News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siapa Steven Lyons? Jejak Kelam Raja Narkoba dan Pencucian Uang yang Diburu Interpol Berhasil Dibekuk di Bali

Steven Lyons, bos mafia asal Skotlandia yang masuk Red Notice Interpol, ditangkap di Bali. Simak profil, rekam jejak kriminal, jaringan narkoba internasional, hingga perang berdarah
Sabtu, 20 Juni 2026 - 02:33 WIB
Siapa Steven Lyons? Jejak Kelam Raja Narkoba dan Pencucian Uang yang Diburu Interpol Berhasil Dibekuk di Bali
Sumber :
  • Humas Polri

tvOnenews.com - Pulau Bali selama bertahun-tahun dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia yang menarik jutaan wisatawan mancanegara. 

Namun, di balik citranya sebagai surga wisata, Bali juga beberapa kali menjadi lokasi penangkapan buronan internasional yang mencoba bersembunyi dari kejaran aparat penegak hukum dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu kasus yang paling menyita perhatian terjadi ketika aparat Imigrasi Indonesia menangkap Steven Lyons, sosok yang disebut sebagai salah satu pimpinan kelompok mafia paling berpengaruh di Skotlandia. 

Penangkapan tersebut menjadi bukti bahwa jaringan kriminal internasional terus bergerak lintas negara dan memanfaatkan mobilitas global untuk menghindari penegakan hukum.

Kasus Steven Lyons juga mengingatkan publik bahwa kejahatan terorganisir modern tidak lagi terbatas pada satu wilayah. 

Menurut data Europol dan berbagai lembaga penegak hukum Eropa, sindikat narkoba internasional kini beroperasi melalui jaringan keuangan global, perusahaan cangkang, pencucian uang, hingga perdagangan narkotika lintas benua. 

Dalam konteks inilah nama Steven Lyons muncul sebagai salah satu figur yang selama bertahun-tahun menjadi target operasi aparat Eropa.

Siapa Steven Lyons? Bos Klan Mafia yang Menguasai Jaringan Kriminal Lintas Negara

Melansir dari berbagai sumber, Steven Lyons merupakan warga negara Skotlandia berusia 45 tahun yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam Klan Lyons, kelompok kriminal yang berbasis di kawasan Cumbernauld, North Lanarkshire, Skotlandia.

Nama keluarga Lyons bukan sosok asing dalam dunia kejahatan terorganisir Inggris. Selama lebih dari dua dekade, kelompok ini terlibat konflik berdarah dengan kelompok rival mereka, yakni Klan Daniel yang berbasis di Glasgow.

Menurut laporan BBC Scotland dan kepolisian Skotlandia, Steven Lyons diduga memiliki peran strategis dalam berbagai aktivitas kriminal internasional, mulai dari perdagangan narkoba hingga tindak pidana pencucian uang.

Kepolisian Bali menyebut Lyons merupakan buronan otoritas Spanyol dan Inggris yang dicari terkait dugaan keterlibatan dalam kasus narkotika, pembentukan perusahaan fiktif, hingga praktik pencucian uang lintas negara.

Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya menjelaskan bahwa penangkapan Lyons merupakan bagian dari Operasi ARMORUM, sebuah investigasi gabungan antara Guardia Civil Spanyol dan Kepolisian Skotlandia.

"SL terdaftar dalam Red Notice Interpol bernomor A-4908/3-2026 yang diterbitkan pada 26 Maret dari Spanyol," ujar Daniel dalam konferensi pers di Denpasar.

Siapa Steven Lyons? Jejak Kelam Raja Narkoba dan Pencucian Uang yang Diburu Interpol Berhasil Dibekuk di Bali
Siapa Steven Lyons? Jejak Kelam Raja Narkoba dan Pencucian Uang yang Diburu Interpol Berhasil Dibekuk di Bali
Sumber :
  • Humas Polri

Ditangkap di Bali Setelah Jadi Buronan Internasional

Penangkapan Steven Lyons berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026, di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Menurut Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Untung Widiyatmoko, aparat memperoleh informasi dari NCB Abu Dhabi bahwa Lyons sedang melakukan perjalanan menuju Indonesia.

Tim gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian dan imigrasi kemudian melakukan pengawasan sejak kedatangan pesawat Singapore Airlines SQ-938 dari Singapura.

Saat tiba di Bali sekitar pukul 11.58 WITA, Lyons langsung diamankan tanpa perlawanan.

"Tim gabungan langsung mengamankan tersangka di lokasi tanpa ada perlawanan dari yang bersangkutan," kata Untung.

Setelah ditangkap, Lyons diserahkan kepada Interpol dan dipersiapkan untuk proses ekstradisi ke Spanyol.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali saat itu, Bugie Kurniawan, menegaskan bahwa keberhasilan penangkapan tersebut menunjukkan Bali tidak akan menjadi tempat aman bagi buronan internasional.

Sementara Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, menyebut operasi itu sebagai bukti efektivitas sistem pengawasan keimigrasian Indonesia terhadap ancaman kejahatan lintas negara.

Jejak Narkoba, Pencucian Uang, dan Hubungan dengan Kartel Internasional

Investigasi aparat Eropa menunjukkan aktivitas Steven Lyons tidak hanya berlangsung di Skotlandia atau Spanyol.

Menurut Brigjen Untung Widiyatmoko, jaringan Lyons diduga beroperasi di berbagai negara seperti Inggris, Spanyol, Dubai, Qatar, Bahrain, Turki, hingga kawasan Timur Tengah lainnya.

"Tidak hanya di Spanyol, Skotlandia, Inggris, tapi juga beroperasi di Dubai, Qatar, Bahrain, dan Turki untuk perdagangan narkobanya," jelas Untung.

Sejumlah laporan media Inggris menyebut Lyons pernah tinggal di Costa del Sol, Spanyol, sebelum berpindah ke Dubai.

Di wilayah tersebut, ia disebut menjalin hubungan dengan jaringan kriminal Kinahan, salah satu kartel narkoba paling berpengaruh di Eropa yang berbasis di Uni Emirat Arab.

Produser dokumenter *Kinahan: The True Story of Ireland's Mafia*, Stephen Dempster, pernah mengungkap bahwa kelompok Lyons berkembang pesat pada pertengahan 2010-an dengan memanfaatkan koneksi global kartel tersebut.

Selain perdagangan narkoba, Lyons juga diduga mengendalikan perusahaan-perusahaan cangkang yang digunakan untuk menyamarkan hasil kejahatan dan mencuci uang dalam jumlah besar.

Kasus ini menunjukkan pola yang umum digunakan mafia modern. Di banyak negara maju seperti Inggris, Belanda, dan Spanyol, kelompok kriminal kini lebih sering menggunakan skema keuangan dan bisnis legal sebagai kedok dibandingkan mengandalkan kekerasan semata.

Siapa Steven Lyons? Jejak Kelam Raja Narkoba dan Pencucian Uang yang Diburu Interpol Berhasil Dibekuk di Bali
Siapa Steven Lyons? Jejak Kelam Raja Narkoba dan Pencucian Uang yang Diburu Interpol Berhasil Dibekuk di Bali
Sumber :
  • Humas Polri

Perang Berdarah Klan Lyons yang Mengguncang Skotlandia

Nama Steven Lyons juga tidak bisa dilepaskan dari konflik panjang antara Klan Lyons dan Klan Daniel.

Perseteruan kedua kelompok tersebut telah berlangsung lebih dari 20 tahun dan memicu berbagai aksi penembakan, pembakaran, hingga pembunuhan.

Pada 2006, Steven Lyons bahkan selamat dari serangan bersenjata di sebuah garasi di kawasan Lambhill, Glasgow. Dalam insiden itu, sepupunya, Michael Lyons, tewas ditembak.

Konflik kembali memanas pada Mei 2025 ketika saudara Steven, Eddie Lyons Jr, dan rekannya Ross Monaghan ditembak mati di sebuah bar tepi pantai di Fuengirola, Spanyol.

Peristiwa itu memicu penyelidikan besar-besaran yang melibatkan aparat Skotlandia, Spanyol, Europol, hingga sejumlah negara lain.

Operasi gabungan yang berlangsung pada Maret 2026 menghasilkan delapan penangkapan di Skotlandia dan lima penangkapan di Spanyol.

Penyidik utama George Calder mengatakan operasi tersebut merupakan hasil lebih dari dua tahun penyelidikan terhadap dugaan kejahatan terorganisir, perdagangan narkoba, dan pencucian uang.

Selain menangkap para tersangka, aparat Turki juga menyita aset berupa dua bidang tanah, sebuah vila bernilai sekitar 520.000 pound sterling, serta kepemilikan saham perusahaan yang diduga terkait jaringan tersebut.

Kasus Steven Lyons menjadi gambaran bagaimana kejahatan terorganisir saat ini berkembang menjadi jaringan global yang memanfaatkan celah hukum, teknologi, dan mobilitas internasional. 

Penangkapannya di Bali bukan sekadar keberhasilan aparat Indonesia, tetapi juga bagian dari kerja sama lintas negara dalam memburu pelaku kejahatan yang selama bertahun-tahun beroperasi di balik batas-batas yurisdiksi nasional.

Bagi aparat penegak hukum dunia, penangkapan Lyons hanyalah satu babak dari perang panjang melawan jaringan kriminal internasional yang terus beradaptasi dan berkembang mengikuti perubahan zaman. (udn)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Airlangga Ungkap Sejarah Pasar Modal Indonesia yang Dimulai Sejak Masa VOC

Airlangga Ungkap Sejarah Pasar Modal Indonesia yang Dimulai Sejak Masa VOC

Airlangga mengawali paparannya dengan mengingat kembali sejarah bursa di Indonesia. Menurutnya, aktivitas bursa pertama kali dibuka oleh pemerintah kolonial Belanda
Viral! Bobol Rumah Warga, Maling di Lampung Malah Ketiduran di Kamar hingga Dikepung Warga

Viral! Bobol Rumah Warga, Maling di Lampung Malah Ketiduran di Kamar hingga Dikepung Warga

Viral maling bobol rumah warga di Pringsewu, Lampung, malah tertidur pulas di kamar. Pelaku IM (21) akhirnya ditangkap warga dan dijerat Pasal 477 KUHP
Kejagung Panggil Tenaga Ahli BGN hingga Mitra SPPG, Bakal Diperiksa Soal Korupsi Tata Kelola MBG

Kejagung Panggil Tenaga Ahli BGN hingga Mitra SPPG, Bakal Diperiksa Soal Korupsi Tata Kelola MBG

Adapun saksi yang diperiksa diantaranya saksi MNH, IDMAKN selaku Tenaga Ahli pada BGN, MK selaku Mitra SPPG Pejaten Barat, dan GW selaku Staff Keuangan PT NGS.
PB PASI Siapkan 13 Atlet Atletik untuk Asian Games 2026, Ada Lalu Muhammad Zohri Hingga Robi Syianturi

PB PASI Siapkan 13 Atlet Atletik untuk Asian Games 2026, Ada Lalu Muhammad Zohri Hingga Robi Syianturi

PB PASI telah menyiapkan sebanyak 13 atlet atletik yang akan tampil di Asian Games 2026, yang digelar di Aichi-Nagoya, Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang.
John Herdman Pastikan 2 Pemain Ini Bisa Gabung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

John Herdman Pastikan 2 Pemain Ini Bisa Gabung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberikan sinyal kuat bahwa dua tembok kokoh lini belakang Skuad Garuda, Kevin Diks dan Jay Idzes, dipastikan masuk dalam
Viral! Runner Up Raka Raki Jatim Diduga Minta Kekasih Lakukan Aborsi, IRARI Bentuk Tim Independen

Viral! Runner Up Raka Raki Jatim Diduga Minta Kekasih Lakukan Aborsi, IRARI Bentuk Tim Independen

IRARI Jatim akhirnya buka suara terkait dugaan kekerasan seksual yang menyeret TFR. Organisasi membentuk tim independen dan menegaskan keselamatan

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku mutilasi di Depok ternyata sempat berbicara hal menyeramkan soal pembunuhan ke temannya. 
FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

Timnas Indonesia akan kembali bertemu Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Pertemuan tersebut berpotensi menjadi pertandingan yang sarat dendam sekaligus unjuk identitas.
Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan kaki korban mutilasi Depok belum ditemukan hingga saat ini. Kendalanya, yakni titik pasti di mana tersangka membuangnya dan aliran air.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT