News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terkait Kasus Pelecehan Siswa di Tanjungbalai, Reza Indragiri Ingatkan Ancaman Budaya LGBT yang Jarang Disadari

Kasus Pelecehan Siswa di Tanjungbalai menjadi sorotan Reza Indragiri. Ia mengingatkan pentingnya penanganan serius serta menyinggung ancaman budaya LGBT.
Jumat, 31 Juli 2026 - 10:55 WIB
Reza Indragiri soal Kasus Pelecehan di Tanjungbalai
Sumber :
  • Kolase tvOneNews

tvOnenews.com - Kasus Pelecehan Siswa di Tanjungbalai, Sumatera Utara, terus menyita perhatian publik setelah polisi menetapkan seorang tersangka. Menanggapi kasus tersebut, Reza Indragiri mengingatkan pentingnya penanganan hukum yang serius sekaligus menyoroti ancaman budaya LGBT menurut pandangannya.

Kasus Pelecehan yang menimpa seorang siswa kelas 5 SD berusia 12 tahun di Tanjungbalai terungkap pada Juli 2026. Korban diduga menjadi sasaran tindakan asusila oleh pria berinisial DS alias A dengan modus mengiming-imingi telepon genggam. Polisi telah menetapkan DS sebagai tersangka, sedangkan istrinya yang berprofesi sebagai guru masih berstatus saksi dan menjalani pemeriksaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus Pelecehan Siswa tersebut memicu kemarahan warga hingga ratusan orang mendatangi rumah terduga pelaku. Aparat kepolisian kemudian mengevakuasi pasangan tersebut untuk mencegah aksi massa dan memastikan proses hukum tetap berjalan. Korban juga telah menjalani pemeriksaan medis serta mendapatkan pendampingan psikologis dan hukum dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD).

Menanggapi Kasus Pelecehan di Tanjungbalai, psikolog forensik Reza Indragiri menyarankan agar proses hukum mengacu pada Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Menurutnya, keterangan korban dapat menjadi alat bukti yang sah apabila diperkuat dengan hasil visum medis maupun pemeriksaan psikologis sehingga status hukum pelaku semakin kuat.

Selain itu, diskusi juga menyoroti adanya grooming behavior, yaitu pola pelaku membangun kepercayaan anak melalui pemberian perhatian atau fasilitas tertentu, seperti meminjamkan telepon genggam maupun mengajak korban ke rumah, sebelum akhirnya melakukan tindakan kekerasan seksual.

Ketua KPAD Kabupaten Asahan, Awaludin, menyampaikan pihaknya akan melakukan investigasi mandiri bersama para penggiat perlindungan anak. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengungkap kasus secara menyeluruh sekaligus memastikan korban memperoleh perlindungan, pendampingan, dan keadilan.

Mengawali penjelasannya dalam program Apa Kabar Indonesia Malam tvOne, Reza Indragiri menilai kasus tersebut menghadirkan dua persoalan yang sama-sama mendesak untuk menjadi perhatian.

"Jangan lupa ya, peristiwa ini mendatangkan kegentingan ganda sekaligus menurut saya," kata Reza Indragiri.

Ia kemudian mengingatkan bahwa persoalan kekerasan seksual terhadap anak sebenarnya telah lama menjadi perhatian pemerintah melalui Gerakan Nasional Anti Kekerasan Seksual terhadap Anak (GN AKSA).

"Pertama, kita lagi-lagi bicara tentang kekerasan seksual terhadap anak. Mbak, sejak Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden kita, sudah keluar yang namanya Inpres GN AKSA, Inpres Gerakan Nasional Anti Kekerasan Seksual terhadap Anak," ujar Reza Indragiri.

Menurutnya, kebijakan tersebut belum diimplementasikan secara optimal sehingga kasus serupa masih terus bermunculan hingga sekarang.

"Ada yang ingat tentang Inpres itu? Perkiraan saya tidak ada yang ingat. Menunjukkan bahwa ini sebuah dokumen yang kemudian disimpan di laci begitu saja. Padahal dokumen yang dikeluarkan pada tahun sekitar tahun belasan itu menunjukkan bahwa kita harus akui kekerasan seksual terhadap anak memang sudah mencapai pada tingkat kegentingan yang luar biasa. Itu satu hal," lanjutnya.

Selanjutnya, Reza menyoroti pemberitaan mengenai dugaan pelaku yang telah berkeluarga, tetapi diduga melakukan pencabulan terhadap anak laki-laki. Ia menegaskan bahwa bagian tersebut tetap harus dibuktikan melalui proses penyidikan.

"Yang kedua, narasi yang saya simak di pemberitaan adalah, maaf, yang melakukan pencabulan terhadap anak malang ini adalah seorang suami, ya mungkin dengan dukungan atau fasilitasi dari pihak istri. Itu silakan diinvestigasi," tutur Reza Indragiri.

Dalam pandangannya, apabila dugaan tersebut terbukti, kasus ini dapat menjadi bahan pembahasan mengenai bahaya perilaku biseksual di tengah masyarakat.

"Yang ingin saya katakan adalah ketika seorang suami, dalam kurung laki-laki, melakukan pencabulan terhadap anak yang jenis kelaminnya laki-laki, bisa kita wacanakan ini sebagai contoh tentang berbahayanya biseksual di masyarakat kita. Karena dia sudah punya istri, tapi dia juga melakukan, maaf, perbuatan tidak senonoh dengan laki-laki," jelasnya.

Reza juga mengaitkan pandangannya dengan Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 yang menurutnya memiliki relevansi terhadap persoalan tersebut.

"Maka di sinilah letak relevansinya keberadaan Perpres 111 Tahun 2025. Bahwa kalau sesaat lalu saya bicara tentang kegentingan terkait kekerasan seksual terhadap anak, sekarang saya bicara tentang kegentingan terkait dengan ancaman terhadap pertahanan nasional kita yang oleh Presiden disebut sebagai budaya LGBT," tegas Reza Indragiri.

Ia pun meminta aparat penegak hukum dan lembaga perlindungan anak menangani perkara tersebut secara serius karena dinilai bukan tindak pidana biasa.

"Nah, teman-teman KPAD dan kepolisian setempat betul-betul menurut saya harus punya keinsafan ini bukan pidana biasa. Hari ini kita menemukan alasan untuk mengatakan ini sebagai sebuah kejahatan yang sungguh-sungguh harus kita sikapi secara serius," imbuhnya.

Di akhir pernyataannya, Reza mengingatkan bahwa apabila nantinya ditemukan lebih banyak korban dengan pola serupa, maka penanganannya harus semakin diperkuat agar peristiwa serupa tidak terus berulang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Apalagi seandainya pelaku sudah memangsa sekian banyak anak lainnya. Apalagi ketika sekian banyak anak lainnya itu juga jenis kelaminnya sama, yaitu laki-laki. Maka tentang LGBT, tentang kekerasan seksual terhadap anak memang betul-betul harus kita gemakan seserius mungkin," pungkas Reza Indragiri.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kondisi Finansial Zodiak 1 Agustus 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Kondisi Finansial Zodiak 1 Agustus 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Berikut ramalan kondisi finansial zodiak 1 Agustus 2026 untuk enam zodiak pertama, Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo.
Musim Kemarau Sebabkan 6 Kecamatan di Lumajang Krisis Air Bersih

Musim Kemarau Sebabkan 6 Kecamatan di Lumajang Krisis Air Bersih

Adapun 6 titik terdampak krisis air bersih tersebut berada di Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Padang, dan Senduro. 
Buntut Polemik Kata Sirkus, Deddy Sitorus Resmi Dilaporkan Ke Mahkamah Kehormatan Dewan

Buntut Polemik Kata Sirkus, Deddy Sitorus Resmi Dilaporkan Ke Mahkamah Kehormatan Dewan

Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) secara resmi melaporkan Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP Deddy Sitorus ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI. 
Deddy Sitorus Dilaporkan ke MKD DPR RI Buntut Pernyataan "Sirkus" ke Wartawan

Deddy Sitorus Dilaporkan ke MKD DPR RI Buntut Pernyataan "Sirkus" ke Wartawan

Deddy Sitorus dilaporkan buntut polemik ungkapan "sirkus" ketika ada sejumlah wartawan yang meliput di dalam ruangan rapat Komisi II DPR RI.
3 Shio yang Kisah Cintanya Berubah pada 1 Agustus 2026, Siapa Saja?

3 Shio yang Kisah Cintanya Berubah pada 1 Agustus 2026, Siapa Saja?

Ramalan cinta shio 1 Agustus 2026 mengungkap 3 shio yang kisah cintanya berubah, lengkap ramalan untuk yang berpasangan maupun masih lajang di hari Sabtu ini.
10 Ucapan Selamat Hari Jadi Kabupaten Murung Raya ke-24 Tahun 2026, Cocok Dijadikan Referensi Caption Media Sosial

10 Ucapan Selamat Hari Jadi Kabupaten Murung Raya ke-24 Tahun 2026, Cocok Dijadikan Referensi Caption Media Sosial

Berikut 10 contoh ucapan selamat Hari Jadi Kabupaten Murung Raya ke-24 tahun 2026, cocok dijadikan sebagai referensi caption di media sosial.

Trending

Tak Hanya Komentari Putusan MK, Ustaz Dasad Latif Puji PDIP

Tak Hanya Komentari Putusan MK, Ustaz Dasad Latif Puji PDIP

Ustaz Dasad Latif menyampaikan apresiasi terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melarang penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk membiayai
Dana Rp227 Juta Hasil Penjualan Tanah Eks Juru Kunci Raib, Warga Dusun Tanjangrono Minta Dibawa ke Jalur Hukum

Dana Rp227 Juta Hasil Penjualan Tanah Eks Juru Kunci Raib, Warga Dusun Tanjangrono Minta Dibawa ke Jalur Hukum

Polemik dugaan tidak transparannya pengelolaan dana hasil penjualan tanah eks juru kunci kembali mencuat di Dusun Tanjangrono, Desa Tanjangrono, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. 
Viral Wanita Muda Digerebek dalam Kamar Kalapas Waingapu, Mengaku "Adik Angkat"

Viral Wanita Muda Digerebek dalam Kamar Kalapas Waingapu, Mengaku "Adik Angkat"

Dalam video penggerebekan tersebut petugas mendapati seorang wanita belia berusia 19 tahun di dalam kamar diduga milik Kalapas Waingapu yang mengaku Adik Angkat
Apapun Keterbatasan APBN, MK Ingatkan Anggaran Pendidikan 20 Persen Tidak Boleh Dikurangi

Apapun Keterbatasan APBN, MK Ingatkan Anggaran Pendidikan 20 Persen Tidak Boleh Dikurangi

Apapun keterbatasan APBN yang dialami, Mahkamah Konstitusi (MK) mengingatkan kewajiban negara memenuhi amanat konstitusi mengenai kapasitas prioritas anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN tidak boleh dikurangi.
Update Kasus Buronan Harun Masiku, KPK Buka Peluang Sidang In Absentia

Update Kasus Buronan Harun Masiku, KPK Buka Peluang Sidang In Absentia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana akan membuka peluang untuk melakukan mekanisme persidangan in absentia terhadap tersangka dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR sekaligis buronan, Harun Masiku.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki pada 1 Agustus 2026: Kabar Baik dan Peluang Emas Datang di Awal Bulan

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki pada 1 Agustus 2026: Kabar Baik dan Peluang Emas Datang di Awal Bulan

Berikut prediksi 5 zodiak paling beruntung pada 1 Agustus 2026: Ada kabar baik dan peluang emas datang di awal bulan. Ada zodiakmu?
Jokowi Datang ke NTT, Relawan Ungkap Besarnya Antusiasme Masyarakat

Jokowi Datang ke NTT, Relawan Ungkap Besarnya Antusiasme Masyarakat

Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) diagendakan akan melakukan blusukan ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedatangan Jokowi, langsung disambut sejumlah elemen relawan dan juga kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT