News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Korban Kekerasan Seksual di Lebak Titipkan Bayinya ke Yayasan Pratiwi Noviyanthi, Ini Alasannya

Korban Kekerasan Seksual di Lebak menitipkan bayinya ke yayasan milik Pratiwi Noviyanthi demi keamanan, pemulihan trauma, dan masa depan sang anak.
Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:53 WIB
Ilustrasi Korban Kekerasan Seksual di Lebak Titipkan Bayinya ke Yayasan Pratiwi Noviyanthi
Sumber :
  • tvOnenews.com - ANF

tvOnenews.com - Korban Kekerasan Seksual di Lebak, Banten, memutuskan menitipkan bayi laki-lakinya ke yayasan milik Pratiwi Noviyanthi. Keputusan tersebut diambil keluarga demi menjamin keamanan, pemulihan trauma korban, sekaligus memberikan masa depan yang lebih baik bagi sang bayi di tengah kondisi ekonomi yang terbatas.

Korban yang masih berstatus di bawah umur diketahui melahirkan bayi laki-laki setelah menjadi korban rudapaksa yang diduga dilakukan seorang kakek berinisial SN (64). Hingga kini, pelaku masih berstatus daftar pencarian orang (DPO), sehingga keluarga merasa tidak aman jika korban dan bayinya tetap berada di lingkungan asal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain faktor keamanan, kondisi psikologis korban juga menjadi pertimbangan utama. Korban mengalami trauma berat akibat kekerasan seksual yang dialaminya, sehingga membutuhkan lingkungan yang lebih kondusif untuk menjalani masa pemulihan setelah melahirkan.

Di sisi lain, ibu korban mengaku tidak mampu mengurus cucunya seorang diri karena harus bekerja mencari nafkah. Sebagai orang tua tunggal, ia khawatir kebutuhan bayi dan pendidikan korban di masa depan tidak dapat terpenuhi jika tetap diasuh di rumah.

"Kalau diurusin sama ibu cuma kita berdua ini. Sedangkan ini kan masa depannya masih panjang. Mau mondok lagi. Kalau ibu enggak kerja, ibu buat nyari apa? Sedangkan bapaknya kan enggak kasihan sama anaknya," ujar ibu korban dalam tayangan YouTube Pratiwi Noviyanthi.

Ia mengatakan keputusan menitipkan bayi kepada yayasan bukan karena tidak menyayangi cucunya, melainkan demi memberikan kesempatan hidup yang lebih baik.

"Jadi diginiin harus ikhlas ya demi masa depan, biar anaknya misalkan masa depannya juga cerah. Cuma sedih aja sebagai seorang ibu gimana lah. Enggak sedih kalau dikasih sama Kak Novi mah percaya, ikhlas," tuturnya.

Lebih lanjut, ibu korban mengungkapkan bahwa dirinya mempercayakan penuh pengasuhan bayi kepada Pratiwi Noviyanthi. Menurutnya, yayasan tersebut dinilai mampu memberikan pendidikan dan kehidupan yang lebih layak bagi sang bayi.

"Makanya ini sama Kak Novi aja. Nanti kalau lihat boleh, bisa lihat. Ikhlasin supaya masa depannya panjang, Nak. Bukan mama enggak ngurusin, bukan neneknya enggak ngurusin. Cuma keadaan ekonomi. Ini kalau masuk pesantren, ibunya kan saya harus ngedukung juga. Bingung, daripada anaknya terlantar, kasihan," ucap ibu korban.

Dalam kunjungannya menemui korban di Depok, Pratiwi Noviyanthi juga menyoroti lambatnya proses penangkapan pelaku. Padahal, korban telah melahirkan, sementara terduga pelaku masih belum berhasil diamankan.

"Sudah dapat atensi, tapi sampai detik ini belum ditangkap pelakunya," kata Pratiwi Noviyanthi.

Mendengar penjelasan tersebut, anggota Dewan Pengurus Pusat Komnas Perlindungan Anak, Lia Latifah, mempertanyakan kondisi terbaru terkait keberadaan pelaku.

"Berarti belum ada. Sampai sekarang masih ada itu pelakunya?" tanya Lia Latifah.

"Pelakunya masih berkeliaran. Masih DPO. Ngumpet aja," jawab ibu korban.

Pratiwi Noviyanthi kemudian kembali menegaskan bahwa hingga bayi korban lahir, belum ada tindakan penangkapan terhadap terduga pelaku.

"Tapi enggak ada penangkapan, Bu. Enggak ada penangkapan sampai sudah lahir ini," tegas Pratiwi Noviyanthi.

Merespons hal tersebut, Lia Latifah memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian. Bahkan, ia menyebut masyarakat dapat membantu proses pencarian pelaku sesuai mekanisme yang berlaku.

"Oke, berarti nanti saya tinggal koordinasi aja. Kalau gitu mah nanti kita jemput sendiri aja pelakunya, diantarin aja nanti ke Polres Lebak ya," ujar Lia Latifah.

Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan aparat setempat tetap diperlukan apabila masyarakat mengetahui keberadaan pelaku.

"Nanti saya coba sambungkan ya, Bu. Saya lihat tadi dari laporannya sudah berapa bulan. Kalau memang nanti dari pihak kepolisian ada kendala atau apa, biasanya nanti kita bisa bawa langsung si pelakunya dan kita serahkan ke pihak kepolisian. Sekarang boleh kok masyarakat membantu pihak kepolisian," jelas Lia Latifah.

Menurut Lia, proses tersebut harus melibatkan unsur pemerintah setempat agar berjalan sesuai prosedur.

"Tapi pastinya kerja sama dulu sama RT, sama RW, sama Babinsa. Jadi nanti ada laporan masyarakat yang menangkap dan sekaligus membawa terduga pelakunya. Jadi kalau proses dari Polres lambat, masyarakat sekarang boleh melakukan itu," katanya.

Ia juga memastikan Komnas Perlindungan Anak akan mendampingi keluarga korban dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengetahui kendala yang menyebabkan pelaku belum ditangkap.

"Tapi memang nanti harus ada yang mendampingi, apakah dari dinas terkait atau perlindungan anak. Jadi nanti tinggal koordinasi saja. Nanti saya tanyakan apa kendalanya, apakah belum ada surat keputusan penangkapan dari Kapolres atau seperti apa. Nanti kita akan coba bantu bawa pelakunya langsung ke Polres ya, Bu," tutur Lia Latifah.

Menutup pembicaraan, Pratiwi Noviyanthi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum bersama Komnas Perlindungan Anak hingga pelaku berhasil ditangkap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi bismillah nanti kita bersama Komnas Perlindungan Anak bertemu dan mencari pelaku sih sebenarnya," tutup Pratiwi Noviyanthi.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Imbang dari PSMS Medan, Tangan Kanan STY Ungkap Kelelahan Buat Persija Kesulitan Maksimalkan Peluang 

Imbang dari PSMS Medan, Tangan Kanan STY Ungkap Kelelahan Buat Persija Kesulitan Maksimalkan Peluang 

Tampil di laga perdana babak penyisihan grup, skor akhir 1-1 antara Persija melawan PSMS berakhir di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Selasa (3/11/2026). 
Optimalkan Pemadaman, BNPB Sebut Karhutla di Sulteng Masih Sisakan Titip Asap

Optimalkan Pemadaman, BNPB Sebut Karhutla di Sulteng Masih Sisakan Titip Asap

Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla menjadi perhatian banyak pihak. Salah satu wilayah yang dioptimalkan di Sulawesi Tengah.
Link Live Streaming Korea Open 2026, Rabu 4 November: 11 Wakil Indonesia Berjuang, Alwi hingga Ubed Tampil

Link Live Streaming Korea Open 2026, Rabu 4 November: 11 Wakil Indonesia Berjuang, Alwi hingga Ubed Tampil

Link live streaming Korea Open 2026, sebanyak 11 wakil Indonesia dijadwalkan bertanding pada lanjutan babak 32 besar di Jinnam Stadium, Yeosu, Korea Selatan, Rabu (4/11/2026).
Ketegangan Timur Tengah Buat Piala Asia Resmi Ditunda, Australia Tetap Berangkat Lawan Qatar dan Yordania

Ketegangan Timur Tengah Buat Piala Asia Resmi Ditunda, Australia Tetap Berangkat Lawan Qatar dan Yordania

Walau dipastikan tertunda, Australia tetap mengikuti rencana tim yang akan menghadapi Qatar dan Yordania pada laga uji coba FIFA Matchday edisi November 2026. 
Kabar Duka dari Jawa Timur, Hakim Pengadilan Negeri Sidoarjo Yeni Eko Purwaningsih Meninggal Dunia

Kabar Duka dari Jawa Timur, Hakim Pengadilan Negeri Sidoarjo Yeni Eko Purwaningsih Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari Jawa Timur. Hakim Pengadilan Negeri Sidoarjo Yeni Eko Purwaningsih meninggal dunia. Untuk diketahui, sebelum menjadi Hakim Pengadilan Negeri Sidoarjo, almarhumah pernah menjabat sebagai Wakil Ketua hingga Ketua Pengadilan Negeri Marabahan.
Kasus Korupsi Menjerat Sejumlah Kepala Daerah di Jateng, Gubernur Gelar Pengawasan Daerah Bersama KPK, BPK dan BPKP

Kasus Korupsi Menjerat Sejumlah Kepala Daerah di Jateng, Gubernur Gelar Pengawasan Daerah Bersama KPK, BPK dan BPKP

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan memperkuat sistem pengawasan terintegrasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta jajaran inspektorat pemerintah daerah

Trending

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Tentara Nasional Indonesia kerahkan pasukan dalam skala besar ke Jakarta. TNI AL mengerahkan 20.980 personel untuk mendukung pengamanan di ibu kota DKI Jakarta.
Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam

Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam

Konten kreator Herri Pras menuai kecaman karena konten-kontennya ada yang menghina tokoh agama atau pihak tertentu.
Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Komariah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar di dalam mobilnya di kawasan hutan jati Desa Cikamurang, Terisi, Indramayu, Selasa (3/11/2026).
Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Yusril menjelaskan laporan penyadapan disampaikan Kapolri kepada Prabowo dan sejumlah menteri merupakan persoalan serius yang menyangkut kepentingan negara.
Jadwal KRL Hari Ini 4 November 2026 Rute JIS-Jakarta Kota, Ada Puluhan Perjalanan

Jadwal KRL Hari Ini 4 November 2026 Rute JIS-Jakarta Kota, Ada Puluhan Perjalanan

Jadwal KRL hari ini 4 November 2026 rute Jakarta International Stadium (JIS)-Jakarta Kota tersedia dalam puluhan perjalanan. Cek di sini.
Simak Sebelum Berangkat, Inilah Jadwal KRL 4 November 2026 Rute Jakarta Kota-Nambo

Simak Sebelum Berangkat, Inilah Jadwal KRL 4 November 2026 Rute Jakarta Kota-Nambo

Ada belasan perjalanan yang tersedia. Simak sebelum berangkat. Inilah jadwal KRL rute Jakarta Kota-Nambo hari ini 4 November 2026.
Shalat Dhuha Afdholnya Jam Berapa? Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Shalat Dhuha Afdholnya Jam Berapa? Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Shalat Dhuha afdholnya jam berapa? Simak penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang waktu terbaik shalat Dhuha, syuruq, dan batas akhirnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT