundungan. Apa itu pundungan? Kalau dia tersinggung, dia tidak mau lagi bermain bola dengan baik, dia tidak mau lagi belajar dengan baik. Anak-anak Papua banyak yang di saya, banyak, sejak saya jadi bupati," kata Dedi Mulyadi.

Kedekatan itu bukan sekadar kata-kata. Dedi Mulyadi menceritakan bagaimana ia secara langsung mengurus, menyekolahkan, hingga mengkuliahkan anak-anak Papua.

"Saya ngurus mereka sepak bola, saya sekolahin mereka, saya kuliahin mereka, dan beberapa staf saya hari ini anak Papua. Saya ngerti," tegas Dedi Mulyadi.

Papua Harus Didekati dengan Perasaan, Bukan Taktik

Dari pengalaman panjang itulah Dedi Mulyadi sampai pada satu kesimpulan yang ia yakini sepenuh hati: Papua tidak bisa didekati dengan kalkulasi dingin. Papua hanya bisa dipahami dengan perasaan.

"Dia perasa. Seringkali kita pahami orang perasa sebagai orang yang kalau mudah dikalahkan, tidak. Dia punya ikatan emosi yang sangat tinggi. Karena orang perasa, maka memahami Papua harus dengan perasaan lagi," ujar Dedi Mulyadi.

Ia juga menekankan bahwa yang perlu berubah bukan masyarakat Papua, melainkan cara kita memandang dan mendekati mereka.

"Untuk itu bukan dia yang harus ngerti kita, kita yang harus mengerti dia. Kalau makan tidak boleh telat, karena itu orang Sunda sama, orang perasa," kata Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi menutup pesannya dengan kalimat sederhana namun sarat makna, yang sekaligus menjadi inti dari seluruh pandangannya tentang Papua.

"Cinta harus bertemu dengan cinta," pungkas Dedi Mulyadi.

Pernyataan Dedi Mulyadi ini menjadi pengingat bahwa pendekatan terhadap Papua tidak cukup hanya dengan program dan anggaran. Dibutuhkan ketulusan, empati, dan kesediaan untuk benar-benar memahami manusia Papua apa adanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Blokade Laut AS Terhadap Iran Masih Berlaku, Iran: Khianati Diplomasi

Blokade Laut AS Terhadap Iran Masih Berlaku, Iran: Khianati Diplomasi

Amerika menegaskan blokade angkatan laut AS terhadap Iran di Selat Hormuz masih berlaku.
Dedi Mulyadi Sayangkan Mentalitas Sebagian Orang Tua yang Ngaku Tak Punya Uang untuk Pendidikan Anak, tapi Konsumtif untuk Gaya Hidup

Dedi Mulyadi Sayangkan Mentalitas Sebagian Orang Tua yang Ngaku Tak Punya Uang untuk Pendidikan Anak, tapi Konsumtif untuk Gaya Hidup

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menayangkan mentalitas sebagian orang tua yang sering mengaku-ngaku tidak punya uang untuk pendidikan anak, tapi gaya hidupnya konsumtif. 
Nova Arianto Terapkan Sentuhan Ala Shin Tae-yong, Mental Pemain Timnas Indonesia Langsung Ditempa di TC Medan Jelang Piala AFF U-19 2026

Nova Arianto Terapkan Sentuhan Ala Shin Tae-yong, Mental Pemain Timnas Indonesia Langsung Ditempa di TC Medan Jelang Piala AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 matangkan persiapan jelang Piala AFF U-19 2026. Hari pertama TC di Medan, pelatih Nova Arianto memilih fokus membangun mental bertanding.
BRI KPR Solusi Promo hingga Tenor 20 Tahun dan Bunga Mulai 2,50%, Makin Mudah Miliki Properti Impian

BRI KPR Solusi Promo hingga Tenor 20 Tahun dan Bunga Mulai 2,50%, Makin Mudah Miliki Properti Impian

BRI terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan solusi finansial yang relevan bagi masyarakat melalui program “BRI KPR Solusi”.
Pesan Mendalam Dedi Mulyadi untuk Warga Jabar, Keprihatinan terhadap Bahaya Pinjaman Online

Pesan Mendalam Dedi Mulyadi untuk Warga Jabar, Keprihatinan terhadap Bahaya Pinjaman Online

Belum lama ini Dedi Mulyadi menyampaikan pesan mendalam untuk warganya. Hal ini sebagai bentuk keprihatinannya terhadap bahaya pinjaman online.
Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Tingkatkan Kualitas Diri

Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Tingkatkan Kualitas Diri

Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas diri dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Trending

Prihantini Beri Klarifikasi dan Surat Pernyataan Terkait Pencatutan Nama Dosen dalam Riset: Saya Mohon Maaf

Prihantini Beri Klarifikasi dan Surat Pernyataan Terkait Pencatutan Nama Dosen dalam Riset: Saya Mohon Maaf

Polemik dugaan manipulasi riset melibatkan seorang peneliti bernama Prihantini dalam sebuah konferensi internasional hingga kini terus menyita perhatian publik
Mees Hilgers Tiba-Tiba Mendarat di Jakarta, Dipanggil John Herdman untuk Perkuat Timnas Indonesia?

Mees Hilgers Tiba-Tiba Mendarat di Jakarta, Dipanggil John Herdman untuk Perkuat Timnas Indonesia?

Pemain Timnas Indonesia, Mees Hilgers, mendadak mengabarkan bahwa dirinya berada di Jakarta. Padahal, John Herdman tidak memanggilnya untuk skuad FIFA Matchday Juni 2026.
Viral! Lagi Meliput Proyek KDM di Wisata Air Kalimalang Bekasi, Konten Kreator Diduga Diintimidasi Bang Jago

Viral! Lagi Meliput Proyek KDM di Wisata Air Kalimalang Bekasi, Konten Kreator Diduga Diintimidasi Bang Jago

2 konten kreator diduga diintimidasi preman saat meliput proyek Wisata Air diinisiasikan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) di Kalimalang, Kota Bekasi viral.
Chelsea Langsung Sindir Arsenal usai Gagal Juara Liga Champions 2025-2026

Chelsea Langsung Sindir Arsenal usai Gagal Juara Liga Champions 2025-2026

Chelsea langsung membuat sindiran terhadap Arsenal yang gagal juara Liga Champions 2025-2026. Mereka kalah lewat adu penalti dari Paris Saint-Germain.
Bung Ropan Mulai Curiga Pemain Ini akan Gantikan Posisi Jay Idzes di Timnas Indonesia dalam FIFA Matchday

Bung Ropan Mulai Curiga Pemain Ini akan Gantikan Posisi Jay Idzes di Timnas Indonesia dalam FIFA Matchday

Bung Ropan memberikan prediksinya soal siapa pemain yang akan mengisi posisi Jay Idzes di Timnas Indonesia. Jay Idzes dipastikan absen dalam FIFA Matchday Juni.
Sebelum Berangkat Penuhi Panggilan Timnas Indonesia, Emil Audero Sempatkan Bicara Soal Masa Depannya di Cremonese

Sebelum Berangkat Penuhi Panggilan Timnas Indonesia, Emil Audero Sempatkan Bicara Soal Masa Depannya di Cremonese

Penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero bicara terkait masa depannya bersama Cremonese yang terdegradasi ke Serie B usai finis tiga terbawah di Serie A.
Update Lagi di Bandara Qatar, Bek Muda Jerman Kelahiran Jakarta Ini Diam-diam Merapat ke Timnas Indonesia?

Update Lagi di Bandara Qatar, Bek Muda Jerman Kelahiran Jakarta Ini Diam-diam Merapat ke Timnas Indonesia?

Kedapatan update Instagram Stories transit di Bandara Qatar, apakah bek Jerman kelahiran Jakarta Reno Munz akan gabung Timnas Indonesia asuhan John Herdman?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT