News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Polemik Paket Seragam Sekolah Seharga Rp950 Ribu di SDN Tanah Baru 3, Begini Penjelasan Disdik Depok

Dinas Pendidikan Kota Depok menyebut kronologi polemik SDN Tanah Baru 3 diduga menjual paket seragam sekolah Rp950 ribu berawal dari pertanyaan orang tua siswa.
Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:56 WIB
SDN Tanah Baru 3 Depok
Sumber :
  • Kemendikdasmen

Jakarta, tvOnenews.com - SDN Tanah Baru 3 ramai diperbincangkan publik. Perhatian ini tak lepas adanya polemik dugaan praktik bisnis paket seragam sekolah untuk siswa baru kelas I viral di media sosial.

Dugaan komersialisasi seragam sekolah terjadi saat memasuki tahun ajaran baru. Pihak SDN Tanah Baru 3 diduga membentuk biaya paket seragam sekolah disebut mencapai Rp950 ribu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan informasi yang dihimpun tvOnenews.com, harga paket seragam sekolah yang diperoleh setiap siswa mencakup seragam olahraga Rp165.000, seragam muslim Rp190.000, rompi Rp100.000, batik Rp120.000, pramuka lengkap Rp200.000, dan kaos pramuka Rp100.000, dasi Rp15.000, topi Rp30.000, pin merah putih Rp.10.000, atribut lokasi sekolah Rp10.000, dan nama Rp10.000.

Pembelian paket seragam sekolah bahkan melalui sebuah toko rekanan di luar sekolah yang diatur oleh pihak sekolah. Kabid Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Zakky Fauzan pun mengungkapkan kronologi polemik ini berawal dari sejumlah orang tua siswa kelas I sempat bertanya terkait seragam sekolah.

"Pengadaan seragam sekolah sebenarnya sepenuhnya dikembalikan kepada orang tua," ujar Zakky, Sabtu (25/7/2026).

Pada prinsipnya, kata Zaky, penyediaan seragam sekolah merupakan kewenangan dari para orang tua siswa. Sementara, pihak sekolah dilarang keras menjual seragam maupun atribut sekolah.

Ia menambahkan, pihak sekolah juga tidak diperbolehkan membebankan biaya pengadaan seragam seolah menjualnya kepada para peserta didik maupun orang tua murid.

"Di sekolah tidak ada seragam. Sekolah tidak menjual seragam kepada orang tua," tambahnya.

Ketentuan larangan sekolah menjual atribut atau seragam sekolah telah tercantum dalam regulasi penting. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Disdik Kota Depok dengan Nomor 400.3.3.3/4472/P.SD/2026 tentang Himbauan Seragam Sekolah.

Bunyi dalam Surat Edaran Disdik Depok tersebut meliputi bahwa pengadaan seragam sekolah merupakan tanggung jawab dari orang tua/peserta didik.

Kemudian, sekolah juga tidak diperbolehkan membentuk aturan kewajiban atau membebani orang tua siswa membeli pakaian seragam baru. Hal ini berlaku baik untuk setiap kenaikan kelas maupun penerimaan murid baru.

Lanjut Zakky, pihak sekolah juga telah memberikan saran kepada orang tua siswa. Para wali murid diarahkan membuat kepanitiaan yangg didasari adanya kesepakatan bersama orang tua siswa di luar tanggung jawab sekolah.

Jika mengacu dari siswa kelas yang lebih atas, beberapa orang tua siswa menyepakati bahwa mereka mengadakan seragam sendiri. Mereka bahkan membentuk mitra dengan toko penyedia seragam.

Pertanyaan dan rasa penasaran datang dari salah satu orang tua siswa baru. Ia merasa keberatan dan mengeluh terhadap nominal Rp950 ribu yang sudah disepakati dari panitia.

Keberatannya diduga terbentur secara ekonomi. Hal ini yang mendorong salah satu wali murid tersebut mengungkapkan aturan ini di media sosial.

"Padahal pada prinsipnya sekolah dilarang membebankan biaya apa pun," lanjut dia.

Disdik Depok pun tidak diam terkait dinamika tersebut. Zakky mengatakan, pihaknya langsung meminta kepada para orang tua siswa dalam kepanitiaan untuk menggelar mediasi.

Permintaan tersebut tak lepas agar panitia orang tua murid memperhatikan atau menyesuaikan masalah patokan harga. Terutama bagi yang sudah menjalin kerja sama dengan toko penyedia seragam, mereka diminta menstandarkan harga seragam sesuai dengan harga pasar.

Ia mengaku telah bertemu dengan Kepala Sekolah SDN Tanah Baru 3, para orang tua murid, komite, serta korlas. Tujuannya untuk menuntaskan polemik tersebut.

"Intinya sekolah tidak melibatkan diri baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses pengadaan seragam," tegasnya.

Ia mengambil contoh dari seragam umum, seperti Merah Putih hingga Pramuka. Jenis seragam tersebut biasanya dijual bebas di pasaran.

"Sedangkan seragam olahraga, sekolah cukup menunjukkan contoh atau motifnya saja agar sama, tapi mekanisme pembeliannya dikembalikan sepenuhnya kepada orang tua," tambahnya.

Sementara, Kepala SDN Tanah Baru 3, Endang Wahyudi resmi merilis pernyataan sikapnya pada Jumat, 24 Juli 2026. Melalui surat klarifikasi, pihak sekolah membantah adanya dugaan praktik komersialisasi paket seragam sekolah.

Endang mengatakan, pihak sekolah tidak menyelenggarakan dan mewajibkan maupun jual beli seragam kepada para peserta didik, terutama bagi siswa baru kelas I.

"Terjadi kesalahpahaman antara orang tua peserta didik dengan sekolah sehingga muncul kegaduhan tersebut," kata Endang.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Soroti Kasus Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Kontra Narasi: Semua Pihak Diharapkan Menahan Diri

Soroti Kasus Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Kontra Narasi: Semua Pihak Diharapkan Menahan Diri

Peristiwa penggeledahan Polda Jaw Tengah (Jateng) terhadap Pondok Pesantren Hamalatul Quran (Ponpes HQ) di Kabupaten Sukoharjo pada Selasa (27/10) berbuntut panjang.
Cardinale Siap Bergerilya di Bursa Transfer, AC Milan Matangkan Rencana Perburuan Inacio dan Tresoldi Januari Nanti

Cardinale Siap Bergerilya di Bursa Transfer, AC Milan Matangkan Rencana Perburuan Inacio dan Tresoldi Januari Nanti

AC Milan mulai susun rencana untuk memperkuat skuad pada bursa transfer Januari 2027. Kemenangan atas Inter Milan di derbi turut menambah optimisme Rossoneri.
Prediksi Skor Abha Club vs Al Shabab di Liga Pro Saudi 2026/2027: Ujian Berat di Kandang

Prediksi Skor Abha Club vs Al Shabab di Liga Pro Saudi 2026/2027: Ujian Berat di Kandang

Menyongsong paruh pertama musim, baik Abha maupun Al Shabab sama-sama membawa misi dan ambisi yang cukup kontras di papan klasemen sementara Liga Pro Saudi.
Bawa Bakso Naik Kelas, LPPOM Dorong Penguatan Ekosistem Halal

Bawa Bakso Naik Kelas, LPPOM Dorong Penguatan Ekosistem Halal

Guna meningkatkan daya saing industri bakso di Tasikmalaya, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat dan Makanan (LPPOM) menggelar LPPOM Halal Connect bertema "Kuliner Tasikmalaya Naik Kelas" di Aula Bappelitbangda, Kamis (29/10). 
Istri dr Gia Bantah Mau Pamer usai Dinyatakan Positif Hamil setelah Penantian 8 Tahun: Aku Sangat Membutuhkan Doa

Istri dr Gia Bantah Mau Pamer usai Dinyatakan Positif Hamil setelah Penantian 8 Tahun: Aku Sangat Membutuhkan Doa

Menanggapi gelombang sambutan hangat serta ucapan selamat yang datang dari berbagai penjuru warganet, Syafira Imaniar lantas mencurahkan perasaan harunya melalui akun Threads pribadi miliknya.
Tegarnya Istri Pelaku Mutilasi di Madiun Beri Pesan Kepada Suaminya: Jangan Takut Mati, Kamu Harus Bertaubat

Tegarnya Istri Pelaku Mutilasi di Madiun Beri Pesan Kepada Suaminya: Jangan Takut Mati, Kamu Harus Bertaubat

Kasus pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan Dwi Bagus Martono (40) di Madiun terhadap istri sirinya, DH (30) dan anak, AG (4), meninggalkan duka mendalam.

Trending

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Dari total 12 korban, enam orang mengalami luka-luka dan enam lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di area halte Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT