News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Akui Kesalahan Setelah Wali Murid Ngamuk Gebrak Meja di Disdik Jabar

Dedi Mulyadi akui kesalahan buntut viral wali murid ngamuk gebrak meja di Disdik Jabar soal kekacauan sistem PCMB 2026. Ini penjelasan lengkapnya.
Kamis, 11 Juni 2026 - 10:41 WIB
Dedi Mulyadi dan Wali Murid
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram @dedimulyadi71 /TikTok @simidun25

tvOnenews.com - Dedi Mulyadi angkat bicara soal kekacauan sistem penerimaan murid baru yang memicu gelombang kemarahan wali murid di Jawa Barat. 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bahkan secara tegas mengakui bahwa kekisruhan ini bukan kesalahan orangtua, melainkan kesalahan penyelenggara negara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan Dedi Mulyadi itu disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu, 11 Juni 2026, setelah sebelumnya turun langsung melakukan inspeksi mendadak ke kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat.

Wali Murid Ngamuk, Video Viral di TikTok

Kericuhan ini bermula dari unggahan akun TikTok @simidun25 pada 10 Juni 2026, yang memperlihatkan seorang wali murid mengamuk di kantor Disdik Jabar. Video tersebut diunggah dengan keterangan: "Wali murid ngamuk dengan sistem penerimaan sekolah ngalahin masuk PNS, walau KDM datang ke Disdik masih belum kondusif."

Dalam rekaman yang viral itu, tampak seorang wali murid menggebrak meja sambil berteriak lantang.

"Saya sudah muak dengan sistem. Saya punya harapan ada perbaikan dari sistem-sistem pendidikan di negara kita, malahan anjlok," teriaknya sambil menggebrak meja.

Wali murid tersebut kemudian meremas botol dan bangkit dari kursi sembari berkata, "Saya cabut anak saya, ayok."

Kejadian itu bukan insiden tunggal. Gelombang kemarahan orangtua murid memuncak setelah banyak dari mereka menggeruduk kantor Disdik Jawa Barat di Jalan Radjiman, Kota Bandung.

Kekacauan dipicu oleh berbagai masalah teknis pada sistem Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026. Para orangtua mengeluhkan kesulitan login, akun yang belum terverifikasi, hingga nilai rapor atau skor prestasi yang mendadak tidak muncul. 

Situasi makin memanas karena petugas helpdesk di kantor Disdik dinilai sangat minim dan tidak memberikan solusi konkret, sementara wali murid sudah antre sejak pagi dan terus dipingpong ke sana kemari.

Salah satu ungkapan wali murid yang ikut viral menyebut sistem penerimaan sekolah negeri saat ini lebih rumit dari seleksi masuk PNS, TNI, maupun Polri.

Kekisruhan yang viral itu membuat Dedi Mulyadi langsung turun tangan melakukan inspeksi mendadak ke Aula Kantor Disdik Jabar untuk menemui massa yang memadati lokasi. Dalam sidak tersebut, Dedi Mulyadi sempat menegur keras tim IT pengembang aplikasi yang dinilai gagap dan tidak mampu menjelaskan akar permasalahan teknis di lapangan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun berjanji mengevaluasi total sistem aplikasi dan menangani aduan data hilang agar tidak ada calon siswa yang dirugikan. Namun permasalahan tidak langsung mereda.

Dedi Mulyadi Akui Kesalahan Lewat Instagram

dedi mulyadi
Dedi Mulyadi Akui Kesalahan Setelah Wali Murid Ngamuk Gebrak Meja di Disdik Jabar. (Sumber: Instagram @dedimulyadi71)

Keesokan harinya, Rabu 11 Juni 2026, Dedi Mulyadi memberikan penjelasan lengkap melalui akun Instagram pribadinya. Ia menjelaskan akar persoalan yang membuat para orangtua emosi.

"Ini perjuangan orangtua yang ingin anaknya masuk ke sekolah negeri. Dalam pemetaan, anaknya mendapat saingan dari para pendaftar baru dan anak-anak yang tidak masuk ke Sekolah Maung, kemudian mendaftar di sekolah tersebut, yang kemudian mengakibatkan anaknya mengalami penurunan ranking di pemetaan, sehingga orangtuanya merasa bahwa anaknya berpotensi tidak terpetakan di sekolah negeri," ucap Dedi Mulyadi.

Dedi juga memaklumi luapan emosi yang ditunjukkan para wali murid.

"Saking cintanya dan sayangnya, sehingga datang ke Dinas Pendidikan kemudian melampiaskan seluruh kekecewaan dan kemarahannya," jelas Dedi Mulyadi.

Meski begitu, ia menyoroti bahwa wali murid yang bersangkutan enggan memberikan data anaknya saat diminta petugas.

"Namun sayangnya, saat dipinta nama dari anaknya dan sekolahnya akan kemana, bapak ini tidak mau menyerahkan. Bilang akan mencabut data, tapi tidak memberikan data. Tapi enggak apa-apa, pemerintah harus bersedia mendapat emosi apapun dari warganya, yang penting bahwa kita ingin memberikan layanan yang terbaik," kata Dedi Mulyadi.

Puncaknya, Dedi Mulyadi secara terbuka mengakui bahwa kemarahan wali murid adalah tanggung jawab negara, bukan kesalahan orangtua.

"Dan hari ini, apabila banyak orangtua yang marah anaknya tidak terpetakan di sekolah negeri, bukan kesalahan orangtua, tapi kesalahan kami penyelenggara negara. Karena apa? Karena kami belum bisa menyiapkan sekolah negeri bagi seluruh rakyat, guru negeri bagi seluruh rakyat. Itu kesalahannya, sehingga masuk ke sekolah negeri harus mengikuti persaingan," ujar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi juga merespons usulan penggunaan sistem NEM dalam penerimaan murid baru.

"Ada yang berpendapat juga, 'bagaimana kalau sistem NEM?' Saya sepakat. Tetapi ketentuan tentang kelulusan, ketentuan tentang masuk sekolah negeri, semuanya sudah diatur oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kami hanya mengikuti ketentuan dan menyelaraskan yang ditetapkan di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," kata Dedi Mulyadi.

Ia menegaskan bahwa jika diberi kewenangan penuh, ia akan menyederhanakan sistem semaksimal mungkin.

"Kalau diberikan kewenangan, saya akan bikin semudah-mudahnya. Tetapi yang penting hari ini, mari kita sama-sama mendukung anak-anak untuk bisa bersekolah, dan bagi yang tidak berkesempatan terpetakan di sekolah negeri, masih ada sekolah swasta," ujarnya.

Dedi Mulyadi juga memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung biaya pendidikan bagi keluarga tidak mampu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bagi mereka yang orangtuanya tidak mampu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjamin biaya pendidikan gratis untuk anak-anak miskin sekolah di sekolah swasta. Hatur nuhun ya," tutup Dedi Mulyadi.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ramalan Keuangan Zodiak 12 September 2026, 4 Zodiak Mendadak Dapat Rezeki Nomplok

Ramalan Keuangan Zodiak 12 September 2026, 4 Zodiak Mendadak Dapat Rezeki Nomplok

Ramalan keuangan zodiak 12 September 2026: Taurus, Virgo, Sagitarius, dan Pisces mendadak cuan. Simak prediksi rezeki 12 zodiak hari ini selengkapnya!
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Jakarta, GMPK DKI Bagikan 10.000 Masker dan hingga Ratusan Nasi Kotak

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Jakarta, GMPK DKI Bagikan 10.000 Masker dan hingga Ratusan Nasi Kotak

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sempat mencapai Jakarta mendorong GMPK DKI membagikan puluhan ribu masker sebagai bentuk kepedulian kepada warga.
Sudah Lakukan Upgrade Mesin sebelum F1 GP Italia, Bos Ferrari Akui Mereka Masih Tertinggal dari Mercedes di Musim Ini

Sudah Lakukan Upgrade Mesin sebelum F1 GP Italia, Bos Ferrari Akui Mereka Masih Tertinggal dari Mercedes di Musim Ini

Ferrari masih menghadapi persoalan kecepatan mesin meski telah melakukan upgrade besar pada F1 GP Italia 2026 yang berlangsung pada akhir pekan kemarin di Monza
Integrasikan EBT dengan Sektor Pertanian, Begini Model yang Dikembangkan Pertamina Patra Niaga di Cilacap

Integrasikan EBT dengan Sektor Pertanian, Begini Model yang Dikembangkan Pertamina Patra Niaga di Cilacap

Pemanfaatan energi terbarukan di Kalijaran, Cilacap, mulai dikembangkan untuk mendukung irigasi dan pertanian berkelanjutan. Program ini diklaim menghemat biaya hingga menekan emisi.
Era Kepemimpinan PBNU Baru Diharapkan Putus Mata Rantai Konflik Internal

Era Kepemimpinan PBNU Baru Diharapkan Putus Mata Rantai Konflik Internal

Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin resmi menahkodai PBNU usai terpilih dalam Muktamar ke-35 NU.
Buntut Penembakan 3 Pegawai Pemkab Jayawijaya Oleh KKB, KSAD Janji Evaluasi Perlindungan Sipil di Papua

Buntut Penembakan 3 Pegawai Pemkab Jayawijaya Oleh KKB, KSAD Janji Evaluasi Perlindungan Sipil di Papua

Insiden penembakan yang menewaskan tiga aparatur sipil negara oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Jayawijaya, Papua Pegunungan pada Rabu (9/9), mendapat perhatian serius dari pucuk pimpinan TNI Angkatan Darat. 

Trending

Bursa Transfer Liverpool: Rencana Super The Reds, Siap Pecahkan Rekor Liga Inggris Buat Datangkan Bintang Bournemouth

Bursa Transfer Liverpool: Rencana Super The Reds, Siap Pecahkan Rekor Liga Inggris Buat Datangkan Bintang Bournemouth

Liverpool kembali membidik winger kanan untuk memperkuat skuad. Nama Rayan dari Bournemouth masuk radar setelah kebutuhan di posisi tersebut belum teratasi.
Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Kolaborasi Polsek Bantan bersama Satresnarkoba Polres Bengkalis dalam memberantas peredaran narkotika membuahkan hasil. Sebanyak 65 bungkus yang diduga narkotika jenis sabu berhasil diamankan dalam operasi di wilayah hukum Polsek Bantan, Rabu(9/9/2026).
Viral, Wanita Tas Pink Hebohkan Gerbong KRL, Klaim Pelajar Pramuka sebagai Tunangan Bikin Penumpang Bingung

Viral, Wanita Tas Pink Hebohkan Gerbong KRL, Klaim Pelajar Pramuka sebagai Tunangan Bikin Penumpang Bingung

Wanita bertas pink bikin heboh di KRL setelah disebut meminta HP pelajar pramuka dan mengaku sebagai tunangannya. Video kejadian viral di media sosial
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki pada 12 September 2026: Rezeki dan Kabar Baik Menghampiri

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki pada 12 September 2026: Rezeki dan Kabar Baik Menghampiri

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki pada 12 September 2026: Ada rezeki dan kabar baik menyertai.
AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

Upaya diplomatik untuk mendesak sekutu-sekutu NATO agar membantu membubarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan menarik diri dari Statuta Roma yang menjadi dasar pendiriannya, sedang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Unggahan Terbaru Fajar Sahrudin Muncul di Hari Ulang Tahun, Netizen Tinggalkan Pesan Haru Untuknya

Unggahan Terbaru Fajar Sahrudin Muncul di Hari Ulang Tahun, Netizen Tinggalkan Pesan Haru Untuknya

Tepat pada Kamis, 10 September 2026 seharusnya menjadi hari ulang tahun Fajar Sahrudin yang ke-31 tahun. Unggahan terbaru FS muncul dan mengundang perhatian
Viral, Biksu Senior Thailand Ditangkap, Dana Kuil Rp49 Miliar Diduga Diselewengkan hingga Terseret Skandal Seksual

Viral, Biksu Senior Thailand Ditangkap, Dana Kuil Rp49 Miliar Diduga Diselewengkan hingga Terseret Skandal Seksual

Viral, seorang biksu senior Thailand ditangkap atas dugaan penggelapan dana kuil lebih dari Rp49 miliar. Kasus ini juga menyeret seorang perempuan dan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT