News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pasien Boleh Bayar Pakai Beras hingga Botol Bekas, Ini Alasan Dokter di Cianjur Terapkan Sistem 'Ijab Kabul' Selama 17 Tahun

Mengapa dr. Yusuf mengizinkan pasien membayar dengan beras hingga botol plastik bekas? Simak alasan di balik sistem "ijab kabul" yang telah berjalan 17 tahun.
Rabu, 22 Juli 2026 - 15:49 WIB
Dokter asal Cianjur mengizinkan pasien membayar sesuai kemampuan
Sumber :
  • Instagram @yusufnugraha81

tvOnenews.com - Di tengah tingginya biaya hidup dan mahalnya akses layanan kesehatan bagi sebagian masyarakat, kisah dr. Yusuf Nugraha dari Cianjur, Jawa Barat, menjadi sorotan publik. 

Dokter yang dikenal melalui Klinik Harapan Sehat itu viral karena menerapkan sistem pembayaran unik bernama "ijab kabul", yang memungkinkan pasien membayar biaya pengobatan sesuai kemampuan mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya menerima uang, dr. Yusuf juga memperbolehkan pasien membayar menggunakan beras, sayuran, hasil panen, makanan rumahan, hingga botol plastik bekas.

Bahkan, pasien yang benar-benar tidak memiliki apa pun tetap memperoleh pelayanan kesehatan tanpa dipungut biaya.

Dokter asal Cianjur, dr. Yusuf Nugraha Viral karena Terima Bayaran Pakai Beras hingga Botol Bekas
Dokter asal Cianjur, dr. Yusuf Nugraha Viral karena Terima Bayaran Pakai Beras hingga Botol Bekas
Sumber :
  • Instagram @yusufnugraha81

Banyak yang mengira sistem tersebut hanya aksi sosial sesaat atau strategi menarik perhatian. 

Namun kenyataannya, dr. Yusuf telah menjalankannya secara konsisten selama 17 tahun. Lantas, apa alasan sebenarnya di balik keputusan tersebut?

Bagi dr. Yusuf, persoalan terbesar bukanlah bagaimana pasien membayar biaya pengobatan, melainkan memastikan setiap orang tetap mendapatkan hak untuk memperoleh layanan kesehatan.

Ia meyakini kondisi ekonomi tidak boleh menjadi penghalang seseorang untuk berobat ketika sakit.

Karena itu, sejak mendirikan Klinik Harapan Sehat, ia memilih menghadirkan sistem yang lebih manusiawi dengan menyesuaikan kemampuan finansial setiap pasien.

Melalui akun Instagram pribadinya, dr. Yusuf menjelaskan filosofi yang selalu ia pegang selama menjalankan profesinya.

"Bagi saya, mereka bukan sekadar pasien. Mereka adalah keluarga yang menitipkan harapan, kesehatan, dan kepercayaan karena merawat bukan hanya tentang mengobati, tetapi tentang peduli," ujar dr. Yusuf dikutip dari akun Instagram @yusufnugraha81.

Pernyataan tersebut menjadi dasar mengapa hingga kini ia tetap mempertahankan sistem pembayaran yang fleksibel.

Apa Itu Sistem Ijab Kabul?

Meski menggunakan istilah "ijab kabul", konsep yang diterapkan dr. Yusuf sama sekali tidak berkaitan dengan akad pernikahan.

Di Klinik Harapan Sehat, istilah tersebut merupakan bentuk kesepakatan antara dokter dan pasien mengenai kemampuan membayar biaya pengobatan.

Artinya, setiap pasien diperbolehkan menyampaikan kondisi ekonominya terlebih dahulu sebelum pemeriksaan dilakukan.

Apabila memiliki uang, pasien membayar sesuai kemampuan.

Namun bila tidak memiliki uang, pembayaran dapat diganti dengan berbagai barang yang dimiliki, seperti:
beras,
sayuran,
buah-buahan,
hasil panen,
makanan rumahan,
barang layak pakai,
hingga botol plastik bekas.

Menurut dr. Yusuf, nilai barang bukanlah hal yang utama.

Yang lebih penting adalah menjaga harga diri pasien agar tetap merasa dihargai ketika menerima pelayanan kesehatan.

Alasan Tetap Bertahan Selama 17 Tahun

Banyak orang bertanya-tanya bagaimana sebuah klinik dapat terus beroperasi jika menerima pembayaran yang tidak selalu berupa uang.

Jawabannya adalah subsidi silang.

Pasien yang memiliki kemampuan ekonomi tetap membayar tarif normal.

Dana tersebut kemudian digunakan untuk membantu pasien lain yang sedang mengalami kesulitan finansial.

Pihak Klinik Harapan Sehat menjelaskan mekanisme tersebut melalui unggahan di Instagram resminya.

"Banyak yang sering bertanya kenapa kami masih bisa berdiri sampai dengan 17 tahun melayani pasien dengan sistem ijab kabul biaya berobat sesuai kemampuan pasien sedangkan biaya operasional klinik tidaklah sedikit."

"Selama ini kami membangun siklus kebaikan yaitu subsidi silang dari pasien mampu kepada pasien yang kebetulan terkendala biaya dan ibu Ijah adalah salah satu bagian dari siklus kebaikan tersebut dimana setiap kelebihan dari pasien mampu akan kami teruskan kepada pasien yang kebetulan tidak mampu."

"Terimakasih bu Ijah telah berobat sekaligus bersedakah bagi pasien lain nya, semoga ibu selalu diberikan kesehatan dan panjang umur." tulis akun Instagram Klinik Harapan Sehat.

Melalui mekanisme tersebut, pelayanan sosial tetap dapat berjalan tanpa mengorbankan keberlangsungan operasional klinik.

Dalam dunia kesehatan, konsep seperti ini dikenal sebagai cross-subsidy, yakni sistem pembiayaan di mana kelompok yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik ikut membantu membiayai pelayanan bagi kelompok yang kurang mampu.

Hal lain yang membuat publik penasaran adalah keputusan dr. Yusuf menerima botol plastik bekas sebagai alat pembayaran.

Ternyata, langkah tersebut memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar membantu pasien.

Lewat program PASTI MUDAH, Klinik Harapan Sehat menghubungkan pelayanan kesehatan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Botol plastik yang diterima dari pasien kemudian dikumpulkan untuk didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

dr. Yusuf menjelaskan gagasan tersebut melalui unggahan di media sosial.

"Bagaimana hubungan nya antara sampah plastik, banjir dan pemanasan global."

"Program PASTI MUDAH klinik harapan sehat diharapkan menjadi salah satu solusi berkelanjutan untuk menekan emisi karbon dengan memanfaatkan sampah plastik untuk sistem pembayaran berobat bagi pasien tidak mampu dan mendaur ulang sampah plastik menjadi lebih bermanfaat sehingga dapat menyelamatkan jiwa dan lingkungan hidup."

Dengan demikian, sistem pembayaran di kliniknya tidak hanya membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan, tetapi juga mengajak warga lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.

Pendekatan yang diterapkan dr. Yusuf menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan dapat berjalan beriringan dengan semangat gotong royong.

Di satu sisi, pasien kurang mampu tetap memperoleh akses berobat. Di sisi lain, pasien yang memiliki kemampuan ekonomi ikut berkontribusi membantu sesama melalui mekanisme subsidi silang.

Program pembayaran menggunakan sampah plastik bahkan memperluas manfaat tersebut ke bidang lingkungan hidup.

Konsep semacam ini juga sejalan dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan yang mendorong kolaborasi antara aspek kesehatan, sosial, dan lingkungan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Video pelayanan di Klinik Harapan Sehat yang beredar di media sosial membuat nama dr. Yusuf dikenal luas.

Namun, publik akhirnya menyadari bahwa yang membuat sosoknya begitu dihormati bukan semata-mata karena menerima pembayaran dengan beras atau botol plastik bekas.

Yang paling menyentuh adalah alasan di balik kebijakan tersebut.

(tsy)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Satgas Kawal Ketat Implementasi Program Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Satgas Kawal Ketat Implementasi Program Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) wilayah Sumatera berkomitmen untuk mendampingi serta mengawasi seluruh tahapan program yang telah disusun dalam Rencana Induk (Renduk) pemulihan pascabencana. 
Menko Yusril: Tugas Pertama Kuntadi sebagai Jampidsus Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah

Menko Yusril: Tugas Pertama Kuntadi sebagai Jampidsus Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah

Pemerintah menegaskan penunjukan Kuntadi sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) merupakan keputusan yang telah dipertimbangkan secara matang.
Nyaris Jual Rumah untuk Berobat, Sudarno Bersyukur Adanya JKN

Nyaris Jual Rumah untuk Berobat, Sudarno Bersyukur Adanya JKN

Sudarno (49) warga Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, menceritakan bagaimana manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat harus menjalani pengobatan.
Pesan Menyentuh Sule, Nathalie Holscher Resmi Menikah Lagi

Pesan Menyentuh Sule, Nathalie Holscher Resmi Menikah Lagi

Pernikahan Nathalie Holscher dengan Aripat pada Rabu (22/7/2026) tak hanya menjadi sorotan publik, tetapi juga memunculkan momen hangat dari mantan suaminya, Sule.
Berpotensi Ancam Keberlangsungan Petani Tembakau, DPR RI Minta Pemerintah Kaji Ulang Rancangan Aturan Pembatasan Nikotin dan Tar

Berpotensi Ancam Keberlangsungan Petani Tembakau, DPR RI Minta Pemerintah Kaji Ulang Rancangan Aturan Pembatasan Nikotin dan Tar

Komisi IV DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan menerima aspiraasi termasuk permohonan perlindungan dari petani tembakau Kabupaten Temanggung.
Tentukan Nasib ASEAN Women Championship Lewat Adu Penalti, Singapura Jadi Juara Ketiga Piala AFF 2026

Tentukan Nasib ASEAN Women Championship Lewat Adu Penalti, Singapura Jadi Juara Ketiga Piala AFF 2026

Piala AFF Putri 2026 menjadi ajang kualifikasi bagi ASEAN Women Championship 2027 mendatang. Dengan Timnas Indonesia dan Laos yang sudah menyegel lebih dahulu setelah menjadi finalis, kini Singapura menyusul sebagai tim terakhir yang lolos. 

Trending

Ramalan Zodiak 23 Juli 2026: Leo Paling Cuan, Virgo Evaluasi Dompet

Ramalan Zodiak 23 Juli 2026: Leo Paling Cuan, Virgo Evaluasi Dompet

Ramalan zodiak keuangan 23 Juli 2026 hadir lengkap dengan angka keberuntungan! Leo paling cuan hari ini sementara Virgo disarankan evaluasi dompet dulu.
Meski Sudah Nyatakan Mundur sebagai Kepala BGN, Nanik S. Deyang Bakal Tetap Kawal MBG

Meski Sudah Nyatakan Mundur sebagai Kepala BGN, Nanik S. Deyang Bakal Tetap Kawal MBG

Meski sudah menyatakan mundur dari jabatan Kepala BGN, Nanik S. Deyang berkomitmen tetap mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
3 Shio yang Mendadak Dapat Rezeki Nomplok pada 23 Juli 2026, Anjing di Luar Dugaan

3 Shio yang Mendadak Dapat Rezeki Nomplok pada 23 Juli 2026, Anjing di Luar Dugaan

3 shio yang mendadak dapat rezeki nomplok pada 23 Juli 2026 sudah terungkap! Anjing paling di luar dugaan, cek ramalan keuangan dan angka hoki 12 shio!
Tak Sekadar Dipahami sebagai Warisan Budaya, Sumbu Filosofi Yogyakarta Menjadi Inspirasi Pembuatan 68 Busana Karya Para Desainer Muda

Tak Sekadar Dipahami sebagai Warisan Budaya, Sumbu Filosofi Yogyakarta Menjadi Inspirasi Pembuatan 68 Busana Karya Para Desainer Muda

Sumbu Filosofi Yogyakarta yang merupakan tata ruang ikonik gagasan Sri Sultan Hamengkubuwana I di abad ke-18 menjadi inspirasi bagi 34 desainer muda Yogyakarta
Rahasia Awet Muda Shakira di Usia 49 Tahun Terungkap, Ritual Sebelum Naik Panggung Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan

Rahasia Awet Muda Shakira di Usia 49 Tahun Terungkap, Ritual Sebelum Naik Panggung Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan

Di usia 49 tahun, Shakira tetap tampil glowing dan penuh energi di Piala Dunia 2026. Ini rahasia kecantikan, skincare, olahraga, dan pola makannya.
Bantah Terkait Kasus Korupsi, Gerindra Sebut Hengkangnya Nanik dari BGN Murni karena Sakit

Bantah Terkait Kasus Korupsi, Gerindra Sebut Hengkangnya Nanik dari BGN Murni karena Sakit

Juru Bicara Partai Gerindra memastikan Nanik S Deyang mundur dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena alasan sakit.
Bikin Tepok Jidat, Seorang Pria Dipecat di KRL saat Perjalanan ke Kantor, Videonya Viral di Medsos

Bikin Tepok Jidat, Seorang Pria Dipecat di KRL saat Perjalanan ke Kantor, Videonya Viral di Medsos

Viral seorang pria mengabadikan dirinya sedang dalam perjalanan ke tempat kerja naik Commuter Line atau biasa disebut KRL.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT