GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dokter PPDS Meninggal Dunia Diduga Korban Bullying, Netizen Ramai Minta Kasus Diusut Tuntas

Kabar meninggalnya dokter PPDS Adrian Rantung memicu reaksi luas di media sosial. Netizen ramai mendesak dugaan bullying diusut tuntas.
Selasa, 7 Juli 2026 - 18:40 WIB
Dokter PPDS Meninggal Diduga Korban Bullying
Sumber :
  • Thread @divertikulitizz

tvOnenews.com - Kabar meninggalnya dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), dr. Adrian Rantung, memicu gelombang duka sekaligus kemarahan di media sosial.

Di berbagai platform, terutama Threads, warganet ramai menyampaikan belasungkawa serta mendesak agar dugaan perundungan (bullying) yang disebut-sebut dialami almarhum diusut secara menyeluruh oleh pihak berwenang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

TRIGGER WARNING: Informasi berikut membahas dugaan bunuh diri. Informasi ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami tekanan emosional, depresi, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi psikolog, psikiater, layanan kesehatan terdekat, atau orang yang dipercaya untuk mendapatkan bantuan.

Perbincangan mengenai kasus ini semakin meluas setelah akun Thread @divertikulitizz mengunggah ulang informasi mengenai meninggalnya dr. Adrian Rantung.

Dalam unggahan tersebut, akun tersebut menuliskan:

"Turut berdukacita atas meninggalnya senior dr. Adrian Rantung (FK Unsrat 2010, saat ini tengah menjalani PPDS Anestesi FK Unsrat). Beliau ditemukan tak bernyawa di kamar kostnya. Dugaan kuat, beliau mengalami perundungan.. sc: tertera (ppdsgramm)."

Dokter PPDS Adrian Rantung
Dokter PPDS Adrian Rantung
Sumber :
  • Instagram @kemenkes_ri

Unggahan itu kemudian dibanjiri ribuan respons dari warganet. Mayoritas menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum sekaligus mengecam apabila dugaan perundungan yang beredar benar terjadi.

Banyak pengguna media sosial mempertanyakan masih adanya budaya perundungan di lingkungan pendidikan kedokteran.

"Again? Apa sih manfaat ngebully orang? Tolonglah berbuat baik ke sesama makhluk hidup," tulis salah satu netizen.

Komentar lain menyoroti berulangnya kasus serupa yang dikaitkan dengan pendidikan dokter spesialis.

"Paling gregetan baca berita2 perundungan dokter yang korbannya sampai budir. Apa sih manfaatnya kalian para dokter senior merundung adik2 kalian????"

Sementara itu, warganet lainnya berharap apabila dugaan tersebut terbukti, pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai aturan yang berlaku.

"Pengen tau, ini yg bikin korbannya bundir itu seniornya apa konsulennya.. Tolong dihukum mereka yg salah."

"Sedih bgt baca berita ini. Harus diusut nih. Semoga karma buruk ke pelaku."

"Buat temen2 semua yaa, kalau ada temen atau kalian yg di bully. Please bantuin, langsung lapor ke pihak berwajib atau gk labrak sekalian. Benci banget sama orng yg SOK banget. Semoga korban2 bully di luar sana yg gk punya siapa2 bisa dapet teman yg bisa ngebantu ngelawan pembullian."

Ada pula komentar yang mengaitkan dugaan perundungan dengan etika profesi kedokteran.

"Busukkkk emg indo ya. Amit2. Kalo itu yg bully emg bener temen sejawatnya brati sumpah dokternya dilanggar dong. Harusnya jd yg mengobati malah menimbulkan luka sampe kyk gt. Semoga Tuhan membalas semua kejahatan kalian di dunia dan akhirat."

Meski demikian, hingga saat ini dugaan perundungan tersebut masih menunggu hasil penelusuran dan belum ada kesimpulan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab kematian dr. Adrian.

Kasus ini juga semakin menjadi perhatian setelah akun Radietya Alvarabie di Threads mengunggah informasi mengenai meninggalnya dr. Adrian.

Dalam unggahannya, disebutkan bahwa almarhum ditemukan meninggal dunia saat dijadwalkan menjalani tugas jaga serta diduga sempat meninggalkan pesan terakhir.

“Telah berpulang dr. Adrian Rantung, PPDS Anestesi Universitas Sam Ratulangi Manado (RS Prof. Dr. Kandou). Ditemukan berpulang dengan kondisi (diduga) suicide saat jadwal jaga Almarhum. Yang bersangkutan menuliskan pesan terakhir. Merasa tertekan dengan kondisinya dan pendidikannya,” tulis Radietya Alvarabie di Threads.

Unggahan tersebut juga menandai sejumlah akun resmi pemerintah, termasuk Kementerian Kesehatan, dengan harapan kasus ini memperoleh perhatian serius.

Namun, isi pesan terakhir yang disebut beredar di media sosial belum dapat diverifikasi secara independen.

Karena itu, publik diimbau tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi.

Di tengah ramainya perbincangan publik, Kementerian Kesehatan RI menyampaikan belasungkawa melalui akun Instagram resminya.

"Semangat beliau selama menjalani masa pendidikan sebagai PPDS Anestesi di RS Prof. Dr. R. D. Kandou Manado adalah teladan nyata tentang pengabdian tanpa batas," tulis Kemenkes.

Kemenkes juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi almarhum selama mengabdi kepada pasien.

"Jasamu akan selalu hidup dalam setiap helaan napas pasien yang pernah engkau bantu dan dalam kenangan rekan sejawat yang berjuang bersamamu," lanjutnya.

Di akhir pernyataan, Kemenkes menyampaikan doa bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.

"Selamat beristirahat dalam damai. Semoga segala amal baik menjadi penerang jalanmu, dan kiranya keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," pungkas Kemenkes.

Hingga berita ini ditulis, Kementerian Kesehatan belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya dr. Adrian maupun mengonfirmasi dugaan perundungan yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Kasus ini kembali memunculkan diskusi mengenai budaya perundungan dalam pendidikan kedokteran di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan bersama institusi pendidikan kedokteran telah berulang kali menegaskan komitmen untuk menghapus praktik perundungan di lingkungan PPDS. 

Berbagai kebijakan evaluasi, kanal pelaporan, hingga penguatan pengawasan juga telah diperkenalkan sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman.

Meski demikian, publik berharap proses penyelidikan terhadap kasus dr. Adrian Rantung dilakukan secara transparan sehingga penyebab kematiannya dapat dipastikan berdasarkan fakta, sekaligus memberikan kejelasan atas dugaan yang berkembang di masyarakat.

(tsy)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

3 Shio Mendadak Hoki pada 26 Agustus 2026: Babi Paling Cuan

3 Shio Mendadak Hoki pada 26 Agustus 2026: Babi Paling Cuan

Ramalan keuangan shio 26 Agustus 2026, dan angka hoki 12 shio. Simak tiga shio yang mendadak cuan serta peluang finansial lainnya hari ini.
Viral Lukisan Mirip Teddy Indra Wijaya di Pintu KRL, KAI Commuter Beri Klarifikasi

Viral Lukisan Mirip Teddy Indra Wijaya di Pintu KRL, KAI Commuter Beri Klarifikasi

Video lukisan di pintu KRL yang disebut mirip Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya viral di media sosial. KAI Commuter pun angkat bicara dan menegaskan sosok.
Arteta Bikin Gabriel Martinelli Kecewa, Skuad Arsenal Ikut Tak Nyaman hingga Al Hilal Siapkan Tawaran

Arteta Bikin Gabriel Martinelli Kecewa, Skuad Arsenal Ikut Tak Nyaman hingga Al Hilal Siapkan Tawaran

Gabriel Martinelli kecewa dengan perlakuan Mikel Arteta di Arsenal. Skuad The Gunners disebut ikut tak nyaman, sementara Al Hilal makin serius mengejarnya.
Skandal Asmara Pegawai ATR/BPN Tuban Digrebek Suami di Kamar Kos: Daster Pink dan Celana Dalam jadi Barang Bukti

Skandal Asmara Pegawai ATR/BPN Tuban Digrebek Suami di Kamar Kos: Daster Pink dan Celana Dalam jadi Barang Bukti

Skandal asmara terlarang di lingkungan instansi pemerintahan kembali menghebohkan publik. Dua pegawai kantor ATR/BPN Kabupaten Tuban tak berkutik saat digrebek
Chelsea Siapkan 4 Pengganti Enzo Fernandez Jika Dibajak Manchester City, Ada Bintang Real Madrid

Chelsea Siapkan 4 Pengganti Enzo Fernandez Jika Dibajak Manchester City, Ada Bintang Real Madrid

Chelsea menyiapkan empat kandidat pengganti Enzo Fernandez jika sang gelandang pindah ke Manchester City, termasuk Alex Scott, Adam Wharton, Manu Kone, dan Camavinga.
Viral di Depok! Maling Motor Diduga Letupkan Senpi 3 Kali Saat Dikejar Warga, Begini Kronologinya

Viral di Depok! Maling Motor Diduga Letupkan Senpi 3 Kali Saat Dikejar Warga, Begini Kronologinya

Video pencurian motor di Sukmajaya, Depok, viral setelah pelaku diduga meletupkan senjata api tiga kali saat dikejar warga. Polisi kini menyelidiki

Trending

Profil Kim Seung Yoon, Aktris Korea Calon Istri Jang Dong Yoon yang Debut di The Tale of Nokdu

Profil Kim Seung Yoon, Aktris Korea Calon Istri Jang Dong Yoon yang Debut di The Tale of Nokdu

Profil Kim Seung Yoon, aktris Korea calon istri Jang Dong Yoon, debut di drama The Tale of Nokdu.
6 Drama dan 7 Film yang Dibintangi Kim Seung Yoon, Aktris Korea yang Akan Menikah dengan Jang Dong Yoon

6 Drama dan 7 Film yang Dibintangi Kim Seung Yoon, Aktris Korea yang Akan Menikah dengan Jang Dong Yoon

Berikut daftar 6 drama dan 7 film yang dibintangi Kim Seung Yoon, aktris Korea yang akan menikah dengan Jang Dong Yoon.
Hitung-hitungan Timnas Voli Putri Indonesia Lolos ke Perempat Final AVC Women's Continental 2026

Hitung-hitungan Timnas Voli Putri Indonesia Lolos ke Perempat Final AVC Women's Continental 2026

Menilik hitung-hitungan peluang Timnas Voli Putri Indonesia untuk lolos ke perempat final AVC Women's Continental 2026. Garuda Pertiwi masih memiliki asa untuk lolos ke babak selanjutnya meski sebelumnya kalah telak dari Thailand.
Stigma "Gotham City" Disebut-sebut Melekat dengan Jakarta Barat, Begini Respons Wali Kota

Stigma "Gotham City" Disebut-sebut Melekat dengan Jakarta Barat, Begini Respons Wali Kota

Stigma "Gotham City" disebut-sebut melekat dengan Jakarta Barat karena dinilai tidak aman seperti kota fiksi yang penuh kejahatan di DC Comics.
Duel Sesama Perwira Polisi di Palangka Raya, Kanit Reskrim Dicopot Usai Kasat Lantas Masuk RS

Duel Sesama Perwira Polisi di Palangka Raya, Kanit Reskrim Dicopot Usai Kasat Lantas Masuk RS

Seorang perwira polisi berinisial EB harus rela kehilangan jabatannya sebagai Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Pahandut. 
Bukan Cuma Soal Profit, Ini Tantangan Baru yang Dihadapi Trader di Pasar yang Makin Cepat

Bukan Cuma Soal Profit, Ini Tantangan Baru yang Dihadapi Trader di Pasar yang Makin Cepat

Di balik keputusan seorang trader, terdapat ekosistem yang mencakup informasi, teknologi, eksekusi, hingga komunitas yang ikut memengaruhi cara mengambil keputusan.
Cekikan Ekonomi Amerika ke Iran Makin Kencang, Ini Lima Sektor Baru yang Terkena Sanksi

Cekikan Ekonomi Amerika ke Iran Makin Kencang, Ini Lima Sektor Baru yang Terkena Sanksi

Sanksi baru Amerika Serikat terhadap Iran berfokus pada lima sektor utama ekonomi negara tersebut, seperti penerbangan, pelayaran, teknologi, emas, dan aset digital, kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin (24/8).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT