Seperti Ayah dan Anak, Dedi Mulyadi Peluk Siswi SD yang Menangis dan Beri Uang Jajan Rp200 Ribu
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali memperlihatkan sisi humanisnya yang jarang dimiliki seorang pejabat. Di sela kegiatan penataan trotoar dan pembongkaran gapura di kawasan Sukajadi, Bandung, ia mendapati seorang siswi SD yang menangis di lokasi tersebut dan langsung bergerak menghampirinya tanpa ragu.
Momen mengharukan itu berlangsung spontan, tanpa rencana, dan tanpa kamera yang sengaja diarahkan. Namun justru karena itulah momen ini terasa begitu nyata dan menyentuh.
Kejadian bermula saat kegiatan penataan kawasan Sukajadi tengah berlangsung. Di tengah suara alat berat dan kesibukan para pekerja, Dedi Mulyadi menyadari kehadiran seorang siswi SD yang tampak emosional dan tidak bisa menahan tangisnya.
![]()
Dedi Mulyadi dan Siswi SD di Sukajadi, Bandung. (Sumber:Â YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
Tanpa menunggu lama, Dedi Mulyadi langsung meninggalkan kesibukannya dan berjalan menghampiri siswi tersebut dengan sikap tenang dan penuh empati.
"Kenapa nangis?" tanya Dedi Mulyadi dengan lembut.
Sang siswi tidak menjawab dengan kata-kata. Yang terdengar hanya suara tangisnya yang semakin keras. Seorang ibu-ibu yang berdiri di sebelahnya pun spontan berkomentar.
"Pengin ketemu orang baik ya, Neng," ucap ibu-ibu tersebut.
Melihat siswi itu masih terus menangis, Dedi Mulyadi tidak banyak bicara. Ia langsung merentangkan tangannya dan memeluk sang siswi dengan hangat.
"Yaudah, sudah ya. Sini, sini," ucap Dedi Mulyadi sambil memeluk siswi tersebut.
Tidak berhenti di sana, Dedi Mulyadi juga memberikan kecupan hangat di kepala siswi itu, layaknya seorang ayah yang menenangkan anaknya sendiri. Ia pun mengelus kepala sang siswi dengan lembut, memintanya untuk berhenti menangis.
Siswi itu perlahan mulai tenang. Senyum kecil tersungging di wajahnya yang masih basah oleh air mata.
"Makasih, Bapak," ucap siswi SD tersebut sambil berusaha menghentikan tangisannya.
Setelah suasana mereda, Dedi Mulyadi mengajak siswi tersebut berfoto bersama sebagai kenang-kenangan dari pertemuan yang tidak terduga itu. Usai berfoto, ia kemudian berbisik kepada ajudannya.
"Kasih 200," ucap Dedi Mulyadi kepada ajudannya.
Uang jajan sebesar Rp200.000 pun diserahkan kepada sang siswi. Bukannya tersenyum lebih lebar, siswi itu justru kembali menangis, kali ini lebih kencang dari sebelumnya.
Tangisan yang kemungkinan besar bukan lagi karena kesedihan, melainkan karena keharuan yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.
Momen sederhana ini sekali lagi memperlihatkan sisi Dedi Mulyadi yang tidak hanya hadir sebagai gubernur yang mengurusi infrastruktur dan kebijakan.Â
Di tengah kesibukannya menata kawasan Sukajadi, ia tetap peka terhadap hal-hal kecil di sekelilingnya, termasuk air mata seorang anak kecil yang mungkin luput dari perhatian orang lain.
Pertemuan singkat itu mencerminkan kepemimpinan yang sesungguhnya, yaitu hadir sepenuhnya untuk masyarakat, bukan hanya untuk program dan agenda, tetapi juga untuk jiwa-jiwa kecil yang membutuhkan kehangatan di tempat yang paling tidak terduga sekalipun.
(anf)
Load more