Masih Ingat Mbah Slamet? Kisah Keji Sang Dukun Pengganda Uang Banjarnegara yang Tega Kubur 12 Korbannya
- Tim tvOne - Ronaldo Bramantyo
"Tolong penyebaran informasi terkait korban ini harus jelas, sebab saat ini banyak bertebaran informasi yang tidak benar terkait jumlah korban yang ditemukan. Kami masih terus melakukan pengembangan karena bisa saja masih ada korban lain yang belum ditemukan," ujarnya.
Seluruh jenazah yang ditemukan kemudian menjalani proses autopsi. Sebagian korban dimakamkan kembali setelah pemeriksaan selesai, sementara satu jenazah telah dibawa keluarga ke Sukabumi untuk dimakamkan. Dua korban terakhir yang ditemukan saat itu langsung dievakuasi ke rumah sakit guna keperluan autopsi.
Berdasarkan pengakuan pelaku, dua jenazah terakhir diduga merupakan pasangan suami istri asal Lampung bernama Irsad dan istrinya. Meski demikian, polisi menegaskan identitas korban masih harus dipastikan melalui proses penyelidikan karena keterangan Tohari kerap berubah.
Terbongkar Berkat Pesan WhatsApp Korban kepada Anaknya
Terungkapnya pembunuhan berantai tersebut bermula dari laporan keluarga salah seorang korban bernama Paryanto.
Sebelum berangkat ke Banjarnegara pada 20 Maret 2023, Paryanto diketahui mengirim pesan WhatsApp kepada anaknya di Sukabumi. Pesan tersebut kemudian menjadi petunjuk penting bagi penyidik.
"Ini rumah Pak Slamet, buat jaga-jaga kalau umur ayah pendek. Misal ayah tidak ada kabar sampai hari Minggu langsung saja ke lokasi bersama aparat."
Beberapa hari setelah keberangkatannya, telepon seluler Paryanto tidak lagi dapat dihubungi. Keluarga kemudian melaporkan kehilangan tersebut ke Polres Banjarnegara.
- Tim tvOne - Teguh Joko Sutrisno
Berbekal laporan itu, polisi menangkap Tohari untuk dimintai keterangan. Dalam pemeriksaan, pelaku akhirnya mengakui telah menguburkan sejumlah korban di lahan perkebunan miliknya.
Motif pembunuhan terhadap Paryanto diduga dipicu rasa kesal pelaku karena korban terus menagih uang yang telah diserahkan untuk ritual penggandaan uang. Sebelumnya, korban diketahui telah menyetorkan dana sekitar Rp70 juta secara bertahap setelah dijanjikan akan memperoleh uang hingga Rp5 miliar.
"Tapi tidak pernah ada realisasinya," ujar AKBP Hendri Yulianto.
Modus Ritual Pengganda Uang Berujung Pembunuhan
Menurut penyidik, seluruh korban diajak mengikuti ritual penggandaan uang pada malam hari di sebuah gubuk sederhana berukuran sekitar 2 x 3 meter yang terbuat dari bambu dan kayu.
Load more