News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gara-gara Abu Janda, Gubernur KDM Respons Keras Pernyataan Pelabelan Jawa Barat Disebut Provinsi Barbar

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) membantah pernyataan viral Permadi Arya alias Abu Janda yang melabelkan Provinsi Jawa Barat dan Sumbar diisi orang barbar.
Selasa, 2 Juni 2026 - 23:40 WIB
Permadi Arya alias Abu Janda & Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM)
Sumber :
  • Kolase ANTARA/Livia Kristianti & YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merespons keras Permadi Arya alias Abu Janda. Hal ini tak lepas dari pernyataan viral sang pegiat media sosial tersebut.

KDM menyoroti pernyataan yang menyinggung Provinsi Jawa Barat. Pasalnya, Abu Janda diduga menghina dengan menyebut Jabar sebagai wilayah "barbar" belum lama ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KDM menyayangkan pelabelan Jawa Barat sebagai Provinsi barbar. Ia menilai pandangan tersebut tidak sesuai dengan kondisi sosial masyarakat di wilayah Jabar.

KDM menyampaikan suasana sikap toleransi masyarakat Jawa Barat. Warganya selalu menjunjung tinggi hidup berdampingan, keterbukaan, serta keberagaman.

"Saya sih selalu melihat segala sesuatu yang berkembang itu kita menanggapi secara dewasa, bahwa hari ini saya menegaskan orang Jawa Barat itu sudah sejak lama toleran, orang Jawa Barat itu dari dulu toleran," kata KDM, Selasa (2/6/2026).

KDM Bicara Konflik Kategori Intoleransi di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • jabarprov.go.id

KDM bingung alasan Jawa Barat dilabeli provinsi intoleransi. Gubernur Jabar ini memberikan penilaian terkait isu toleransi yang berkembang di wilayahnya.

Mantan Bupati Purwakarta ini tak membantah terdapat sejumlah konflik di Jawa Barat. Konflik-konflik tersebut membuat banyak pihak menyandingkan dengan isu toleransi.

Namun demikian, berbagai konflik yang pernah terjadi tidak bisa menjadi acuan, apalagi menyangkut pada penilaian seluruh karakter masyarakat Jabar.

Dedi Mulyadi menegaskan, sejumlah konflik tersebut tidak disebabkan faktor intoleransi di tengah masyarakat Jawa Barat, melainkan adanya kesalahpahaman dalam komunikasi.

"Kalau ada konflik-konflik intoleransi lebih disebabkan karena missed komunikasi," terangnya.

Konflik yang disebut dalam kategori intoleransi terjadi di Jawa Barat bukan dilakukan warga pribumi. Dalam hal ini, para pelaku berasal dari luar Jabar.

"Kedua, biasanya juga para pelaku intolerannya bukan warga Jawa Barat yang asli biasanya," tegasnya.

Gubernur Jabar itu menuturkan contoh banyak konflik yang muncul di perkotaan di Jabar. Baginya, konflik ini sampai melibatkan kelompok pendatang.

Para pendatang mempunyai konflik dengan sesama perantau. banyak dinamika sosial yang kompleks akibat dari interaksi melibatkan karakter masyarakat urban yang heterogen.

Kendati demikian, KDM memberikan klaimnya terkait kondisi sosial di Provinsi Jawa Barat saat ini. Menurutnya, konflik-konflik serupa jarang terjadi dan situasi wilayahnya semakin kondusif.

Ia meyakini potensi gesekan mengalami penurunan yang sebelumnya selalu menggegerkan publik, kini mudah terkendali sejak dirinya memimpin sebagai orang nomor satu di Jawa Barat.

"Sekarang setelah saya memimpin kan sudah semakin redup. Insya Allah Jawa Barat sebagai provinsi yang selalu terbuka," bebernya.

Dedi Mulyadi Tolak Pernyataan Jawa Barat Provinsi "Barbar"

KDM memberikan sentilan berkelas mengenai keterbukaan di Jawa Barat. Provinsinya dinilai sangat terbuka ketimbang wilayah lainnya.

Dedi Mulyadi pun menepis pelabelan Jawa Barat sebagai provinsi barbar. Cerminan keterbukaan di wilayahnya menunjukkan dari angka mobilitas penduduk yang tinggi.

Kependudukan semakin tinggi karena banyak yang datang dari berbagai daerah. Kedatangan mereka tidak lain untuk tinggal menetap/sementara dan bekerja.

Mantan anggota DPR RI ini mengatakan, salah satu kekuatan membangun keharmonisan dalam kehidupan sosial melalui keberagaman dari latar belakang masyarakat.

"Gini aja deh, kalau ngomong tentang keterbukaan Jawa Barat, provinsi mana saja yang seterbuka Jawa Barat," sindir dia.

"Jadi tidak ada kalimat barbar bagi Jawa Barat. Buktinya Jawa Barat, semua orang bisa hidup di sini dan nyaman," sambungnya.

Dedi Mulyadi mencontohkan konflik antarsuku di Jawa Barat. hal seperti ini sangat minim untuk menjadi bukti masyarakat lokal selalu mengutamakan kedamaian dan kondusifitas.

"Buktinya Jawa Barat semua orang bisa tinggal di sini dengan nyaman. Pernah tidak di Jabar ada konflik antarsuku? Berarti ucapan itu sebenarnya terpatahhkan dengan kehidupan masyarakat yang harmoni," sebutnya.

Soroti Persoalan Rumah Ibadah

Ia menyoroti rumah ibadah sebagai persoalan sering kali muncul di ruang publik. Pada umumnya, aspek ini menjadi dasar pernilaian bahwa Jawa Barat sebagai provinsi tidak toleran.

Pria berusia 55 tahun ini menegaskan, dialog dan musyawarah sebagai sarana menyelesaikan konflik yang mempersoalkan rumah ibadah.

"Biasanya yang menjadi sorotan itu adalah persoalan konflik rumah ibadah. Tapi, itu saja konfliknya dapat dituntaskan dengan pendekatan yang harmoni, pendekatan yang biasanya ada konflik di lingkungan, dan selama ini selesai," katanya.

Awal Mula Permadi Arya Kasih Label Jawa Barat Provinsi Barbar

Permadi Arya alias Abu Janda, pegiat media sosial yang sering kontroversi
Permadi Arya alias Abu Janda, pegiat media sosial yang sering kontroversi
Sumber :
  • Instagram/@permadiaktivis2

Sebelumnya, Permadi Arya melontarkan pernyataan mengejutkan. Pria disapa Abu Janda itu diduga menghina masyarakat Jabar dan Sumatera Barat.

Permadi Arya menyinggung dua provinsi ini dalam sebuah pidato di acara komunitas Kristen di sebuah gereja di Amerika Serikat (AS) yang berujung viral di media sosial.

Dalam momen itu, Abu Janda menyinggung isu toleransi. Ia melabeli masyarakat Jawa Barat dan Sumatera Barat dihuni oleh orang-orang yang barbar.

Kata Abu Janda, masyarakat dari dua provinsi itu mempunyai kelompok Islam yang cenderung lebih keras. Pernyataan itu langsung menggegerkan publik dan menimbulkan polemik di ruang jagat maya.

Abu Janda saat itu berbicara beberapa kasus intoleransi. Tak sedikit persekusi pelarangan dan pembubaran kegiatan peribadatan agama tertentu di Jabar dan Sumbar.

"Nah itu satu di Jabar, yang satu di Sumbar. Saya juga aneh gitu, yang ada bar-bar ini kok banyak orang barbar," ucap Permadi Arya.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Resmi Jadi Pelatih Dewa United, Osmar Loss Siap Bawa Banten Warriors Naik Level di Super League 2026/2027

Resmi Jadi Pelatih Dewa United, Osmar Loss Siap Bawa Banten Warriors Naik Level di Super League 2026/2027

Dewa United Banten FC resmi memulai era baru dengan menunjuk Osmar Loss sebagai pelatih kepala untuk mengarungi Super League 2026/2027.
Fakta Baru, Pria Ditemukan Tewas di Gang Buntu Tangerang Selatan Ternyata Sudah Lima Hari Tidak Pulang

Fakta Baru, Pria Ditemukan Tewas di Gang Buntu Tangerang Selatan Ternyata Sudah Lima Hari Tidak Pulang

Seorang pria ditemukan tewas di sebuah gang buntu di Kampung Pladen, Kelurahan Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan pada Sabtu (25/7/2026). 
Indonesia Didorong Mengoptimalkan Potensi Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan

Indonesia Didorong Mengoptimalkan Potensi Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan

Berdasarkan data, luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia mencapai 16,8 juta hektare dengan potensi produksi biomassa mencapai sekitar 272 juta ton per tahun.
Tiga Anggota Polda Jabar Diperiksa Propam Buntut Viral Intimidasi Satpam di Bundaran HI

Tiga Anggota Polda Jabar Diperiksa Propam Buntut Viral Intimidasi Satpam di Bundaran HI

Hasil penelusuran mengungkap bahwa pengemudi beserta dua penumpang mobil Alphard tersebut merupakan tiga anggota Polda Jawa Barat. 
Snowball Power Harus Tahu, Ini Ketentuan Fan Benefit di Fan Meeting Win Metawin Jakarta

Snowball Power Harus Tahu, Ini Ketentuan Fan Benefit di Fan Meeting Win Metawin Jakarta

Win Metawin bersiap menyapa Snowball Power (sebutan fans Win) Indonesia pada 1 Agustus 2026 mendatang di Balai Kartini, Kartike Expo Center Jakarta.
Pekan Depan Fan Meeting Win Metawin di Jakarta, Simak Jadwal Acaranya Berikut

Pekan Depan Fan Meeting Win Metawin di Jakarta, Simak Jadwal Acaranya Berikut

Aktor kenamaan Thailand, Win Metawin akan kembali menyapa Snowball Power (sebutan fans Win) Indonesia pada 1 Agustus 2026 mendatang.

Trending

Profil Febri Diansyah: Eks Jubir KPK Pernah Jadi Pengacara Istri Ferdy Sambo, Kini Gantikan Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah

Profil Febri Diansyah: Eks Jubir KPK Pernah Jadi Pengacara Istri Ferdy Sambo, Kini Gantikan Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah

Nama Febri Diansyah kembali disorot setelah resmi ditunjuk sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Santuy Meski Dihujani Kritik Usai Bela Febrie Adriansyah, Hotman Paris: Saya Tidak Salah!

Santuy Meski Dihujani Kritik Usai Bela Febrie Adriansyah, Hotman Paris: Saya Tidak Salah!

Pengacara Hotman Paris Hutapea akhirnya buka suara mengenai gelombang kritik yang menghampirinya setelah sempat menjadi kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
Kronologi Karyawan Swasta Ditemukan Tak Bernyawa di Lorong Rumah Tangerang Selatan, Bermula dari Muncul Bau Tak Sedap

Kronologi Karyawan Swasta Ditemukan Tak Bernyawa di Lorong Rumah Tangerang Selatan, Bermula dari Muncul Bau Tak Sedap

Seorang karyawan swasta ditemukan tak bernyawa di lorong rumah di kawasan Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten pada Sabtu (25/7/2026).
Gagal Raih Juara SEA V Cup, Timnas Voli Indonesia Rombak Skuad di Asian Games? Ini Kata Reidel Toiran

Gagal Raih Juara SEA V Cup, Timnas Voli Indonesia Rombak Skuad di Asian Games? Ini Kata Reidel Toiran

Timnas Voli Indonesia kalah 1-3 (25-22, 22-25, 19-25, 18-25) dari Vietnam di babak semifinal SEA V Cup 2026, di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). 
Jadi Tersangka TPPU, Pakar Desak Penyidik Dalami Peran Febrie Adriansyah sebagai Ketua Satgas PKH

Jadi Tersangka TPPU, Pakar Desak Penyidik Dalami Peran Febrie Adriansyah sebagai Ketua Satgas PKH

Jabatan Febrie Adriansyah sebagai Ketua Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), ikut disorot pakar kebijakan publik dan ekonomi politik Faisal Lohy.
Leg Kedua SEA V Cup 2026 Punya Juara Baru, Pelatih Vietnam Buka Peta Kekuatan Thailand

Leg Kedua SEA V Cup 2026 Punya Juara Baru, Pelatih Vietnam Buka Peta Kekuatan Thailand

Vietnam lolos ke babak final setelah mengalahkan Timnas Voli Indonesia dengan skor 3-1 (22-25, 25-22, 25-19, 25-18) di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). 
Buntut Celetukan Hotman Paris ke Wartawan, Korban Siap Jalani Rontgen Otak demi Buktikan Dugaan Penghinaan

Buntut Celetukan Hotman Paris ke Wartawan, Korban Siap Jalani Rontgen Otak demi Buktikan Dugaan Penghinaan

Setelah Hotman Paris resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya, pihak pelapor menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat laporannya, termasuk membawa korban menjalani pemeriksaan medis.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT