News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta Terbaru Kasus Pria Diduga Maling Ayam Tewas Dikeroyok di Bali: 5 Tersangka Ditetapkan hingga Hotman Paris Bantu Anak Korban

Fakta-fakta terbaru kasus pria diduga maling ayam tewas dikeroyok di Bali. Polisi tetapkan lima tersangka, lakukan ekshumasi, hingga anak korban mendapat bantuan.
Senin, 27 Juli 2026 - 19:11 WIB
Ilustrasi pengeroyokan massa
Sumber :
  • ChatGPT.com

tvOnenews.com - Kasus tewasnya pria berinisial KD yang diduga mencuri ayam di Kabupaten Tabanan, Bali, memasuki babak baru.

Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan, Polres Tabanan resmi menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perkembangan tersebut menjadi sorotan karena menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri tetap merupakan tindak pidana, meskipun korban sebelumnya diduga melakukan pencurian.

Di sisi lain, perhatian publik juga tertuju pada nasib keluarga korban, terutama anak-anaknya yang kehilangan sosok ayah.

Berikut fakta-fakta terbaru yang terungkap dari kasus tersebut.

1. Lima Orang Resmi Jadi Tersangka

Perkembangan paling baru datang dari Polres Tabanan yang menetapkan lima warga berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan terhadap KD.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menjelaskan bahwa penyidik menangani dua perkara berbeda, yakni dugaan pencurian ayam dan dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Meskipun telah menetapkan lima tersangka, kami belum bisa menyampaikan peran masing-masing karena masih dilakukan pendalaman," kata Bayu Pati melansir dari Antara, Senin (27/07/26).

Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Made Teddy Satria Permana menambahkan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa sedikitnya 18 saksi serta mencocokkan keterangan dengan bukti elektronik.

"Sebelumnya mereka diperiksa sebagai saksi. Namun setelah kami cek dengan bukti elektronik yang kami miliki dan dikuatkan oleh keterangan saksi lainnya, maka ditetapkan sebagai tersangka."

Polisi juga membuka kemungkinan adanya tersangka baru apabila ditemukan alat bukti tambahan.

2. Polisi Bongkar Makam Korban untuk Lengkapi Penyidikan

Selain menetapkan tersangka, penyidik juga melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam KD di Desa Sidetapa, Kabupaten Buleleng.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban sekaligus memperkuat alat bukti dalam penyidikan.

Kapolres Tabanan menjelaskan tujuan ekshumasi bukan sekadar mengidentifikasi jenazah, tetapi juga mencari tanda-tanda kekerasan yang dapat mendukung proses pembuktian.

Tim forensik bersama penyidik Satreskrim Polres Tabanan dilibatkan dalam proses tersebut.

3. Foto Enam Pria Viral, Polisi Belum Beri Kepastian

Di tengah penyelidikan, media sosial dihebohkan dengan beredarnya foto enam pria yang disebut-sebut berkaitan dengan kasus pengeroyokan.

Unggahan tersebut memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet.

Namun hingga saat ini, kepolisian belum mengonfirmasi apakah keenam pria tersebut merupakan pelaku, saksi, atau memiliki keterkaitan dengan perkara yang sedang ditangani.

Karena belum ada pernyataan resmi dari aparat, informasi yang beredar di media sosial tersebut masih belum dapat dipastikan kebenarannya.

4. Anak Korban Jadi Perhatian Nasional

Kasus ini semakin menyita perhatian publik setelah beredar video putri bungsu KD menangis histeris di depan jenazah ayahnya.

Korban diketahui meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Anak sulung telah berkeluarga, anak kedua masih duduk di bangku SMA, sedangkan anak bungsunya baru menginjak kelas 1 SD.

Kepala Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengaku sangat terpukul melihat kesedihan keluarga korban.

"Yang membuat saya sedih ketika menjemput jenazah, melihat anak-anaknya menangis kehilangan bapaknya."

Ia berharap masyarakat tidak lagi memilih jalan kekerasan ketika menghadapi dugaan tindak pidana.

"Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang."

5. Hotman Paris Siap Biayai Sekolah Anak Korban

Perhatian terhadap keluarga KD juga datang dari pengacara Hotman Paris Hutapea.

Melalui media sosialnya, Hotman menyatakan siap membantu biaya pendidikan anak bungsu korban.

Ia mengatakan proses penyaluran bantuan akan dibantu oleh putrinya, Felicia Hutapea.

Dalam unggahannya, Hotman juga menyampaikan pesan yang menyentuh.

"Adinda: tetap ucapkan terimakasih ke Bapakmu yg mungkin curi ayam agar kamu makan daging!! Kasus ini jadi introspeksi bagi anak anak yg hidup mewah dari ortu: ingat berterimakasih."

Unggahan tersebut menuai banyak respons dari masyarakat. Sebagian mengapresiasi kepeduliannya terhadap masa depan anak korban, sementara yang lain berharap proses hukum berjalan secara adil.

6. Donasi Warga Capai Rp190 Juta

Gelombang simpati juga datang dari masyarakat Bali.

Sejumlah relawan bersama para donatur berhasil menghimpun donasi sekitar Rp190 juta untuk membantu pendidikan anak-anak KD.

Selain uang tunai, keluarga korban menerima bantuan berupa sembako, kebutuhan rumah tangga, hingga sebuah sepeda motor baru.

Menurut pegiat media sosial Ary Ulangun, dana tersebut akan ditempatkan dalam bentuk deposito agar penggunaannya dapat diawasi dan benar-benar dimanfaatkan untuk biaya pendidikan anak-anak korban.

Langkah ini menunjukkan besarnya empati masyarakat terhadap keluarga yang kehilangan tulang punggung akibat tragedi tersebut.

7. Proses Hukum Masih Berjalan

Hingga kini, Polres Tabanan masih terus mengembangkan penyidikan. Selain mendalami dugaan pengeroyokan yang menewaskan KD, polisi juga menyelidiki pembakaran sepeda motor korban dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru apabila ditemukan alat bukti tambahan.

Secara hukum, perkara ini terdiri atas dua proses yang berbeda, yakni dugaan pencurian yang disangkakan kepada KD serta dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Dalam sistem peradilan pidana Indonesia, kedua perkara tersebut diproses secara terpisah.

Dugaan pencurian tidak menghapus pertanggungjawaban pidana bagi pelaku kekerasan, sementara tindakan main hakim sendiri tetap dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa setiap dugaan tindak pidana harus diserahkan kepada aparat penegak hukum.

Upaya menegakkan keadilan melalui aksi kekerasan justru berpotensi melahirkan tindak pidana baru dan menimbulkan korban yang lebih besar, termasuk dampak psikologis yang harus ditanggung keluarga, terutama anak-anak yang ditinggalkan.

(tsy)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Respons Ahli Hukum Usai Refly Harun Cs Kembali Ajukan Gugatan ke MK

Respons Ahli Hukum Usai Refly Harun Cs Kembali Ajukan Gugatan ke MK

Pencalonan Girban Rakabuming Raka dalam perhelatan Pilpres 2024 kembali digugat oleh Refly Harun dan Denny Indrayana bersama sejumlah kelompok masyarakat yang tergabung dalam Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP).
Gunung Bromo Kembali Terbakar, BPBD Jatim Kembali Kerahkan Helikopter Water Bombing

Gunung Bromo Kembali Terbakar, BPBD Jatim Kembali Kerahkan Helikopter Water Bombing

Hingga Jumat siang operasi water bombing telah dilakukan sebanyak 17 kali dengan total 17.000 liter air yang dijatuhkan. 
Hasil Super League: Dwi Gol Jose Enrique Bawa Persik Curi Poin Penuh dari Markas Garudayaksa

Hasil Super League: Dwi Gol Jose Enrique Bawa Persik Curi Poin Penuh dari Markas Garudayaksa

Jose Enrique tampil gemilang dengan memborong dua gol saat Persik Kediri menang 2-0 atas Garudayaksa pada pekan kedua Super League 2026-2027.
VKTR Bidik Mobilisasi Pertambangan: Bus ARJUNO Angkut 25 Penumpang, Tempuh hingga 350 Km

VKTR Bidik Mobilisasi Pertambangan: Bus ARJUNO Angkut 25 Penumpang, Tempuh hingga 350 Km

Direktur dan Chief Corporate Affairs VKTR, Indah P. Saugi menyampaikan bagi VKTR, elektrifikasi kendaraan komersial harus dibangun berdasarkan kebutuhan operasional yang nyata. 
Bertabur Bintang Eropa, Ini Prediksi Formasi Mengerikan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bertabur Bintang Eropa, Ini Prediksi Formasi Mengerikan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bertabur pemain Eropa, Timnas Indonesia punya prediksi formasi 3-4-3 mengerikan untuk FIFA ASEAN Cup 2026 saat menghadapi Singapura, Malaysia, dan Bangladesh.
Ini Tampang Pria yang Cekoki Mahasiswi Ekstasi dan Riklona hingga Tewas di Kamar Hotel

Ini Tampang Pria yang Cekoki Mahasiswi Ekstasi dan Riklona hingga Tewas di Kamar Hotel

Pria inisial ID tampak mengenakan baju tahanan berwarna oranye dengan celana pendek berwarna gelap. Wajahnya tertutup masker putih saat digiring oleh petugas.

Trending

Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Kolaborasi Polsek Bantan bersama Satresnarkoba Polres Bengkalis dalam memberantas peredaran narkotika membuahkan hasil. Sebanyak 65 bungkus yang diduga narkotika jenis sabu berhasil diamankan dalam operasi di wilayah hukum Polsek Bantan, Rabu(9/9/2026).
Viral, Wanita Tas Pink Hebohkan Gerbong KRL, Klaim Pelajar Pramuka sebagai Tunangan Bikin Penumpang Bingung

Viral, Wanita Tas Pink Hebohkan Gerbong KRL, Klaim Pelajar Pramuka sebagai Tunangan Bikin Penumpang Bingung

Wanita bertas pink bikin heboh di KRL setelah disebut meminta HP pelajar pramuka dan mengaku sebagai tunangannya. Video kejadian viral di media sosial
Unggahan Terbaru Fajar Sahrudin Muncul di Hari Ulang Tahun, Netizen Tinggalkan Pesan Haru Untuknya

Unggahan Terbaru Fajar Sahrudin Muncul di Hari Ulang Tahun, Netizen Tinggalkan Pesan Haru Untuknya

Tepat pada Kamis, 10 September 2026 seharusnya menjadi hari ulang tahun Fajar Sahrudin yang ke-31 tahun. Unggahan terbaru FS muncul dan mengundang perhatian
AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

Upaya diplomatik untuk mendesak sekutu-sekutu NATO agar membantu membubarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan menarik diri dari Statuta Roma yang menjadi dasar pendiriannya, sedang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Jelang Duel Panas Kontra Persib di GBK, Persija Punya Permintaan Khusus Buat The Jakmania

Jelang Duel Panas Kontra Persib di GBK, Persija Punya Permintaan Khusus Buat The Jakmania

Kerim Memija meminta Jakmania memberikan dukungan penuh saat Persija menjamu Persib di GBK. Shin Tae-yong juga berharap suporter menjaga atmosfer laga.
Pesantren Baitul Arqom Garap Pertanian, Bidik Kemandirian Pangan untuk Dukung Asta Cita Prabowo

Pesantren Baitul Arqom Garap Pertanian, Bidik Kemandirian Pangan untuk Dukung Asta Cita Prabowo

Pondok Pesantren Baitul Arqom di Balung, Jember, Jawa Timur, mulai memperkuat sektor pertanian, peternakan, dan unit usaha mandiri sebagai bagian dari upaya
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki pada 12 September 2026: Rezeki dan Kabar Baik Menghampiri

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki pada 12 September 2026: Rezeki dan Kabar Baik Menghampiri

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki pada 12 September 2026: Ada rezeki dan kabar baik menyertai.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT