News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gugatan Hak Asuh Anak Ruben Onsu Bikin Pertemuan 11 Juli Terancam Batal, Ini Kata Kedua Kuasa Hukum

Gugatan Hak Asuh Anak Ruben Onsu bikin pertemuan 11 Juli terancam batal. Ini penjelasan kedua kuasa hukum, baik Chris Sam Siwu maupun Minola Sebayang.
Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:22 WIB
Ruben Onsu, Sarwendah, dan Anak-anak
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube Just Ruben / Instagram @sarwendah29

tvOnenews.com - Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juli 2026 antara Ruben Onsu dan Sarwendah kini terancam batal usai gugatan hak asuh anak didaftarkan. Kedua kuasa hukum pun saling memberikan tanggapan berbeda soal pembatalan ini.

Kabar ini pertama kali mencuat setelah kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menyampaikan kekecewaannya. Ia mengungkap bahwa gugatan hak asuh anak ternyata sudah didaftarkan oleh Ruben Onsu sebelum pertemuan yang dijadwalkan pada 11 Juli 2026 mendatang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Chris, hal ini terasa tidak masuk akal dan membuat pertemuan tersebut kemungkinan besar batal. Pasalnya, upaya pertemuan itu sempat disebut-sebut sebagai titik akhir dari perseteruan panjang antara kedua pihak.

Namun dengan hadirnya gugatan tersebut, hal ini dianggap seperti genderang perang yang dibunyikan oleh pihak Ruben Onsu. Meski begitu, Chris menegaskan bahwa batalnya pertemuan ini tidak lantas memutus komunikasi antara kedua belah pihak.

Dalam tayangan Intens Investigasi (3/6/2026), Chris Sam Siwu menyampaikan kekecewaannya secara langsung. "Tetapi sekali lagi, kami sebenarnya ada kekecewaan, yang mana pada tanggal 11 sebenarnya sudah kita jadwalkan untuk bertemu, ya. Tetapi tanggal 11 ini belum terlaksana, sudah ada gugatan," ujarnya.

Chris juga menyebut pihaknya menghormati langkah hukum tersebut, namun tetap mempertanyakan waktu pengajuannya. 

"Kami menghormati, tetapi kami lucu aja, ya. Kita mau duduk sama-sama dulu, belum pada hari H-nya, tiba-tiba sudah ada gugatan. Sehingga kemungkinan, sekali lagi ya saya bawahi, saya garis bawahi, kemungkinan pertemuan itu akan batal," katanya.

Ia turut mempertanyakan logika di balik langkah hukum yang diambil pihak Ruben Onsu. "Kenapa, ya, kami jujur aja kami bingung, ya. Bang Minola selalu bilang logikanya di mana, gitu. Nah, sekarang kami juga tanya logikanya di mana. Pada saat kami mau duduk bersama, tiba-tiba ada gugatan," ungkap Chris.

Meski pertemuan berpotensi batal, Chris memastikan komunikasi antara kedua pihak tetap akan berlanjut. 

"Tapi, batalnya itu bukan berarti kami tidak akan berkomunikasi. Kami akan berkomunikasi lagi. Apakah kita akan lanjutkan yang terkait tanggal 11, atau kita menunggu mediasi dari pengadilan, ya," jelasnya.

Chris menambahkan bahwa pihaknya belum menerima isi gugatan secara resmi. "Tapi sekali lagi, gugatannya belum kita terima. Faktanya seperti apa, kita belum tahu. Yang pasti, kami akan pertahankan anak-anak tetap akan berada, kasusnya tetap akan berada di klien kami," tegasnya.

Meski kecewa, Chris menyikapi kehadiran gugatan ini secara positif karena persoalan bisa diselesaikan melalui jalur resmi. Pihaknya pun berencana membuka fakta-fakta yang belum pernah disampaikan ke publik, mulai dari awal pernikahan hingga berakhirnya hubungan Ruben Onsu dan Sarwendah.

"Prinsipnya, gini lah, kita enggak mau berbalas pantun di media. Sekali lagi, saya mohon maaf, ya, kepada rekan-rekan. Kami akan irit bicara. Tetapi prinsipnya, kami senang permasalahan ini ada jalurnya, ya, tidak saling berbalas pantun di media, yang mana nanti kepentingan anak akan dirugikan, ya," ujar Chris.

