Dedi Mulyadi Sampai Acungkan Jempol untuk Anak-anak Papua: Sudah Dapat Uang, Tidak Mau Ambil Bagian Lagi
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
tvOnenews.com - Di antara semua momen selama kunjungannya ke Papua, ada satu pemandangan sederhana yang justru paling membekas di benak Dedi Mulyadi.Â
Bukan sambutan pejabat, bukan forum diskusi besar, melainkan sikap seorang anak kecil bernama Isak yang memilih mundur dan tidak ikut antre uang karena merasa sudah mendapatkan bagiannya.Â
Momen sekecil itu membuat Gubernur Jawa Barat tersebut sampai mengacungkan jempol dan kehilangan kata-kata.
![]()
Dedi Mulyadi dan Isak. (Sumber:Â YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
Cerita ini bermula dari tantangan adu penalti yang Dedi Mulyadi gagas secara spontan saat berpapasan dengan sekumpulan anak-anak yang sedang bermain bola. Terlihat dalam tayangan YouTube pribadi Dedi Mulyadi.
Ia menjadi kiper dadakan dan menjanjikan hadiah Rp200 ribu bagi siapa pun yang berhasil mencetak gol.Â
Dari sekian anak yang mencoba, hanya Isak yang berhasil membobol pertahanannya dan berhak atas hadiah tersebut.
Setelah itu, Dedi Mulyadi meminta anak-anak yang lain untuk berbaris dan membagikan uang Rp100 ribu kepada masing-masing dari mereka sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan semangat mereka.Â
Namun di sinilah pemandangan yang tidak terduga itu terjadi. Isak, yang sebelumnya sudah menerima Rp200 ribu, tidak ikut berbaris bersama teman-temannya. Ia memilih mundur karena merasa haknya sudah terpenuhi.
Sikap spontan dan jujur Isak itulah yang langsung mencuri perhatian seluruh rombongan Dedi Mulyadi.
"Tadi anak itu sudah dapat, tidak baris lagi," ucap salah satu tim Dedi Mulyadi kepada warga lokal yang menemani rombongan berkeliling.
Mendengar itu, Dedi Mulyadi langsung bereaksi dengan penuh kekaguman sambil mengacungkan jempolnya.
"Hebat. Anak-anak Papua hebat. Sudah dia dapat uang, dia enggak mau ngambil lagi bagian karena dia sudah dapat," ucap Dedi Mulyadi terkagum.
Kekaguman itu ia perkuat dengan membandingkan sikap Isak dengan perilaku anak-anak pada umumnya yang kerap berebut ketika ada pembagian uang.
"Anak-anak Papua lebih bagus, dia tidak ribut urusan uang. Biasanya anak kecil begitu, ada uang lari minta bapak. Ini tidak. Orang Papua hebat-hebat. Hebat," ujar Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi kemudian menjadikan momen ini sebagai bahan refleksi yang ia sampaikan langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat yang turut mendampinginya. Menurutnya, kejujuran dan integritas yang ditunjukkan anak-anak Papua adalah bentuk pendidikan karakter yang sesungguhnya, sesuatu yang justru sulit ditemukan di tempat lain.
"Tak dapatlah pendidikan itu di tempat lain. Ini kasih Dinas Pendidikan, ciptakan anak-anak kayak anak-anak Papua, jujur-jujur, punya integritas," lanjut Dedi Mulyadi.
Kepala Dinas Jawa Barat yang hadir pun membenarkan pernyataan tersebut. Namun Dedi Mulyadi justru melanjutkan dengan sebuah kekhawatiran yang ia sampaikan dengan nada reflektif.
"Tapi jangan-jangan setelah diambil sama kita, di sekolah sama kita malah jadi terpengaruh sama lingkungan," kata Dedi Mulyadi.
Bagi Dedi Mulyadi, apa yang ia saksikan dari Isak dan anak-anak Papua hari itu bukan sekadar perilaku biasa. Kejujuran yang tumbuh alami tanpa perlu diajarkan secara formal itu adalah cerminan karakter yang ia harap bisa menjadi teladan, bukan hanya bagi anak-anak di Papua, tetapi juga bagi generasi muda di seluruh Indonesia.
(anf)
Load more