News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fantastis, Segini Harta Kekayaan Dadan Hindayana, Ini Isi Garasi dan Aset Mantan Kepala BGN

Harta kekayaan Dadan Hindayana menjadi sorotan usai dicopot dari jabatan Kepala BGN. Berdasarkan LHKPN KPK, total kekayaannya mencapai Rp9 miliar dengan aset properti mendominasi
Selasa, 2 Juni 2026 - 22:31 WIB
Fantastis, Segini Harta Kekayaan Dadan Hindayana, Ini Isi Garasi dan Aset Mantan Kepala BGN
Sumber :
  • ANTARA/HO-BGN/am.

tvOnenews.com - Nama Dadan Hindayana kembali menjadi perhatian publik setelah pemerintah mengumumkan pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Sosok akademisi yang sebelumnya dipercaya memimpin lembaga strategis pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu resmi diberhentikan dari jabatannya dan digantikan oleh Nanik S. Deyang sebagai bagian dari evaluasi kelembagaan yang dilakukan pemerintah.

Seiring mencuatnya kabar tersebut, perhatian masyarakat tidak hanya tertuju pada perjalanan karier Dadan sebagai mantan Kepala BGN, tetapi juga pada laporan harta kekayaannya yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Transparansi kekayaan pejabat publik menjadi salah satu aspek yang kerap mendapat sorotan karena berkaitan dengan akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Berdasarkan data LHKPN yang dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total harta kekayaan Dadan Hindayana mencapai lebih dari Rp9 miliar. 

Aset tersebut didominasi kepemilikan tanah dan bangunan, disusul kendaraan, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas. Lalu seperti apa rincian kekayaan mantan Kepala BGN tersebut?

Harta Kekayaan Dadan Hindayana Menurut LHKPN KPK

Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan pada 14 Maret 2025 dan tercatat sebagai laporan khusus awal menjabat pada 10 Desember 2024, Dadan Hindayana memiliki total kekayaan sebesar Rp9.022.400.000.

Data tersebut tercantum dalam sistem LHKPN KPK dan menunjukkan bahwa Dadan tidak memiliki catatan utang, sehingga seluruh aset yang dilaporkan menjadi nilai kekayaan bersih yang dimilikinya.

Komposisi terbesar kekayaannya berasal dari aset tanah dan bangunan. Berdasarkan laporan tersebut, nilai properti yang dimiliki Dadan mencapai sekitar Rp8,143 miliar. 

Aset ini menjadi tulang punggung portofolio kekayaannya dan menunjukkan bahwa sebagian besar nilai kekayaan tersimpan dalam bentuk investasi jangka panjang berupa properti.

Selain aset properti, Dadan juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai sekitar Rp585 juta. 

Sementara itu, harta bergerak lainnya tercatat sebesar Rp95 juta. Adapun kas dan setara kas yang dimiliki mencapai Rp199,4 juta.

Dalam laporan lain yang disampaikan sebelumnya, total nilai kendaraan dan harta bergerak Dadan tercatat lebih tinggi dengan nilai kendaraan sekitar Rp1,4 miliar, tergantung periode pelaporan dan pembaruan data aset yang dilakukan.

Yang menarik, seluruh laporan tersebut menunjukkan bahwa Dadan tidak memiliki kewajiban utang yang tercatat dalam LHKPN.

Isi Garasi Dadan Hindayana, Didominasi Mobil Keluarga Premium

Selain aset properti, publik juga menyoroti kendaraan yang dimiliki mantan Kepala BGN tersebut. Berdasarkan data yang pernah dilaporkan dalam LHKPN, Dadan memiliki sejumlah mobil yang diperoleh dari hasil sendiri.

Isi garasinya antara lain Mazda CX-5 tahun 2023 dengan nilai sekitar Rp675 juta. Mobil SUV premium ini dikenal sebagai salah satu kendaraan keluarga yang menawarkan kenyamanan sekaligus performa tinggi.

Kendaraan kedua adalah Honda HR-V 1.5L SE CVT tahun 2024 yang ditaksir bernilai Rp330 juta. Model ini termasuk salah satu SUV kompak yang cukup populer di Indonesia karena efisiensi bahan bakar dan fitur keselamatan yang lengkap.

Selain itu, Dadan juga memiliki Mazda CX-3 1.5 tahun 2023 dengan nilai sekitar Rp395 juta. Mobil ini melengkapi koleksi kendaraan yang sebagian besar berada pada segmen SUV perkotaan.

Jika dijumlahkan, nilai kendaraan yang pernah dilaporkan tersebut mencapai sekitar Rp1,4 miliar. Seluruh kendaraan dilaporkan diperoleh dari hasil sendiri dan bukan berasal dari hibah ataupun warisan.

Kepemilikan kendaraan tersebut menunjukkan profil aset yang relatif moderat jika dibandingkan dengan sejumlah pejabat publik lain yang memiliki koleksi kendaraan mewah bernilai puluhan miliar rupiah.

Dari Akademisi IPB Hingga Memimpin Badan Gizi Nasional

Dadan Hindayana lahir di Garut, Jawa Barat, pada 10 Juli 1967. Sebelum terjun ke pemerintahan, ia dikenal luas sebagai akademisi dan peneliti di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Karier akademiknya banyak dihabiskan dalam bidang entomologi dan proteksi tanaman. Ia juga dikenal sebagai guru besar yang aktif menghasilkan berbagai publikasi ilmiah terkait pertanian berkelanjutan, ketahanan pangan, serta pengelolaan ekosistem pertanian.

Perjalanan panjang di dunia pendidikan kemudian membawanya masuk ke lingkaran kebijakan nasional. Pada 2024, Dadan dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional setelah lembaga tersebut dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024.

Selama menjabat, Dadan sempat menjadi sorotan terkait penggunaan anggaran untuk jasa event organizer (EO) yang nilainya mencapai Rp113 miliar. 

Menanggapi kritik yang muncul, ia menjelaskan bahwa penggunaan jasa EO dilakukan karena BGN masih berada dalam tahap awal pembangunan organisasi dan belum memiliki sumber daya internal yang memadai untuk menangani kegiatan berskala nasional secara mandiri.

Kini, setelah tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, perhatian publik terhadap Dadan Hindayana tidak hanya berkaitan dengan kebijakan yang pernah dijalankannya, tetapi juga transparansi harta kekayaan yang telah dilaporkan melalui LHKPN. 

Keberadaan sistem pelaporan tersebut menjadi instrumen penting untuk menjaga akuntabilitas pejabat negara sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan. (udn)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BREAKING
NEWS
Polri Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Nomor Telepon Presiden Prabowo: Inisial LSP, ASN, dan EH

Polri Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Nomor Telepon Presiden Prabowo: Inisial LSP, ASN, dan EH

Polri tetapkan tiga tersangka kasus dugaan penyadapan secara ilegal dan penghapusan data elektronik serta illegal access terhadap Presiden RI Prabowo Subianto.
Sukses Juara Liga 2, Garudayaksa FC Ingin Ulangi Prestasi di I.League Cup 2026-2027

Sukses Juara Liga 2, Garudayaksa FC Ingin Ulangi Prestasi di I.League Cup 2026-2027

Garudayaksa FC tak sekadar ingin meramaikan I.League Cup 2026/27. Klub tersebut memasang target tinggi dengan membidik gelar juara.
Viral! Kronologi Dua WNI Tewas Terseret Ombak saat Memancing di Jepang, Sempat Diselamatkan Peselancar

Viral! Kronologi Dua WNI Tewas Terseret Ombak saat Memancing di Jepang, Sempat Diselamatkan Peselancar

Berikut fakta-fakta soal kisah 4 WNI yang terseret ombak saat memancing di Jepang. Dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia usai dilakukan pencarian.
Menteri Rosan Laporkan Progres Proyek Kampung Haji Indonesia di Mekkah ke Presiden Prabowo: Siap Groundbreaking Desember 2026

Menteri Rosan Laporkan Progres Proyek Kampung Haji Indonesia di Mekkah ke Presiden Prabowo: Siap Groundbreaking Desember 2026

Proyek strategis pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah, Arab Saudi, dipastikan memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Desember 2026
Viral Nota Pembelian Mie Gacoan Ikut Ditaruh di Atas Piring Berisi Mi, Netizen: This is Disgusting

Viral Nota Pembelian Mie Gacoan Ikut Ditaruh di Atas Piring Berisi Mi, Netizen: This is Disgusting

Pemilih akun @allwinshihombing mengunggah postingan tentang kekecewaannya terhadap outlet Mie Gacoan yang ikut menaruh nota pembelian di atas piring berisi mi.
Menunggu Kejelasan MotoGP Qatar 2026 Akhir Pekan Ini, Pedro Acosta Pilih Berlibur ke Indonesia usai Grand Prix Malaysia

Menunggu Kejelasan MotoGP Qatar 2026 Akhir Pekan Ini, Pedro Acosta Pilih Berlibur ke Indonesia usai Grand Prix Malaysia

Pedro Acosta memilih menghabiskan waktu di Indonesia setelah menyelesaikan MotoGP Malaysia 2026 di Sirkuit Sepang.

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT