Dedi Mulyadi Tak Ingin Kasus Taufik Hidayat Terulang, Minta Pemilik Kos hingga Kelurahan Aktif Awasi Tamu
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @dedimulyadi71 / tvOnenews
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak seluruh warga Jawa Barat mengambil pelajaran dari kasus penyekapan dan penganiayaan yang dialami Yuvita Tri Rezeki oleh Taufik Hidayat. Ia meminta pemilik kos hingga aparat kelurahan untuk aktif mengawasi tamu yang datang demi mencegah kasus serupa terulang.
Imbauan itu disampaikan Dedi Mulyadi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, sehari setelah Taufik Hidayat berhasil ditangkap oleh tim gabungan Polda Jawa Barat di Majalaya pada Selasa malam, 23 Juni 2026. Taufik Hidayat sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap kekasihnya.
Yuvita Tri Rezeki (29 tahun) ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan setelah diduga disekap di sebuah kamar kos di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Keluarga korban kehilangan kontak sejak 2023, sementara Taufik Hidayat mengelabui mereka dengan mengirim pesan palsu seolah YTR sedang bekerja di Jakarta.
![]()
Dedi Mulyadi dan Taufik Hidayat. (Sumber:Â Kolase tvOnenews.com / YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL / Instagram @dedimulyad71)
Selama dalam penyekapan, YTR mengalami kekerasan fisik yang luar biasa kejam. Kedua matanya mengalami kebutaan total dan permanen akibat pukulan benda tumpul berulang kali. Wajahnya rusak parah hingga tidak lagi dikenali oleh saudara kandungnya, dan sekujur tubuhnya melepuh akibat sundutan rokok.
Luka-luka di kepala YTR juga dibiarkan tanpa penanganan medis dalam waktu lama sehingga saat ditemukan terdapat belatung yang hidup di bagian lukanya. Akibat siksaan fisik yang berkepanjangan, YTR mengalami kelumpuhan dan kesulitan berbicara. Seluruh harta bendanya pun telah dikuras habis oleh pelaku sebelum penyiksaan ekstrem itu dimulai.
Dedi Mulyadi sebelumnya telah mengambil sejumlah langkah konkret dalam kasus ini. Ia menggelar sayembara berhadiah Rp250 juta bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi akurat soal keberadaan Taufik Hidayat saat masih buron, menjenguk YTR langsung di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, serta memastikan seluruh biaya perawatan medis korban ditanggung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kini setelah pelaku tertangkap, Dedi Mulyadi mengalihkan perhatiannya pada upaya pencegahan agar tragedi serupa tidak terulang. Dalam unggahannya, ia menyapa warga dengan hangat sebelum menyampaikan pesannya.
"Assalamualaikum, wilujeng enjing, wargi Jabar dan warganet di manapun berada. Bahwa pagi hari ini saya ingin menyampaikan, berkaca dari peristiwa yang dialami oleh korban tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Taufik Hidayat yang tertangkap tadi malam di Majalaya," ujar Dedi Mulyadi.
Imbauan pertama Dedi Mulyadi ditujukan langsung kepada para pemilik kos di seluruh Jawa Barat. Ia menekankan pentingnya verifikasi identitas setiap tamu yang datang, terutama pasangan yang hendak tinggal bersama.
"Saya sampaikan kepada seluruh warga Jawa Barat, para pemilik kos, untuk setiap tamu yang datang, yang nginep, apabila memang sudah berpasangan, sebaiknya ditanya surat nikahnya, dilihat KTP-nya, diakurkan satu rumah atau tidak asalnya. Atau ketika beda rumah, kalau sudah ada surat nikah, itu cermin bahwa mereka adalah pasangan keluarga atau suami istri," kata Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa selama ini kebiasaan menerima tamu tanpa memeriksa identitas menjadi celah yang kerap diabaikan. Padahal justru dari celah itulah berbagai tindak kejahatan bisa berlangsung tanpa diketahui siapa pun.
"Ini sangat penting karena sering kali tempat-tempat kos itu menerima pasangan tanpa melihat identitas dan surat nikah yang dimiliki oleh pasangan yang kos," tegasnya.
Selain pemeriksaan identitas, Dedi Mulyadi juga meminta agar nama-nama penghuni kos secara rutin dilaporkan kepada RT dan RW setempat. Langkah ini dinilai penting sebagai sistem pengawasan berbasis komunitas yang bisa mendeteksi potensi masalah sejak dini.
"Yang kedua, harus secara rutin nama-nama tersebut didaftarkan ke RT/RW setempat untuk menghindari masalah-masalah yang terjadi manakala orang tersebut melakukan tindakan-tindakan yang melawan hukum," ujar Dedi Mulyadi.
Imbauan Dedi Mulyadi tidak berhenti di level pemilik kos dan warga. Ia juga meminta seluruh jajaran pemerintahan di tingkat desa dan kelurahan untuk aktif turun langsung melakukan pemantauan ke tempat-tempat penginapan di wilayah masing-masing.
"Dan ini adalah upaya perlindungan kita. Semoga seluruh kepala desa, para kepala kelurahan, RT dan RW aktif melakukan monitoring ke berbagai tempat yang di situ merupakan tempat-tempat orang untuk menginap dalam jangka waktu pendek maupun lama," harap Dedi Mulyadi.
Di penghujung pesannya, Dedi Mulyadi menyampaikan harapan agar kasus Taufik Hidayat menjadi titik balik kesadaran bersama dalam menjaga keselamatan setiap anggota keluarga dan masyarakat.
"Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi kita untuk sama-sama melindungi keluarga kita masing-masing, hatur nuhun," tutup Dedi Mulyadi.
(anf)
Load more