Prabowo Pastikan Indonesia Tak Akan Impor BBM Lagi: B50 Diluncurkan Juli, Swasembada Energi 4 Tahun
- YouTube Sekretariat Presiden
Jakarta, tvOnenews.com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan ambisi besar pemerintah untuk mengakhiri ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
Melalui percepatan program biodiesel berbasis kelapa sawit dan penguatan ketahanan energi nasional, Prabowo optimistis Indonesia dapat mencapai swasembada energi dalam waktu maksimal empat tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan Andalan ke-17 Tahun 2026 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, termasuk ancaman gangguan jalur distribusi energi dunia akibat konflik di Timur Tengah, Prabowo menilai Indonesia kini memiliki posisi yang lebih kuat dibanding sebelumnya karena keberhasilan meningkatkan produksi pangan nasional.
“Saya katakan karena kita swasembada pangan kita percaya diri. Terjadi perang di mana-mana, terjadi Selat Hormuz ditutup, kita percaya diri, kita akan mampu mengatasi saudara-saudara sekalian,” kata Prabowo.
Namun, Presiden menegaskan ketahanan pangan hanyalah tahap awal. Pemerintah kini mengarahkan fokus besar berikutnya pada sektor energi, yang selama bertahun-tahun masih bergantung pada pasokan impor.
“Dan kita akan menuju swasembada BBM, swasembada energi saudara-saudara sekalian,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, pemerintah akan meluncurkan program B50 pada Juli 2026. Program ini meningkatkan kandungan biodiesel berbahan baku kelapa sawit menjadi 50 persen dalam campuran solar nasional.
“Bulan Juli ini berapa hari lagi kita akan launching B50,” kata Prabowo.
“B50 solar akan kita olah dari kelapa sawit 50 persen. Dengan demikian kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri saudara-saudara sekalian. Dan kita akan menghemat banyak sekali,” lanjutnya.
Prabowo bahkan memasang target yang lebih ambisius. Ia memperkirakan Indonesia tidak hanya berhenti pada pengurangan impor solar, tetapi sepenuhnya terbebas dari ketergantungan impor energi dalam beberapa tahun ke depan.
“Saya perkirakan 3 tahun lagi, maksimal 4 tahun lagi kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apa pun untuk BBM kita, untuk energi kita saudara-saudara sekalian,” tegasnya. (agr/rpi)
Load more