Viral Sulitnya Cari Kerjaan, Wanita ini Menangis: Kalau Belum Diterima Mending Amplop Lamaran Dikembalikan
- Threads/@minimoni2_
Jakarta, tvOnenews.com - Curhatan dari seorang wanita sebagai pencari kerja (pencaker) viral di media sosial. Ia menceritakan pengalaman pahit di tengah dirinya mencari pekerjaan.
Dilansir tvOnenews.com dari akun Threads @minimoni2_, Jumat (24/7/2026), wanita tersebut menunjukkan sebuah gambar. Di dalamnya memperlihatkan bahwa dirinya sedang mencari pekerjaan.
Ia terlihat duduk di meja yang disediakan. Ia tidak sendirian, tetapi juga terdapat sejumlah pencaker turut dipanggil oleh HRD guna menjalani sesi wawancara atau interview.
Ia menampilkan gambar tersebut dengan nuansa putih abu-abu. Hal ini seolah menunjukkan bahwa dirinya resah tidak kunjung medapatkan pekerjaan.
"Pengin nangis cari kerjaan sesusah itu," tulis wanita tersebut.
Dalam pengakuannya, ia telah mengikuti banyak kegiatan interview. Pasalnya, sesi wawancara sebagai salah satu bagian kerja penting untuk menilai kesesuaian sifat, menguji kemampuan asli, serta melihat kecocokan budaya kerja secara langsung.
Hal paling utama dalam tahap pelaksanaan wawancara kerja sebagai cara memahami pengalaman hingga keterampilan dari calon karyawan dengan posisi yang ditawarkan.
Di sisi lain, pelamar juga harus menyediakan sejumlah pemberkasan. Tujuannya untuk memenuhi persyaratan sesuai yang ditetapkan oleh perusahaan.
Ia menyebut bahwa untuk memenuhi kebutuhan pemberkasan memenuhi syarat juga membutuhkan modal, mulai dari curriculum vitae (CV), portofolio, transkrip nilai, dan sebagainya.
"Interview sana-sini habis transportasi, print CV, beli amplop semua itu enggak murah tahu," tuturnya.
Ia memberikan saran kepada para HRD perusahaan. Menurutnya, pemberkasan yang dimasukkan pencaker masih berjuang sebaiknya dikembalikan agar mereka tidak mengeluarkan banyak modal saat mencari pekerjaan, termasuk juga pada dirinya.
"Kalau pun belum keterima, mending amplop dan berkas lamaran aku dikembalikan aja biar bisa dipakai di tempat lain," katanya.
Curhatan dari wanita tersebut mengundang perhatian warganet. Tak sedikit dari mereka menceritakan sisi yang jarang diketahui oleh para pencaker.
Seorang warganet mengaku dirinya bekerja di sebuah perusahaan. Ia mendapat tugas agar melenyapkan berkas-berkas lamaran dari para pencaker yang gagal lolos masuk dalam seleksi dari perusahaannya.
"Saya pernah kerja di kantor konsultan dan saya disuruh robekin map lamaran orang-orang yang gagal seleksi, dari fotonya dan CV-nya. Sedih lihatnya. Kenapa enggak dibalikan aja ya, satu map bisa berapa ribu nilainya coba?," kata @depyxxx.
Tak sedikit warganet turut mendukung perjuangan wanita tersebut. Bahkan ada yang memberikan tanggapan serupa terkait berkas lamaran yang masuk agar dikembalikan apabila pelamar tidak lolos.
"Iya harusnya kalau memang belum cocok, berkas sama amplopnya dikembalikan. Soalnya belinya juga pakai uang," terang @serenxxx.
"Menurutku, di zaman sekarang emang lebih baik perusahaann itu menyediakan opsi apply online. Bukan karena Jobseeker enggak mau usaha, tapi print CV, beli amplop, fotokopi, sampai ongkos untuk datang satu per satu itu kan butuh biaya, di mana biaya ini sebenarnya pegangan sehari-hari mereka. Jadi, bagi yang belum bekerja, pengeluaran sekecil apa pun tetap terasa," jelas @alonixxx.
Curhatan dari wanita yang resah tidak kunjung mendapat kerjaan menggambarkan kondisi perekonomian Indonesia sedang tidak baik-baik saja.
Belakangan ini, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor menyampaikan bahwa, pemutusan hubungan kerja (PHK) semakin marak. Hal ini terjadi di tengah tekanan ekonomi global.
Afriansyah menegaskan bahwa, pemerintah Indonesia tetap mendesak agar setia perusahaan tetap wajib memenuhi hak-hak pekerja sesuai ketentuan yang berlaku.
"Memang PHK ini tidak bisa dihindarkan. Perusahaan tidak akan melakukan PHK kalau memang tidak terpaksa betul. Jadi kami menjaga iklim ini dengan sebaik-baiknya," ujar Afriansyah di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Faktor badai PHK di Indonesia tak lepas dari gejolak ekonomi, politik, dan geopolitik dunia. Sejumlah aspek ini sangat memengaruhi kondisi dunia usaha termasuk di Indonesia.
Wamenaker itu menambahkan bahwa, kondisi yang terjadi saat ini membuat sebagian perusahaan terpaksa melakukan efisiensi, termasuk PHK.
"Kita melihat memang dalam situasi yang sedang tidak baik, soal ekonomi global ya, politik dan geopolitik secara global ini memang dampaknya kepada negara kita ini luar biasa. Bukan hanya negara kita, ya negara-negara lain seperti China, Amerika sendiri ya cukup merasakan," tukasnya.
(hap)
Load more