Ia juga mengonfirmasi bahwa pendaftaran gugatan hak asuh tersebut benar telah tercatat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 

"Jadi memang kita sudah cek juga di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, memang sudah ada pendaftaran gugatan hak asuh dari klien Bang Minola, ya, dari Ruben Onsu, ya. Jadi, kami akan pelajari dulu, memang kami belum lihat juga apa isi gugatannya, tetapi terkait hak asuh," katanya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, memberikan tanggapan berbeda dalam tayangan Reyben Entertainment (3/7/2026). Ia membantah tudingan bahwa pihaknya yang membatalkan pertemuan 11 Juli tersebut.

"Yang batalkan, kan, mereka yang batalkan, kan, bukan dari pihak Ruben Onsu, bukan dari pihak Abang yang batalkan. Jadi, kenapa kecewa? Jadi, seharusnya enggak apa-apa, pertemuan tanggal 11 itu silakan saja, kan, masing-masing pihak itu, kan, bebas, ya, untuk menentukan langkah-langkah yang akan diambil dalam rangka untuk mempertahankan hak-hak hukumnya, ya," ujar Minola Sebayang.

Minola menegaskan bahwa pihak Ruben Onsu tetap berkomitmen menjalankan pertemuan pada 11 Juli, terlepas dari adanya gugatan hak asuh anak yang telah didaftarkan. 

"Kalau memang, misalnya, mereka menganggap bahwa join meeting itu adalah sebagai salah satu cara untuk bisa menyelesaikan masalah ini, silakan saja. Kenapa mesti langsung mundur, gitu loh, hanya gara-gara ada gugatan hak asuh anak, gitu. Dan yang batalkan juga mereka. Kita tetap mengatakan komitmen untuk menjalankan pertemuan di tanggal 11 itu," katanya.

Menurutnya, hasil dari pertemuan 11 Juli tersebut, jika disepakati oleh semua pihak, tetap dapat dibawa dan diperkuat dalam proses mediasi di persidangan. 

"Nah, seharusnya pertemuan tanggal 11 itu enggak usah dibatalkan hanya gara-gara ada gugatan hak asuh anak, gitu. Karena nanti agenda pertemuan di 11 Juli itu, apabila hasilnya memang itu adalah hasil yang dapat diterima oleh semua pihak, itu bisa dibuat secara tercatat dan bisa dibawa dalam mediasi ketika sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," jelas Minola.

Ia menjelaskan alasan pihaknya tetap menempuh jalur hukum meski kesepakatan sebelumnya sudah dituangkan dalam Akta 39. 

"Sehingga apapun yang menjadi keputusan itu akan dijadikan sebagai keputusan yang sudah ada produk hukum dari pengadilan, gitu loh. Tidak lagi hanya produk hukum antara para pihak. Karena kalau produk hukum antara para pihak, kan, sudah ada tuh di angka 39, notaris yang buatnya. Para pihak sudah sepakat, tapi kan tidak terealisasi sebagaimana yang dituangkan dalam angka 39 tersebut," ungkapnya.

Minola juga menyinggung asas hukum yang menjadi dasar langkah kliennya menempuh jalur gugatan. 

"Nah, padahal kalau berdasarkan asas pacta sunt servanda, dan juga bahwa perdata dikatakan bahwa perjanjian yang dibuat oleh para pihak itu mengikat, berlaku seperti undang-undang bagi para pihak yang membuatnya. Nah, tapi kan tidak direalisasikan. Nah, jadi artinya, kami mau ada suatu kesepakatan yang pelaksanaannya itu bisa terukur, gitu loh, ya," katanya.

Ia menegaskan tidak ada hal yang aneh dari langkah hukum yang diambil pihaknya, mengingat pertemuan 11 Juli justru dibatalkan oleh pihak Sarwendah. 

"Nah, jadi saya kira, kan, enggak ada hal yang aneh di sini. Ini yang batalkan pertemuan itu mereka, lalu yang kecewa mereka, gitu loh. Artinya, dia mau menginginkan bahwa karena ada join meeting itu, kita jangan melakukan upaya hukum apa pun. Apakah itu yang mereka inginkan?" ujar Minola.

Selain soal jadwal pertemuan yang tidak terealisasi, Minola turut mengungkap poin lain dalam gugatan yang diajukan, yakni dugaan lingkungan tidak aman bagi anak. 

"Nah, jadi selain mengenai masalah hak asuh anak, dan juga tentunya jadwal pertemuan di dalam gugatan kami, kami juga menyampaikan terkait dengan masalah anak-anak ini patut diduga berada dalam lingkungan yang tidak aman, ya. Adanya dugaan eksploitasi anak. Anak dilibatkan dalam live TikTok di malam hari, dan juga ada hal-hal lain yang tidak seharusnya itu dialami oleh anak yang masih di bawah umur. Itu yang menjadi materi gugatan kami," jelasnya.

Terkait pemboikotan yang sempat ramai di media sosial menyusul isu live TikTok tersebut, Minola menyebutnya sebagai konsekuensi atas tindakan yang dilakukan. 

"Artinya kan begini, kalau misalnya ada pemboikotan itu, kan, merupakan konsekuensi dari apa yang dia lakukan, atau apa yang dia sampaikan, yang mungkin itu mencederai rasa keadilan, atau mungkin, ya, membuat para netizen itu tidak simpati. Itu, kan, pilihan bebas, ya, dari masyarakat untuk melakukan pemboikotan," katanya.

Minola menegaskan bahwa fokus utama gugatan yang diajukan pihaknya murni menyangkut kepentingan anak, bukan hal lain di luar itu. 

"Tapi kan ini kan yang kami bicarakan dalam gugatan kami, kan, ini hanya hal-hal yang berkaitan dengan masalah kepentingan anak saja," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian resmi apakah pertemuan pada 11 Juli 2026 akan tetap berlangsung atau benar-benar batal. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kedua kuasa hukum, baik Chris Sam Siwu maupun Minola Sebayang, sama-sama menyatakan kesiapan untuk menempuh proses hukum lebih lanjut demi kepentingan anak-anak dari Ruben Onsu dan Sarwendah.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 Hari Ini: Duel Penentuan Juara Grup B, Thailand Vs Vietnam!

Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 Hari Ini: Duel Penentuan Juara Grup B, Thailand Vs Vietnam!

FIFA ASEAN Cup 2026 akan kembali bergulir pada Selasa (29/9/2026) ini. Di Grup B, ada duel penentuan juara grup antara Thailand dan Vietnam.
Kakorbinmas Apresiasi Kinerja Polda Sumsel, Capaian Pangan hingga Keamanan Lingkungan Jadi Sorotan

Kakorbinmas Apresiasi Kinerja Polda Sumsel, Capaian Pangan hingga Keamanan Lingkungan Jadi Sorotan

Kakorbinmas Baharkam Polri mengapresiasi kinerja Polda Sumsel dalam Gerakan Pangan Murah, aktivasi Satkamling, dan pengembangan bawang putih untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Kronologi TKI Asal Jaksel Diduga Menjadi Korban TPPO di Libya, Berawal dari Unggah Status WA

Kronologi TKI Asal Jaksel Diduga Menjadi Korban TPPO di Libya, Berawal dari Unggah Status WA

Ultari, suami Tenaga Kerja Indonesia asal Pejaten Timur, Jakarta Selatan (Jaksel) cerita awal mula istri, Nandiya Ayuningtias menjadi korban TPPO di Libya.
Kandidat Sekda Blora Jalani Assessment Center di Mabes Polri

Kandidat Sekda Blora Jalani Assessment Center di Mabes Polri

Sembilan pejabat terbaik Pemerintah Kabupaten Blora menjalani uji kompetensi melalui metode Assessment Center di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Diduga Adanya Child Grooming, Oknum Guru Bergelar "Ustaz" di Sekolah Internasional Serpong Disebut-sebut Lecehkan Siswi

Diduga Adanya Child Grooming, Oknum Guru Bergelar "Ustaz" di Sekolah Internasional Serpong Disebut-sebut Lecehkan Siswi

Seorang oknum guru bergelar ustaz inisial NAA di salah satu sekolah internasional di Serpong, Tangerang Selatan, diduga melakukan pelecehan terhadap seorang siswi. 
Wamenhaj Bakal Blacklist Oknum Mutawif yang Diduga Hina Jamaah Umrah, Siapkan Pemanggilan

Wamenhaj Bakal Blacklist Oknum Mutawif yang Diduga Hina Jamaah Umrah, Siapkan Pemanggilan

Viral seorang pria, mutawif berada di dalam lift. Pria yang mengenakan kain putih atau ihram, merekam situasi didalam lift. Sampaikan pesan menohok kepada jamaah umrah.

Trending

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Bakal Diperiksa Bareskrim Polri 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Bakal Diperiksa Bareskrim Polri 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT