Pengakuan Jujur Dokter Richard Lee saat Status Mualafnya Diperdebatkan, Ungkap 2 Ustaz Masih Bela Dirinya
- YouTube dr. Richard Lee, MARS
Jakarta, tvOnenews.com - Sosok Dokter Richard Lee kembali menuai perhatian di tengah terjerat hukum dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Sorotan itu tak lepas dari status mualaf dirinya yang masih diragukan oleh publik.
Dokter Richard Lee mengetahui belakangan ini status keislamannya menjadi perdebatan. Kehebohan terjadi di ruang media sosial sejak sertifikat mualaf miliknya dicabut pendakwah Hanny Kristianto.
Terkini isu tersebut kembali menuai perhatian. Kali ini terjadi saat Dokter Richard Lee memenuhi sidang perdana digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, Kamis (18/6/2026).
Dokter Richard Lee pun menjelaskan secara detail terkait agama yang diyakini olehnya saat ini. Pasalnya, ia harus menjalani proses verifikasi identitas terdakwa kepada Majelis Hakim dalam sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan.
"Saya waktu kecil lahir sebagai Katolik. Kemudian, saya mualaf dan menjadi Muslim. Jadi, sekarang (statusnya) Muslim," ujar Richard Lee dikutip tvOnenews.com, Jumat (19/6/2026).
Pernyataan tersebut sebagai jawaban pertanyaan dilontarkan publik. Keputusan pemilik Mualaf Center Indonesia mencabut status mualaf Richard Lee menimbulkan beragam spekulasi.
Tak sedikit publik meragukan identitas Richard Lee berstatus mualaf. Sebab, tidak ada yang mengetahui kapan dokter kecantikan tersebut memeluk agama Islam meski pernah diungkap oleh Ustaz Derry Sulaiman.
Dokter Richard Lee Didukung 2 Ustaz
- Instagram @dr.richard_lee
Di tengah kasusnya, Richard Lee beruntung status keislamannya semakin kokoh. Ia mengaku hingga kini masih didukung oleh berbagai pihak, termasuk sejumlah tokoh agama.
Berbagai tokoh agama yang hadir menjadi guru spiritualnya. Selain itu, Richard Lee menganggap mereka sebagai penyemangat hidupnya yang kini berhadapan dengan kasus berat.
Suami dari dr. Reni Effendi itu juga merasa bangga didukung oleh dua ustaz untuk selalu memperdalam pemahaman agama Islam. Ia pun mengungkap siapa saja sosok tokoh agama tersebut.
Richard Lee menyampaikan bahwa dua ustaz yang dimaksud adalah Ustaz Derry Sulaiman dan Ustaz Felix Siauw. Kedua tokoh agama tersebut selalu memberikan perhatian hingga dukungan meski dirinya berada di tahanan.
"Ustaz Derry Sulaiman datang pada saya, dia support saya. Ustaz Felix Siauw juga datang menjenguk saya sekaligus memberikan dukungan secara langsung," katanya.
Dukungan dan kunjungan tersebut membuktikan perjalanan hijrahnya menuju kebenaran tidak berjalan sendirian. Ia menganggap hidupnya beruntung karena tetap dibimbing oleh orang-orang memahami ajaran agama Islam.
Tanggapan soal Status Mualaf Jadi Pencitraan
Lebih lanjut, podcaster itu menyampaikan bahwa, dirinya sama sekali tak terpikirkan merespon berbagai komentar negatif yang dilontarkan oleh netizen di ruang publik.
Ia berpendapat fokus saat ini yang harus diutamakan, antara lain keluarga, guru pembimbing, serta menjalani setiap proses yang sedang dihadapinya mendapat penilaian dari Allah SWT.
Ia menyoroti tuduhan terkait status mualaf untuk kebutuhan pencitraan. Ia membantah pernyataan tersebut karena berbanding terbalik dengan kondisi dirinya yang kini mengisi waktu untuk meningkatkan pemahaman syariat agama Islam.
"Intinya, saya sih enggak peduli. Yang paling penting Allah mengetahui sih. Saya juga enggak penting sih bagi netizen yang ngomong ini itu lah, pencitraan atau apa pun itu saya enggak peduli. Yang paling penting saya benar-benar belajar," bebernya.
Hanny Kristianto Ungkap Alasan Pencabutan Sertifikat Mualaf Richard Lee
Sebelumnya, kehebohan status mualaf diungkap oleh Hanny Kristianto melalui unggahan di media sosialnya pada awal Mei 2026. Ada beberapa alasan melatarbelakangi pencabutan sertifikat keislaman Richard Lee.
Hanny berpendapat bahwa status agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik Richard Lee masih Katolik dan bukan Islam sebagai keyakinan yang baru dianutnya.
"Saya tidak mau sertifikat (mualaf) yang dikeluarkan itu tidak digunakan. Faktanya, sampai hari ini di KTP-nya masih beragama Katolik," ujar Hanny Kristianto.
Kemudian, Hanny mengetahui Richard Lee menggunakan sertifikat mualaf sebagai barang bukti di persidangan. Tujuannya untuk memastikan keyakinannya di tengah perselisihan dengan Dokter Detektif (Doktif).
Tak lama kemudian, pihak dr Richard Lee buka suara. Melalui admin media sosial Instagram pribadinya, sang dokter langsung buka suara terkait pencabutan sertifikat mualafnya.
"Kami menghargai setiap proses dan keputusan yang ada. Bagi kami, keyakinan adalah perjalanan pribadi antara manusia dan Tuhan, bukan sekadar label atau dokumen. Dr Richard Lee tetap fokus menjalani hidup dengan nilai yang baik, berbuat yang terbaik untuk orang lain, dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Terima kasih untuk semua yang tetap mendukung dengan bijak," tulis Richard Lee.
(hap)
Load more