Viral Dugaan Pelecehan Seksual Anak di Toilet Masjid Kudus, Sang Ibu Pergoki Aksi OTK Lagi Rekam Buah Hatinya
- Dokumentasi tvOnenews.com
Kudus, tvOnenews.com - Sebuah video memperlihatkan ketegangan terjadi di sebuah toilet masjid di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah viral di media sosial. Di dalamnya menunjukkan dugaan pelecehan seksual terhadap seorang anak.
Dilihat tvOnenews.com dari unggahan Instagram @zumaelaijtihana, Kamis (30/7/2026), seorang ibu menunjukkan aksi emosionalnya saat melabrak seorang pria berseragam berada di area toilet dan tempat wudhu sebuah masjid di Kudus.
Sang ibu menduga orang tak dikenal (OTK) tersebut telah melakukan tindakan pelecehan seksual. Selain itu, pria berseragam tersebut juga merekam anak kecilnya saat membuang air besar.
Narasi dalam unggahannya menunjukkan kronologi kejadian yang sebenarnya. Mala sapaan pemilik akun menceritakan bahwa, sang anak mulanya mendesak ingin buang air besar.
Permintaan tersebut terjadi saat pulang sekolah. Hal ini membuat dirinya mengarahkan agar sang anak buang air besar di toilet masjid terdekat.
"Anakku pulang sekolah pengen pup sudah enggak tahan, maka tak suruh pup di masjid dekat sekolah," tulisnya.
- Instagram/@zumaelaijtihana
Ia kebetulan juga membawa balita lainnya yang masih berada sendirian di dalam mobil. Hal ini mendorong dirinya terpaksa meninggalkan anaknya sebentar.
Ia pun menuju mobil untuk mengambil kunci. Selepas itu, sang ibu kembali ke toilet masjid di mana anaknya sedang buang air besar.
Di momen inilah, sang ibu sangat terkejut melihat seorang pria asing berseragam sedang berada di area lokasi toilet masjid tersebut.
Posisi OTK tersebut, tuduh Mala, sedang dalam posisi jongkok. Pria tersebut diduga tengah mencoba merekam alat vital anaknya sehingga mengecapnya sebagai pedofil.
"Pedofil, tolong bantu sebarkan agar hati-hati sama orang ini. Ketika aku balik ke toilet, shock banget ada orang asing posisi jongkok dan merekam alat vital anakku," ucapnya.
Pria Tak Dikenal Bantah Lakukan Pelecehan Seksual
Dalam video viral tersebut, situasi semakin mencekam saat sang ibu tidak kuasa menahan amarahnya. Ia bahkan memberikan ancaman akan membuat laporan polisi dengan melibatkan suaminya terkait kejadian ini.
Pria berseragam itu secara tegas menepis tuduhan yang dilayangkan oleh ibu dari anak tersebut. Sambil menggunakan bahasa Jawa halus (krama) dan nada yang sopan, OTK tersebut coba berkali-kali menawarkan ponsel miliknya.
Tujuan menunjukkan isi telepon genggamnya agar ibu dari anak tersebut benar-benar memeriksa bahwa dirinya tidak melakukan perekaman secara tersembunyi. Ia bahkan berani menawarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
"Enggak apa-apa, Mbak. Mboten (enggak ada kok) lagian aku mau pipis, Mbak," kata pria itu.
Ia bahkan kembali mendesak sang ibu untuk langsung mengecek isi galeri dalam ponselnya. Ia memastikan tidak ada video diduga merekam anak dari ibu tersebut.
"Ini lho Mbak, cek saja HP-nya, enggak ada apa-apa," tegasnya.
Mala justru menolak untuk menyentuh ponsel milik pria tersebut. Sang ibu bahkan terus mendesak agar pria itu mengaku telah melakukan pelecehan seksual.
"Enggak sudi! Kamu tadi buka video kan? Pelecehan ini! Ini di masjid, aku tak telepon polisi saja," ucapnya.
Unggahan video viral tersebut langsung mengundang beragam reaksi dari warganet. Sebagian menilai situasi tersebut menunjukkan kewaspadaan dan kepanikan dari seorang ibu demi menjaga anaknya.
Tak sedikit warganet juga menyoroti reaksi yang diperlihatkan pria tersebut. Kebanyakan pelaku pelecehan seksual telah mempunyai rencana agar aksinya tidak terlihat.
"Jangan mudah percaya kalau orangnya bilang sudah dihapus, tapi masih tersimpan di galeri foto terhapus. Kalau bisa laporin ajaj ke pihak yang berwajib karena bahaya kalau sampai masih bebas ini orang takutnya melakukan yang sama ke anak-anak lain," kata @y03sxxx.
"Saya curiga bahwa orang itu memasuki kamar mandi ada beberapa kemungkinan. Pertama, video itu dipindahkan ke kartu memori, kemudian memori itu diambil. Kedua, video itu diunggah ke galeri Google Drive dan dihapus. Ketiga, video itu dikirim ke email secara acak di galeri dan dihapus. Keempat, video itu dikirim ke grup WhatsApp yang baru bergabung baru-baru ini, tetapi sejarahnya masih ada di data WhatsApp (penyimpanan internal). Kelima, video itu dikirim ke akun kedua dan kemudian sejarah obrolan dihapus. Nah dari atas itu salah satu bukti yang perlu diperhatikan," terang @nadhixxx.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat belum memberikan konfirmasi resminya terkait apakah sudah ada laporan yang masuk dari pihak yang bersangkutan. Akan tetapi, ibu korban mengabarkan bahwa dirinya telah mendapatkan identitas pria tersebut.
(hap)
Load more