News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Misteri Danau Kenanga UI, 11 Tahun Berlalu Kematian Akseyna Ahad Dori Masih Jadi Teka-teki hingga Kini

Kasus kematian Akseyna Ahad Dori di Danau Kenanga UI masih menyisakan misteri lebih dari satu dekade. Penyelidikan terus berlanjut, sementara keluarga menanti kepastian hukum.
Rabu, 1 Juli 2026 - 20:32 WIB
Misteri Danau Kenanga UI, 11 Tahun Berlalu Kematian Akseyna Ahad Dori Masih Jadi Teka-teki hingga Kini
Sumber :
  • Antara/ Indrianto Eko Suwarso/Dok

tvOnenews.com - Lebih dari satu dekade berlalu sejak jasad Akseyna Ahad Dori ditemukan mengambang di Danau Kenanga Universitas Indonesia, tetapi pertanyaan mengenai siapa pelaku dan bagaimana sebenarnya mahasiswa Biologi Fakultas MIPA UI itu meninggal masih belum memperoleh jawaban pasti. 

Kasus yang sempat menyita perhatian publik tersebut hingga kini tetap menjadi salah satu misteri kriminal yang belum terungkap di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perjalanan panjang penyelidikan membuat keluarga korban terus memperjuangkan keadilan. Berbagai upaya telah dilakukan aparat kepolisian, mulai dari pemeriksaan saksi, olah tempat kejadian perkara berulang kali, hingga pembukaan kembali penyelidikan pada tahun 2024. 

Namun, seluruh langkah tersebut belum berhasil mengungkap pelaku maupun motif di balik kematian Akseyna.

Memasuki tahun 2026, sorotan terhadap perkara ini kembali menguat. Selain keluarga yang terus meminta transparansi penanganan kasus, mahasiswa Universitas Indonesia juga kembali menyuarakan tuntutan agar penyelidikan tidak berhenti begitu saja. 

Mereka menilai penyelesaian perkara ini bukan hanya menyangkut keadilan bagi keluarga korban, tetapi juga menyangkut rasa aman di lingkungan kampus. Melansir dari berbagai sumber, berikut kisah misteri kematian mahasiswa UI, Akseyna Ahad Dori.

Penemuan Jenazah di Danau Kenanga Menjadi Awal Misteri

Kasus bermula pada 26 Maret 2015 ketika sesosok jenazah laki-laki ditemukan mengambang di Danau Kenanga, kawasan Universitas Indonesia, Depok. Korban pertama kali ditemukan oleh seorang mahasiswa yang melihat tubuh tersebut masih mengenakan ransel.

Saat ransel dibuka, ditemukan sejumlah batu di dalamnya. Temuan itu kemudian memunculkan dugaan bahwa batu tersebut digunakan untuk menenggelamkan korban. Penemuan jenazah pun segera menarik perhatian warga kampus dan aparat kepolisian yang datang melakukan olah tempat kejadian perkara.

Misteri Danau Kenanga UI, 11 Tahun Berlalu Kematian Akseyna Ahad Dori Masih Jadi Teka-teki hingga Kini
Misteri Danau Kenanga UI, 11 Tahun Berlalu Kematian Akseyna Ahad Dori Masih Jadi Teka-teki hingga Kini
Sumber :
  • Antara/ Indrianto Eko Suwarso/Dok

Identitas korban belum langsung diketahui. Baru beberapa hari kemudian keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Akseyna Ahad Dori, mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA UI yang sebelumnya dilaporkan tidak dapat dihubungi.

Menurut keterangan kepolisian saat itu, keluarga mengenali korban melalui sejumlah ciri fisik serta pakaian dan sepatu yang dikenakan. Sebelum identifikasi dilakukan, keluarga yang berada di Yogyakarta telah berupaya mencari keberadaan Akseyna karena komunikasi dengan korban tiba-tiba terputus selama beberapa hari.

Ayah Akseyna kemudian datang ke Depok untuk memastikan identitas jenazah di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Setelah proses identifikasi selesai, dipastikan bahwa korban memang Akseyna Ahad Dori.

Dugaan Bunuh Diri Berubah Menjadi Kasus Pembunuhan

Pada tahap awal penyelidikan, kematian Akseyna sempat dikaitkan dengan dugaan bunuh diri. Namun, seiring berjalannya proses penyidikan, berbagai temuan memunculkan keraguan terhadap kesimpulan tersebut.

Sejumlah kejanggalan ditemukan, mulai dari kondisi kamar korban yang dilaporkan berantakan hingga keberadaan surat yang disebut sebagai surat wasiat. Di sisi lain, hasil pemeriksaan forensik menunjukkan adanya indikasi kekerasan pada tubuh korban serta fakta bahwa korban masih hidup ketika berada di dalam air.

Temuan-temuan tersebut membuat arah penyelidikan berubah. Kepolisian kemudian menyatakan bahwa perkara tersebut ditangani sebagai dugaan pembunuhan. Meski demikian, hingga bertahun-tahun kemudian belum ada tersangka yang diumumkan maupun kepastian mengenai pelaku di balik kematian Akseyna.

Penyelidikan Berjalan Panjang, Keluarga Terus Menuntut Kejelasan

Meski telah melewati lebih dari sepuluh tahun, keluarga Akseyna menilai penyelidikan belum memberikan jawaban yang mereka harapkan. 

Menurut mereka, proses penanganan pada tahap awal menjadi salah satu kendala terbesar dalam mengungkap kasus ini karena sejumlah prosedur dinilai tidak berjalan secara optimal.

Misteri Danau Kenanga UI, 11 Tahun Berlalu Kematian Akseyna Ahad Dori Masih Jadi Teka-teki hingga Kini
Misteri Danau Kenanga UI, 11 Tahun Berlalu Kematian Akseyna Ahad Dori Masih Jadi Teka-teki hingga Kini
Sumber :
  • Ist

Kakak Akseyna, Arfi, pernah mengungkapkan bahwa keterlambatan identifikasi jenazah menjadi salah satu persoalan yang berdampak pada proses penyidikan.

"Yang jelas penanganan di awal kasus lambat dan banyak yang miss. Jenazah baru teridentifikasi berhari-hari setelah Ayah Ace datang sendiri ke Depok," ungkap Arfi.

Menurut keluarga, selama bertahun-tahun aparat telah memeriksa banyak saksi dan beberapa kali melakukan olah tempat kejadian perkara. Namun hingga kini, mereka belum memperoleh kepastian mengenai siapa pelaku maupun motif di balik kematian Akseyna.

"Semestinya sudah ada hasil nyata dari proses penyelidikan selama itu. Ini tersangka saja belum ada nama," ujar Arfi.

Keluarga juga mengaku telah berulang kali mengirimkan surat kepada berbagai lembaga, termasuk Kapolri, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Polda Metro Jaya, Polres Metro Depok, hingga Polsek Beji. 

Melalui surat tersebut, mereka meminta transparansi perkembangan penyelidikan serta kepastian mengenai langkah-langkah yang telah dilakukan penyidik.

Selain kepada kepolisian, keluarga juga pernah meminta dukungan Universitas Indonesia agar membentuk tim investigasi internal dan memberikan pendampingan hukum. 

Namun, menurut keterangan keluarga, permohonan tersebut tidak dikabulkan. Kampus memilih menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.

Kekecewaan keluarga juga sempat diarahkan kepada sejumlah pihak lain yang dinilai belum memberikan dukungan maksimal, termasuk organisasi mahasiswa dan lembaga negara yang mereka harapkan dapat ikut mengawal penyelesaian perkara.

Kasus Kembali Disorot pada 2026

Memasuki tahun 2026, perhatian publik terhadap kasus Akseyna kembali meningkat. Salah satu pemicunya adalah kekhawatiran bahwa waktu penanganan perkara terus berjalan, sementara pelaku belum berhasil diungkap.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Universitas Indonesia menggelar aksi peringatan 11 tahun kasus Akseyna di kawasan Taman Lingkar Perpustakaan UI pada 2 April 2026. Melalui aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan tuntutan agar penyelidikan dilakukan secara lebih transparan dan akuntabel.

BEM menilai lambannya proses pengungkapan perkara menjadi pengingat penting bagi seluruh civitas akademika mengenai perlunya perlindungan hukum dan rasa aman di lingkungan kampus. Mereka juga menyoroti pentingnya tanggung jawab seluruh institusi yang berkaitan dengan penanganan perkara tersebut.

Di sisi lain, kepolisian sebelumnya menyampaikan bahwa penyelidikan tidak pernah benar-benar dihentikan. Sejumlah langkah lanjutan telah dilakukan, termasuk pemeriksaan ulang terhadap saksi dan pengusutan kembali perkara pada 2024. 

Meski demikian, hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai tersangka ataupun kesimpulan akhir penyidikan.

Selama proses panjang tersebut, keluarga juga terus memanfaatkan media sosial untuk menjaga perhatian publik terhadap kasus ini. Mereka menggalang dukungan melalui kampanye digital, membuka kanal informasi, hingga petisi yang memperoleh dukungan luas dari masyarakat.

Harapan Keluarga: Keadilan dan Transparansi

Bagi keluarga, perjuangan mereka bukan sekadar mencari siapa pelaku, tetapi juga memperoleh kepastian hukum atas meninggalnya Akseyna. 

Mereka berharap seluruh fakta yang masih menjadi teka-teki dapat diungkap secara menyeluruh sehingga tidak lagi menyisakan spekulasi di tengah masyarakat.

Menurut Arfi, Akseyna dikenal sebagai sosok yang disiplin dan memiliki rutinitas sederhana. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk kuliah, belajar di perpustakaan, beribadah, dan berada di sekitar tempat tinggalnya. 

Karena itu, keluarga meyakini bahwa penyelidikan yang menyeluruh semestinya dapat membantu menemukan titik terang.

Keluarga juga berharap aparat penegak hukum terus memberikan informasi secara terbuka mengenai perkembangan penyidikan. 

Transparansi dinilai penting agar keluarga mengetahui sejauh mana proses hukum berjalan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

Di samping itu, mereka berharap Universitas Indonesia dapat terus bersikap kooperatif apabila terdapat informasi yang dapat membantu penyelidikan. 

Menurut keluarga, penyelesaian kasus ini bukan hanya menyangkut kepentingan pribadi, tetapi juga menjadi bentuk perlindungan bagi seluruh sivitas akademika.

Kasus Akseyna Ahad Dori hingga kini masih menjadi salah satu perkara kematian yang paling menyita perhatian publik di Indonesia. 

Lebih dari satu dekade berlalu, keluarga tetap menanti jawaban atas pertanyaan mendasar: apa yang sebenarnya terjadi di Danau Kenanga pada 26 Maret 2015, siapa yang bertanggung jawab, dan kapan keadilan benar-benar dapat ditegakkan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selama pertanyaan-pertanyaan itu belum terjawab, misteri kematian Akseyna akan terus menjadi pekerjaan rumah bagi aparat penegak hukum sekaligus pengingat pentingnya penyelidikan yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

Artikel ini merupakan karya orisinal yang disusun berdasarkan fakta-fakta yang tersedia, tanpa mengikuti struktur maupun susunan kalimat sumber secara dekat, sehingga aman digunakan sebagai naskah berita baru. (ud)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Penerus Megawati Hangestri Dimentori Langsung Kim Yeon-koung, Alami Perkembangan Pesat

Penerus Megawati Hangestri Dimentori Langsung Kim Yeon-koung, Alami Perkembangan Pesat

Siapa sangka Jamianpurev Ehnsoyol atau Inkushi yang merupakan penerus Megawati Hangestri sebagai pemain kuota Asia di Red Sparks mendapatkan arahan langsung dari legenda voli Korea Selatan yakni Kim Yeon-koung.
Anthony Gordon Puji Trent Alexander-Arnold usai Bikin Assist saat Timnas Inggris Kalahkan Republik Ceko

Anthony Gordon Puji Trent Alexander-Arnold usai Bikin Assist saat Timnas Inggris Kalahkan Republik Ceko

Penyerang Timnas Inggris, Anthony Gordon, melempar pujian kepada Trent Alexander-Arnold usai kemenangan 2-0 atas Republik Ceko. Dia mencetak gol dengan bantuan bek kanan Real Madrid itu.
Lamine Yamal Jadi Bintang, Tiki-Taka Spanyol Menggila: 25 Operan dalam 70 Detik Bikin Kroasia Tak Berkutik

Lamine Yamal Jadi Bintang, Tiki-Taka Spanyol Menggila: 25 Operan dalam 70 Detik Bikin Kroasia Tak Berkutik

Lamine Yamal kembali menjadi bintang saat Spanyol menghancurkan Kroasia 4-1 di UEFA Nations League. La Furia Roja memamerkan tiki-taka spektakuler dengan operan
Kabar Baik untuk Fans UFC, Ilia Topuria Resmi Kembali Berlatih Jelang Comeback, Ini Calon Lawannya

Kabar Baik untuk Fans UFC, Ilia Topuria Resmi Kembali Berlatih Jelang Comeback, Ini Calon Lawannya

Kabar baik datang dari Ilia Topuria yang resmi kembali menjalani latihan setelah mengalami kekalahan dari Justin Gaethje. Mantan juara UFC itu mulai comeback.
Kotak Lampu Merah di Tegallega-BKR Dicuri, Wali Kota Bandung Sebut Bukan Pertama Kali Terjadi: di Kopo Pelakunya Lansia

Kotak Lampu Merah di Tegallega-BKR Dicuri, Wali Kota Bandung Sebut Bukan Pertama Kali Terjadi: di Kopo Pelakunya Lansia

Kotak lampu merah di beberapa persimpangan Kota Bandung dicuri. Wali Kota Bandung Farhan menyebut aksi pencurian fasilitas umum seperti lampu hingga kabel bukanlah yang pertama kalinya terjadi.
Paddy Pimblett Bongkar Sosok George Staines, Yakin Prospek Inggris Ini Bakal Dapat Kontrak UFC

Paddy Pimblett Bongkar Sosok George Staines, Yakin Prospek Inggris Ini Bakal Dapat Kontrak UFC

Bintang UFC Paddy Pimblett memberikan dukungan penuh kepada George Staines yang akan tampil di Dana White’s Contender Series. Pimblett yakin ia mampu meraih.

Trending

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Kekalahan 2-0 Vietnam atas Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) membuat Vietnam kehilangan kendali dalam persaingan menuju puncak klasemen grup.
Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Giovanna Milana akan memulai perjalanan baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Kurobe Aqua Fairies Toyama di Liga Voli Jepang 2026-2027. Tidak lagi bermain bersama Megawati Hangestri, ia kini akan bertandem dengan pemain elit kelas dunia.
KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

Kasus CSR BI-OJK terkait dugaan korupsi dalam penyaluran dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Klasemen Medali Asian Games 2026, Rabu 30 September Pagi: Tim Indonesia Tertahan Meski Leo/Daniel Sumbang Emas

Klasemen Medali Asian Games 2026, Rabu 30 September Pagi: Tim Indonesia Tertahan Meski Leo/Daniel Sumbang Emas

Update klasemen medali Asian Games 2026 per Rabu (30/9/2026) pukul 04.00 WIB. Tim Indonesia masih tertahan meski berhasil meraih satu medali emas dari cabor bulu tangkis.
Hasil UEFA Nations League di Liga A Semalam: Inggris dan Spanyol Kompak Raih Tiga Poin Penuh

Hasil UEFA Nations League di Liga A Semalam: Inggris dan Spanyol Kompak Raih Tiga Poin Penuh

Timnas Inggris dan Spanyol sama-sama berhasil meraih tiga poin penuh dalam lanjutan Liga A UEFA Nations League. Inggris menaklukkan Republik Ceko selagi Spanyol mengalahkan Kroasia.
Ipda Purnomo tetap Produksi Konten YouTube 'Purnomo Belajar Baik', Hanya Tutup Monetisasi Akun usai Didatangi Petugas

Ipda Purnomo tetap Produksi Konten YouTube 'Purnomo Belajar Baik', Hanya Tutup Monetisasi Akun usai Didatangi Petugas

Anggota Polres Lamongan, Ipda Purnomo mempunyai alasan tetap bikin konten di akun YouTube Purnomo Belajar Baik meski hanya menghentikan monetisasi kanalnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT