Ruben Onsu Ungkap Keinginan Terbesarnya kepada Jordi Jelang Sidang Hak Asuh Anak
- tvOnenews.com Edit / YouTube Nanda Persada / Instagram @jordionsu
tvOnenews.com - Ruben Onsu menyampaikan pesan mendalam kepada sang adik, Jordi Onsu, di tengah konflik yang mencuat antara keduanya menjelang sidang perdana gugatan hak asuh anak pada 15 Juli 2026. Ia berharap Jordi berhenti bermain sebagai "bola liar" di media dan memilih berkomunikasi langsung dengannya.
Ruben Onsu menyampaikan pesan mendalam dan harapan spesifik kepada sang adik, Jordi Onsu, di tengah konflik yang terjadi di antara mereka. Pesan ini disampaikan Ruben dalam tayangan Sambel Lalap pada 13 Juni 2026, tak lama sebelum sidang perdana gugatan hak asuh anak yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026.
Menghentikan Konflik dan Komunikasi Terbuka
Ruben berharap perseteruan dengan Jordi segera dihentikan. Ia ingin Jordi tidak lagi bermain sebagai "bola liar" di media dan lebih memilih untuk berkomunikasi langsung dengannya.
"Cuma sayangnya, gua harus tegur dia, ya, dalam proses yang seperti ini, karena udah kayak bola liar sendiri, dia bermain sendiri, yang seolah-olah semakin gua diam, semakin dia enak ngobrolnya, semakin ini," ujar Ruben Onsu.
"Terus obrolan-obrolan yang saya enggak tanggapi, akhirnya seperti diaminkan sama netizen. Ya, walaupun bukan butuh pengakuan dari netizen, tapi kan kalau enggak diluruskan, akhirnya terkesan kayak iya. Makanya, saya tidak mau ini, ya, harus dihentikan," lanjutnya.
Menjaga Sikap Membumi
Ruben juga menasihati Jordi untuk tetap rendah hati. Ia mengingatkan bahwa mereka berdua memulai segalanya dari bawah dan tidak perlu merasa paling hebat atau sombong di hadapan publik.
"Kalau untuk Jordi, mungkin saya cuma bilang gini, ya. Mungkin saya adalah kakak yang mungkin tidak baik, ya, belum sempurna. Tapi ketika saya bilang begini, Jordi, kita itu nampak bumi. Jadi, ketika kita bukan siapa-siapa dulu, bahkan ketika lu juga enggak dilihat oleh banyak orang, keinginan gua tuh cuma kepengin elu barengan sama gua. Orang menghargai gua, dan orang harus menghargai elunya," ujar Ruben Onsu.
"Tapi kalau mau merasa kita hebat, jangan teriak-teriak kita hebat. Ngomongin aib, ngomongin ini, 'Ya Allah, mungkin kagak, sih,' gitu. Kita enggak punya cerita juga tentang hal-hal kayak gitu yang lain, tapi bangga banget, gitu. Bangga banget," tambahnya.
Menghormati Ikatan Saudara
Sebagai kakak, Ruben menekankan bahwa terlepas dari apa pun masalahnya, Jordi tetap darah dagingnya. Ia meminta Jordi menyadari posisi mereka sebagai anak yatim piatu yang harus saling menjaga dan mematuhi ikatan persaudaraan.
"Kita itu sudah yatim piatu, tidak ada ibunya, tidak ada bapaknya. Kalau lu enggak mau nurut sama kakak lu, lu mau nurut sama siapa?" ujar Ruben Onsu.
"Rasa yang saya rasakan ini, saya rasa udah, udah, ya, Jordi, cukup, gitu, udah, udah, udah cukup bermain, ngambil peran jagoan. Ini cukup, karena lu dan gue enggak ada yang menang, ada yang kalah, ya. Lu tetap adik gua, kan, gitu. Lu tetap adik gua," lanjutnya.
"Mungkin lu salah bergaul, mungkin lu salah menganalisa tentang diri gue. Tapi untuk gue jahat ke lu, enggak ada sama sekali niatan untuk melakukan hal-hal yang enggak-enggak, gitu," tambah Ruben Onsu.
"Lu tetap darahnya di gue, ya. Gue kakak lo, ya, lu adik gue, gitu. Mau lu apa pun juga, tetap kita lahir dari rahim yang sama, gitu. Ibu yang sama, bapak yang sama," ucapnya.
Menjaga Privasi Keluarga
Ruben secara tegas meminta Jordi untuk tidak mencampuradukkan masalah internal mereka dengan pihak lain, termasuk privasi Sarwendah maupun keponakan-keponakan mereka. Ia ingin urusan kakak-adik ini diselesaikan tanpa menyeret pihak ketiga.
"Jadi, jangan dicampur adukan kalau lu gedek, lu kesal sama gua, ya, jangan lu campurin lagi ke yang lain, ya. Jangan lu campurin lagi ke yang lain, ya," ujar Ruben Onsu.
"Ngapain tahu ponakan? Orang ponakan lu punya bapaknya, kok. Kadang-kadang om dan tantenya pada om-oman dan tante-tantean, ya, gitu. Jadi, cukup, anak ini punya orang tuanya," tambahnya.
Saling Melembutkan Hati
Ruben berharap ia dan Jordi bisa sama-sama menenangkan diri, membuang gengsi, dan melembutkan hati masing-masing agar hubungan mereka kembali membaik.
"Jadi, sekarang kita memiliki keyakinan yang berbeda. Coba dia, dia sendiri berdoa bahwa tenangkan hati dia, lembutkan hatinya, ya. Lembutkan hatinya, dia ceritakan sendiri, gitu. Jadi, jangan, ih, emosi," ujar Ruben Onsu.
"Makanya, kalau saya bilang, ketika mau sama-sama melembutkan hati, tenangkan diri, ya, tenangkan diri, ya. Lu gengsi, lu diam, ya. Nanti, bagaimana caranya, Allah pasti temukan, ya, caranya, mau bagaimana, gitu. Saya sama keluarga ibu saya juga 40 tahun, akhirnya Allah temukan, ya," tambahnya.
Ruben Ingin Jordi Datang dan Menemuinya Langsung
Ruben juga menegaskan bahwa dirinya menunggu langkah nyata dari Jordi untuk memperbaiki hubungan mereka, bukan sekadar lewat pernyataan di media. Ia berharap sang adik yang mengambil inisiatif untuk datang dan menemuinya secara langsung.
"Saya ketemu sama dia? Dia yang harus ke saya," ujar Ruben Onsu.
"Harus diturunkan kepalanya. Jangan begini. Itu dulu, poin diturunkan kepalanya. Jordi dari dia bayi, dari dia ini, ya, saya sudah ada. Bahkan dia diajarin jalan pun kita juga ada di dalamnya. Jadi, lu ngerasain kalau lu jadi kakak. Ya, jadi saya cuma bilang begini, udahlah, saya anggap aja saya tidak baik, saya susah, katanya dia yang ngebantu. Ya Allah, saya cuma bilang, bagus, bagus banget. Tapi kalau mau melebarkan, saya, ayo, kalau mau, dia hentikan ini semuanya, kembali membaik, lunakkan hatinya, lembutkan," lanjutnya.
"Saya sudah diam, justru saya menunggu dia," tambah Ruben Onsu.
Fokus Ruben Jelang Sidang Hak Asuh Anak
Di akhir pernyataannya, Ruben menegaskan bahwa saat ini fokus utamanya adalah menghadapi proses hukum terkait hak asuh anak, bukan lagi memperpanjang perdebatan dengan Jordi di depan publik.
"Makanya saya bilang, 'Udah, lu banyak belajar untuk mengendalikan diri, sehingga tidak menjadi teman-teman semua, kanan kiri, udah, gua lagi fokus ngurus hak asuh, deh, ya, gitu,'" ujar Ruben Onsu.
"Setiap ngelihat wajah anak saya, saya cuma mengincar manusia-manusia yang harus bertanggung jawab, gitu, ya," pungkasnya.
Sidang perdana gugatan hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah sendiri dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026.
(anf)
Load more