Denny Sumargo Harap Taufik Hidayat Dihukum Seumur Hidup, Sebut Kasih Mata pun Tidak Setimpal
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @sumargodenny / tvOnenews.com
tvOnenews.com - Denny Sumargo angkat bicara usai Taufik Hidayat, pelaku dugaan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap korban berinisial YTR, berhasil diamankan oleh pihak Polda Jawa Barat pada Jumat, 26 Juni 2026, dan menyatakan bahwa permintaan maaf pelaku sama sekali tidak setimpal dengan penderitaan yang dialami korban.
Kasus yang mengguncang masyarakat Indonesia ini menyeret nama Yuvita Tri Rezeki atau YTR, seorang perempuan yang diduga hidup dalam penyekapan dan penganiayaan selama hampir tiga tahun. Luka permanen hampir di sekujur tubuhnya menjadi bukti betapa panjang dan beratnya penderitaan yang ia tanggung selama masa penyekapan tersebut.
Denny Sumargo dikenal sebagai salah satu sosok publik yang sejak awal mengikuti dan peduli terhadap kasus ini. Ia bahkan menjadi orang pertama yang mengundang keluarga korban YTR untuk bercerita di podcastnya, sehingga kasus ini kemudian mendapat perhatian luas dari masyarakat dan berbagai pihak.
Jumat, 26 Juni 2026 menjadi hari yang dinantikan banyak pihak ketika Polda Jawa Barat akhirnya merilis tersangka Taufik Hidayat ke hadapan publik dan awak media. Pelaku tampak mengenakan baju tersangka dan hanya bisa tertunduk lesu, sementara permintaan maaf pun terlontar dari mulutnya di depan kamera.
Merespons penangkapan tersebut, Denny Sumargo menyampaikan apresiasinya kepada aparat yang telah bekerja keras. Melalui tayangan YouTube Intens Investigasi pada 27 Juni 2026, ia mengungkapkan rasa terima kasihnya sekaligus memberikan sejumlah tanggapan tajam terkait proses hukum yang harus terus berjalan.
"Pertama, aku lupa memberi apresiasi dulu untuk tim Polda di Jawa Barat yang sudah bekerja keras untuk pastinya mencari orang ini kan," ujar Denny Sumargo.
Denny Sumargo juga meminta masyarakat untuk memahami prosedur yang harus dijalankan aparat dalam merilis tersangka ke publik. Ia menilai wajar jika kondisi pelaku saat diperlihatkan tampak baik-baik saja karena aparat terikat aturan dan pengawasan internal.
"Yang kedua, mereka juga pasti kan harus SOP. Kalau pas ditampilin di publik kan ini kan sorotannya gede ya. Enggak mungkin dah disorot kondisinya agak bengkok-bengkok gitu kan, mereka bisa kena provos ya. Ngerti kan? Jadi tolong maklumi juga. Mungkin setelah itu ya," kata Denny Sumargo.
Soal permintaan maaf yang disampaikan Taufik Hidayat, Denny Sumargo dengan tegas menyatakan bahwa kata maaf tidak akan pernah cukup untuk menebus perbuatan pelaku. Bahkan ia menyebut seandainya pelaku menyerahkan matanya pun, itu masih belum sebanding dengan luka yang dialami korban YTR.
"Jangankan maafin ya, dia kasih matanya dia buat adik saya ini pun buat saya enggak setimpal. Bukan masalah ikhlas atau enggak ikhlas, tapi semua perlu waktu," tegas Denny Sumargo.
Meski begitu, Denny Sumargo tidak menutup mata bahwa setiap manusia memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan kedua. Namun dalam kasus Taufik Hidayat, ia berpendapat bahwa kesempatan itu sulit untuk diberikan mengingat besarnya penderitaan yang telah ditimbulkan kepada korban.
"Dan gimana ya, Taufik ini sebenarnya begini, manusia itu kan harus dikasih kesempatan kedua ya, tapi Taufiknya jangan ya kayaknya ya. Maaf, maaf, karena kan dia juga punya keluarga sih sebenarnya," ujar Denny Sumargo.
Denny Sumargo juga menyisipkan pesan moral kepada masyarakat luas agar menjadikan kasus YTR sebagai pelajaran berharga. Ia sekaligus mengingatkan Taufik Hidayat untuk segera bertobat, meski tobat pun belum tentu mampu menyembuhkan luka yang sudah terlanjur dalam.
"Intinya begini, siapapun itu kalian di luar ini kan sebenarnya contoh kasus juga, jangan jadi orang kayak Taufik. Dan untuk orang kayak Taufik, cepatlah bertobat segera mungkin karena tobatmu pun juga belum tentu bisa menyembuhkan hati keluarganya dan juga belum tentu bisa menyembuhkan luka si Vita," ucap Denny Sumargo.
Denny Sumargo kemudian menutup pesannya dengan harapan agar Tuhan masih berkenan mendengar doa pelaku, sembari menegaskan betapa besar kesalahan yang telah dilakukan Taufik Hidayat terhadap korban dan keluarganya.
"Tapi paling enggak semoga Tuhan masih mau dengar doamu karena apa yang kau lakukan itu waduh," kata Denny Sumargo.
Terkait hukuman yang layak dijatuhkan kepada Taufik Hidayat, Denny Sumargo menyatakan pendapatnya dengan lugas bahwa hukuman seumur hidup adalah pilihan yang paling bijak.
Menurutnya, hukuman seumur hidup masih memberi ruang pengurangan jika pelaku menunjukkan perubahan, berbeda dengan hukuman mati yang bersifat final.
"Kalau saya, seumur hidup. Menurut aku itu bijak. Kalau dia berubah kan bisa dikurangin kan dari seumur hidup kan masih. Kalau mati kan enggak bisa kan, enggak bisa turun lagi kan gitu. Kalau saya seumur hidup, tapi saya yakin keluarganya pasti pengin ngerti kan? Dan apakah itu oke bang? Oke banget. Saya masih support keluarganya kalau perlu," pungkas Denny Sumargo.
(anf)
Load more