GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dulu Pernah Selamat dari Tsunami Banten 2018, Survivor ini Kembali Ingatkan Betapa Seramnya Gunung Anak Krakatau

Unggahan wanita bernama Prita Maulina berbagi pengalaman selamat dari tsunami Banten-Lampung akibat letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada 2018 viral.
Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:37 WIB
Ilustrasi AI - Tsunami di perairan Selat Sunda menghantam pesisir Banten-Lampung akibat letusan Gunung Anak Krakatau
Sumber :
  • Kolase tvOne/Siti Ma'rufah & BNPB

Jakarta, tvOnenews.com - Seorang wanita bernama Prita Maulina berbagi pengalamannya. Ia mengaku sebagai penyintas atau survivor peristiwa tsunami Banten Pada 2018.

Prita tidak bisa melupakan peristiwa tsunami di Selat Sunda yang menghantam daerah pesisir Banten dan Lampung. Sebab, bencana alam tersebut disebabkan oleh letusan Gunung Anak Krakatau.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengalamannya pernah selamat dari tsunami Banten dan Lampung pun menggegerkan publik. Ia menceritakan hal ini setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Gunung Anak Krakatau berstatus Level III atau Siaga.

"Perkenalkan saya dengan Prita, survivor tsunami Banten 2018," tulis Prita Maulina melalui unggahan Threads pribadinya dikutip, Sabtu (11/7/2026).

Dampak Tsunami Banten 2018 Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau

Unggahan seorang survivor Tsunami Banten-Lampung 2018 akibat letusan Gunung Anak Krakatau viral
Unggahan seorang survivor Tsunami Banten-Lampung 2018 akibat letusan Gunung Anak Krakatau viral
Sumber :
  • Threads/@pritamaulina

Prita mengungkapkan betapa menyeramkannya tsunami yang menerjang kediamannya. Bencana alam tersebut membuat dirinya harus kehilangan lima anggota keluarganya.

Ia menambahkan, salah satu dari anggota keluarga yang tewas dalam peristiwa tsunami Banten-Lampung pada 22 Desember 2018 yakni anak tercintanya.

"Saya kehilangan lima anggota keluarga yang termasuk di dalamnya ada anak saya usia 7 bulan, plus 2 ART. Kami dari total 25, yang hidup hanya 18 orang," tuturnya.

Ia yang pernah merasakan diterjang gelombang ombak tsunami pada 2018 membuat dirinya memberikan saran kepada masyarakat setempat. Tak hanya itu, ia juga mengimbau bagi wisatawan berlibur ke wisata Pantai Anyer untuk meningkatkan kewaspadaan.

Imbauan tersebut lantaran ia mendengar aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda antara Lampung dan Banten kembali meningkat.

Pada Jumat (3/7/2026), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Ia mendukung peringatan dari pihak yang berwenang. Menurutnya, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tidak bisa diprediksi dan seolah-olah peristiwa pada 2018 bisa terulang lagi.

"Buat yang mau liburan ke Anyer dan sekitarnya dalam kondisi Anak Krakatau seperti sekarang ini, sebaiknya pikirkan ulang. Kalau bisa, sebaiknya reschedule sampai kondisi kembali normal," pesannya.

Ia kembali mengenang peristiwa bencana alam terjadi pada 22 Desember 2018. Insiden ini merupakan salah satu bencana paling mematikan yang melanda pesisir Banten dan Lampung.

Berdasarkan waktu kejadian, tsunami mendadak menghantam pesisir Banten dan Lampung tanpa peringatan dini pada malam hari hingga surut pada dini hari.

Merujuk dari laporan BNPB, pemicu peristiwa ini akibat rangkaian erupsi yang membuat ketidakstabilan di lereng gunung berapi tersebut. Volume material yang jatuh mendorong air laut secara tiba-tiba sehingga menyebabkan gelombang tsunami.

"Pada malam 22 Desember 2018, seharian keadaan sekitar juga normal, tapi memang kondisi Anak Krakatau pada saat itu sedang batuk-batuk, tapi menurut warlok (warga lokal) itu sudah biasa. Jadi, kami tidak khawatir sama sekali," bebernya.

Anggap Enteng Kondisi Erupsi Gunung Anak Krakatau

Ia kembali mengenang saat dirinya dan keluarga liburan bersama ke wisata pantai di pesisir Banten. Ia selalu menginap di sebuah villa yang dianggap sudah menjadi langganannya.

"Setiap tahun selama lima tahun sebelum kejadian tsunami Banten Desember 2018, itu  bukan first timer juga," jelasnya.

Ia dan keluarga saat itu mengaku sudah biasa mendengar kabar peningkatan status aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Ditambah, mereka diyakinkan oleh warga lokal tidak akan terjadi apa pun.

"Kami dan keluarga pun pas dengar ada berita seperti sekarang juga enggak takut pas di lokasi karena ada warlok yang meyakinkan," ungkapnya.

Kata dia, liburan yang niatnya untuk mencari kebahagiaan justru membawa malapetaka. Peristiwa tsunami mendadak menghantam keluarganya.

"Setelah kejadian tsunami yang kami alami, kayaknya sangat wajar kalau saya memperingatkan kakak-kakak supaya tidak mengalami hal yang sama seperti kami," tegasnya.

"Tindakan preventif untuk segera meninggalkan lokasi lebih baik. Jangan kemakan omongan warlok. Stay safe ya kakak-kakak," tambahnya.

Saat peristiwa tsunami terjadi, Prita tidak bisa melupakan ketika dirinya diterjang gelombang air laut yang menewaskan sekitar 437 orang meninggal dunia dan 7.202 orang luka-luka, serta 23 orang dinyatakan hilang.

Prita mengaku sangat pasrah. Ia juga merasa terpukul lantaran bayinya tidak bisa diselamatkan akibat penginapannya hancur lebur diterjang oleh pasang air laut yang menyapu pesisir pantai.

"Oh iya, hari itu kebetulan ulang tahun saya. Jadi, pada saya saat di dalam air, saya sudah pasrah, dan kepikiran bahwa tanggal lahir dan wafat di nisan saya sama tanggalnya. Pada saat itu juga, saya tersadar bahwa anak saya yang bayi terlepas dari gendongan saya karena villa kami roboh dihantam tsunami," paparnya.

Curhatan dari Prita langsung banjir dukungan dari publik. Ia tidak menyangka imbauannya membuka pikiran agar masyarakat tetap waspada dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Ya Allah enggak nyangka postingan aku seramai ini. Terima kasih buat dukungannya ya kakak-kakak. Saya baik Alhamdulillah, sudah bisa move on, sudah ikhlas insya Allah. Terima kasih doa-doa baiknya, semoga doa-doa baiknya kembali ke kalian juga. Semoga kalian juga selalu dalam lindungan Allah. Stay safe buat kalian semua ya," tukasnya.

Sebagai informasi tambahan, PVMBG baru-baru ini mencatat aktivitas erupsi gunung api tersebut. Anak Krakatau terpantau telah meletus empat kali dalam kurun waktu sekitar satu jam pada Jumat (10/7/2026) sore hari.

Letusan pertama terjadi pada pukul 16.42 WIB dengan kolom abu setinggi 250 meter di atas puncak. Aktivitas vulkanik kembali terjadi sekitar pukul 16.67 WIB dan kolom abu setinggi 200 meter.

Erupsi ketiga terekam pada pukul 17.49 WIB dengan kolom abu setinggi sekitar 100 meter. Dua menit kemudian pada pukul 17.51 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali melontarkan abu vulkanik setinggi 200 meter dari atas puncak.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

3 Shio Paling Beruntung Soal Keuangan pada 27 Agustus 2026: Shio Naga Diprediksi Paling Cuan

3 Shio Paling Beruntung Soal Keuangan pada 27 Agustus 2026: Shio Naga Diprediksi Paling Cuan

Ramalan keuangan shio 27 Agustus 2026 mengungkap peluang finansial 12 shio. Simak shio paling cuan, peluang rezeki, dan angka hoki pada Kamis besok.
Purbaya Pastikan Siap Tambah Dana untuk Atasi Karhutla

Purbaya Pastikan Siap Tambah Dana untuk Atasi Karhutla

Sebagai tambahan kebutuhan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan telah menyiapkan anggaran yang diperuntukkan dan siap dicairkan ketika diajukan.
179 Ribu Warga NTT Mengungsi Takut Gempa Susulan, BNPB: Bukan Semua Korban Terdampak

179 Ribu Warga NTT Mengungsi Takut Gempa Susulan, BNPB: Bukan Semua Korban Terdampak

BNPB mencatat 143 gempa susulan yang dirasakan masyarakat sejak 15 Agustus 2026. Jumlah tersebut bertambah satu kali dibandingkan data sebelumnya.
Profil dan Fakta Menarik TUIDE Girl Group Baru HYBE, Ada Adik Jihyo TWICE

Profil dan Fakta Menarik TUIDE Girl Group Baru HYBE, Ada Adik Jihyo TWICE

TUIDE resmi debut sebagai girl group baru HYBE dengan 7 member. Ada adik Jihyo TWICE! Simak profil, biodata, konsep, dan fakta menariknya.
Masih Ingat Kim Yeon-koung? Mantan Rival Megawati Hangestri Kini Punya Peran Baru di Voli Asia

Masih Ingat Kim Yeon-koung? Mantan Rival Megawati Hangestri Kini Punya Peran Baru di Voli Asia

Legenda voli Korea Selatan, Kim Yeon-koung, kini memasuki babak baru setelah pensiun sebagai pemain. Mantan rival Megawati Hangestri itu mendapat kepercayaan.
Julian Alvarez Ogah Jawab Telepon Mikel Arteta, Arsenal Sudah Tak Punya Harapan Kalahkan Barcelona?

Julian Alvarez Ogah Jawab Telepon Mikel Arteta, Arsenal Sudah Tak Punya Harapan Kalahkan Barcelona?

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, kabarnya sampai menelepon Julian Alvarez demi membujuknya bergabung. Namun, sang striker Atletico Madrid enggan untuk menjawabnya seiring dengan adanya ketertarikan dari Barcelona.

Trending

Pedagang Cimin Diduga Cabuli Tujuh Anak di Cirebon, Modus Ingin Timbang Berat Badan Anak

Pedagang Cimin Diduga Cabuli Tujuh Anak di Cirebon, Modus Ingin Timbang Berat Badan Anak

Seorang pedagang cimin di Cirebon berinisial US (45) diduga melakukan perbuatan cabul terhadap sedikitnya tujuh anak perempuan berusia 6–9 tahun.
Gerai Samsat Keliling Tersedia di 14 Lokasi Jadetabek Pada Rabu

Gerai Samsat Keliling Tersedia di 14 Lokasi Jadetabek Pada Rabu

Polda Metro Jaya menyediakan layanan Samsat Keliling untuk membantu para wajib pajak dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek), Rabu. 
AS Ancam China soal Kerja Sama Ekonomi dengan Iran, China: Jangan Ganggu!

AS Ancam China soal Kerja Sama Ekonomi dengan Iran, China: Jangan Ganggu!

Pemerintah China tak ingin hubungan kerja samanya dengan Iran diganggu karena masih dalam kerangka internasional termasuk oleh Amerika Serikat.
Simak, Bakal Ada Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Manggarai Terkait Peresmian LRT Rabu Pagi

Simak, Bakal Ada Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Manggarai Terkait Peresmian LRT Rabu Pagi

Untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat saat peresmian operasional Light Rail Transit/Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, Rabu (26/8), Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional.
Bakal Naik Level, 5 Zodiak Ini Paling Beruntung Soal Karier Besok 27 Agustus 2026

Bakal Naik Level, 5 Zodiak Ini Paling Beruntung Soal Karier Besok 27 Agustus 2026

Lima zodiak diprediksi paling beruntung soal karier besok, 27 Agustus 2026. Ada peluang baru, apresiasi kerja, hingga kesempatan sukses yang tak boleh dilewatkan!
Al Ettifaq vs Al Nassr 2-3: Ronaldo Out, Sadio Mane 'Gendong' Tim hingga Jadi Kunci Kemenangan Faris Najd

Al Ettifaq vs Al Nassr 2-3: Ronaldo Out, Sadio Mane 'Gendong' Tim hingga Jadi Kunci Kemenangan Faris Najd

Laga Al Ettifaq vs Al Nassr berjalan penuh drama dengan tensi tingkat tinggi. Ronaldo ditarik keluar hingga Sadio Mane jadi kunci kemenangan bagi Faris Najd.
Viral Cekcok di Jalan Juanda Depok, Pemotor Ngaku Bawa Sajam dan Ancam Pemobil, Polisi Turun Tangan

Viral Cekcok di Jalan Juanda Depok, Pemotor Ngaku Bawa Sajam dan Ancam Pemobil, Polisi Turun Tangan

Video cekcok pemotor dan pemobil di Jalan Juanda, Depok, viral. Pemotor diduga mengaku membawa sajam. Polisi masih menyelidiki kejadian tersebut.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT